30, 2026
Nasional

24 Remaja di Mataram Wara-wiri Bawa Sajam Cari Lawan Tawuran, Berujung Ditangkap Polisi

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa5196a13d0b-24-remaja-diamankan-polisi-di-mataram_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

24 Remaja Diamankan Polisi Usai Berkelahi di Mataram

Sebanyak 24 remaja diamankan polisi usai terlibat tawuran di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Para remaja tersebut terlihat berkelahi dengan membawa senjata tajam seperti sajam saat berkeliling di beberapa wilayah mencari lawan. Aksi kekerasan ini berhasil digagalkan oleh aparat kepolisian yang melakukan penangkapan di lokasi kejadian.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Mataram, AKBP Hendra Kurniawan mengatakan, penangkapan dilakukan pada Rabu malam (11/9) di beberapa titik di kota Mataram. Para remaja ini diduga sedang mencari korban untuk dihajar dalam rangkaian aksi tawuran yang telah direncanakan sebelumnya.

"Kami mendapat laporan dari warga bahwa ada sekelompok remaja yang sedang berkeliling dengan membawa senjata tajam. Tim kami langsung melakukan pengecekan dan menemukan mereka di beberapa lokasi," ujar AKBP Hendra Kurniawan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (12/9).

Aksi Tawuran Terencana

Dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan bahwa aksi tawuran ini merupakan agenda terencana dari sekelompok remaja. Mereka diketahui sudah berkoordinasi melalui media sosial untuk mengadakan aksi kekerasan di beberapa titik di Mataram.

Para remaja ini terbagi dalam dua kelompok yang saling bermusuhan. Mereka saling mencari di beberapa tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, warung makan, dan area perumahan untuk melaksanakan rencana adu jotos yang telah disepakati sebelumnya.

"Para pelaku ini memiliki dua kelompok yang saling bermusuhan. Mereka sudah berkoordinasi lewat grup chat untuk menentukan tempat dan waktu bertemu. Sayangnya, rencana mereka terbongkar oleh aparat kepolisian sebelum aksi kekerasan benar-benar terjadi," tambak Hendra.

Pengungkapan Senjata Tajam

Dalam penangkapan ini, polisi berhasil menyita berbagai senjata tajam yang dibawa para remaja. Senjata tersebut antara lain sajam, pisau, dan sejumlah palu besuk. Senjata tersebut disembunyikan dalam tas ransel dan dalam kondisi siap pakai.

Polisi juga menyita barang bukti lain seperti sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk berkeliling mencari lawan. Beberapa motor tersebut diduga dimodifikasi agar terlihat lebih gagah dan menyeramkan.

"Kami menyita total 24 sajam, 5 pisau, dan 3 palu besuk. Selain itu, kami juga mengamankan 10 sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk berkeliling. Motor tersebut dimodifikasi agar terlihat lebih menyeramkan," jelas Kapolres Mataram.

Motif Tawuran

Dari hasil pemeriksaan sementara, para remaja mengaku melakukan tawuran karena masalah pribadi yang sudah berlangsung lama. Mereka saling bermusuhan karena adanya perselisihan di media sosial yang kemudian memunculkan dendam.

Beberapa pelaku juga mengaku terprovokasi oleh anggota kelompok lawan yang menghina mereka di media sosial. Hal ini membuat mereka merasa harus membuktikan keberanian dengan cara mengadakan tawuran.

"Motif utama mereka adalah masalah pribadi dan dendam. Ada yang terprovokasi karena dihina di medsos. Mereka ingin membuktikan diri dengan cara yang salah," ujar Hendra menambahkan.

Tindakan Polisi dan Langkah Pencegahan

Para remaja yang diamakan ini umumnya berusia 15-20 tahun. Mereka merupakan pelajar dan mahasiswa di beberapa sekolah dan universitas di Mataram. Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi ini.

Untuk menangani masalah tawuran yang sering terjadi di kalangan remaja, Polres Mataram akan melakukan berbagai langkah pencegahan. Kegiatan tersebut antara lain dengan melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah tentang bahaya tawuran dan pentingnya menjaga ketertiban umum.

"Kami akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan tawuran. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang dampak negatif dari tawuran," kata Hendra.

Komentar Warga

Warga sekitar mengecam keras aksi tawuran yang dilakukan oleh para remaja ini. Mereka berharap aparat kepolisian dapat memberikan hukuman yang sesuai agar menjadi pelajaran bagi para pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

"Kami prihatin dengan aksi tawuran yang sering terjadi di kota ini. Para remaja seharusnya fokus dengan pendidikan mereka, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain," ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Polres Mataram berjanji akan terus melakukan penindakan tawur dan kekerasan di kalangan remaja. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika melihat adanya kegiatan mencurigakan yang berpotensi menimbulkan tawuran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter