30, 2026
Teknologi

3 ASN Diduga Ditembak KKB Papua Usai Salurkan Bantuan, Pelaku Diburu

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

3 ASN Ditembak KKB di Papua, Pelaku Masih Diburu

Sebuah insensi tragis menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nduga, Papua, diduga ditembak oleh kelompok Kriminal Kelompok Kriminal (KKB). Ketiga korban sedang dalam misi salurkan bantuan untuk warga terdampak konflik di wilang tersebut saat peristiwa itu terjadi.

Peristiwa Penembakan

Insiden penembakan terjadi pada hari Rabu (15/3) di wilayah pegunungan Kabupaten Nduga. Menurut informasi yang dihimpun, ketiga ASN yang menjadi korban sedang dalam perjalanan untuk menyampaikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan kepada warga yang terdampak konflik antara KKB dan aparat keamanan.

Ketiga korban yang tewas dalam insiden ini berinisial YR (42), seorang ASN di Dinas Sosial Kabupaten Nduga; J (35), ASN dari Dinas Kesehatan; dan H (40), ASN dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka sedang dalam rombongan yang terdiri dari lima orang saat diserang oleh kelompok bersenjata.

Saksi mata yang berhasil melarikan diri mengatakan bahwa rombongan disergap oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal saat melintasi jalur pegunungan yang rawan. Kelompok tersebut langsung menembak mati ketiga ASN di depan rekan kerjanya yang lain. Dua rekan korban lainnya berhasil melarikan diri dan melapor kepada pihak berwenang.

Reaksi Pemerintah

Kasus ini langsung menimbulkan reaksi keras dari pemerintah pusat dan daerah. Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyatakan penyesalannya atas kejadian tersebut dan meminta aparat keamanan untuk segera mengejar para pelaku.

"Kami mengecam tindakan penembakan ini yang mengorbankan nyawa tiga ASN yang sedang membantu masyarakat. Mereka adalah pahlawan yang gugur dalam tugas membantu sesama. Kami meminta aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku dan membawa mereka ke meadilan," ujar Gubernur Enembe dalam konferensi pers yang digelar di Jayapura.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan adanya aksi teror yang mengancam stabilitas di Papua.

"Aksi teror seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan mengejar para pelaku hujung rantai. ASN yang tewas adalah pahlaman bangsa yang gugur dalam melaksanakan tugas negara," ujar Mendagri.

Tanggapan KKB

Sampai dengan hari ini, belum ada klaim resmi dari kelompok KKB terkait insiden penembakan tersebut. Namun, berdasarkan pola serangan sebelumnya, diperkirakan kelompok yang bertanggung jawab adalah kelompok kriminal yang mengaku sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelompok tersebut sering melakukan serangan terhadap aparat keamanan dan ASN yang berada di wilayah Nduga. Mereka mengklaim melakukan perjuangan untuk kemerdekaan Papua, namun metode yang digunakan sering kali menimbulkan korban di kalangan sipil.

Pencarian Pelaku

Upaya pencarian pelaku masih terus dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Satuan tugas gabungan telah diterjunkan ke wilayah pegunungan Nduga untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.

Selain pengejaran, aparat keamanan juga meningkatkan keamanan di sejumlah titik strategis di Nduga untuk mencegah adanya aksi serupa di masa depan.

Upaya Penyelesaian Konflik

Insiden ini menunjukkan bahwa konflik di Papua masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik tersebut secara damai, namun sering kali dihambat oleh adanya kelompok ekstremis yang menolak dialog.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan di Papua guna mengurangi ketimpangan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Selain itu, program komunikasi sosial juga dilakukan untuk membangun kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan terjadinya insiden penembakan terhadap ASN, diharapkan pemerintah dapat mempercepat upaya penyelesaian konflik di Papua agar keamanan dan stabilitas dapat terwujud kembali di tanah Papua.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter