4 Rute Transjakarta Dihentikan Sementara Akibat Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan operasional empat rute busway secara sementara pada Rabu (26/7/2023) lalu. Keputusan ini diambil akibat adanya aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta Pusat. Empat rute tersebut meliputi Koridor 1 (Blok M - Kota), Koridor 2 (Pulo Mas - Kota), Koridor 3 (Kalideres - Harmoni), dan Koridor 6 (Ragunan - Gelora Bung Karno).
Menurut Kepala Divisi Humas dan Protokol Transjakarta, Eva Chairunisa, penghentian operasional tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerumunan massa yang dapat mengancam keselamatan penumpang dan sopir bus. "Kami menghimbau kepada para penumpang untuk menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan demi kelancaran perjalanan," ujar Eva dalam keterangannya, Rabu malam.
Penyebab Penghentian Operasional
Penghentian operasional empat rute Transjakarta tersebut terjadi beriringan dengan adanya aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah organisasi mahasiswa dan ormas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin. Aksi demonstrasi ini menuntut adanya kepastian hukum terkait kasus tertentu yang sedang menjadi perbincangan publik.
Sejak pagi hari, aksi demonstrasi telah menarik perhatian sejumlah aparat keamanan. Ratusan peserta demonstrasi berjalan kaki dari sekitar Monas menuju Bundaran HI. Dalam aksinya, para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan pesan tuntutan mereka.
Menurut informasi yang dihimpun, aksi demonstrasi ini telah menyebabkan beberapa ruas jalan di sekitar kawasan Jakarta Putus menjadi macet. Beberapa jaringan transportasi umum lainnya juga terdampak, namun dampaknya tidak sebesar yang dialami oleh Transjakarta.
Dampak bagi Penumpang
Penghentian operasional empat rute utama Transjakarta ini tentu saja memberikan dampak signifikan bagi para penumpang. Banyak penumpang yang terjebak di halte busway karena tidak mengetahui adanya perubahan operasional secara mendadak. Beberapa di antaranya terlihat meminta informasi kepada petugas keamanan di halte.
"Saya tidak tahu kalau rute ini dihentikan. Saya sudah menunggu sekitar 30 menit tapi bus tidak juga datang. Baru tahu dari teman kalau karena ada demo," ujar Ahmad, seorang penumpang di Halte Bundaran HI, yang ternyata akan menggunakan Koridor 1.
Untuk mengatasi masalah ini, Transjakarta segera mengambil langkah dengan menyediakan shuttle bus untuk menghubungkan penumpang dari halte yang terdampak ke halte terdekat yang masih beroperasi. Selain itu, Transjakarta juga memperbanyak frekuensi operasional pada rute-rute yang tidak terdampak untuk menampung penumpang yang beralih menggunakan rute alternatif.
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Transjakarta telah mengambil sejumlah langkah pencegahan. "Kami telah mempersiapkan skenario penanganan sejak dini. Selain menyediakan rute alternatif, kami juga telah mengkoordinasikan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian untuk memastikan situasi tetap kondusif," jelas Eva.
Transjakarta juga mengimbau kepada para penumpang untuk selalu memantau informasi terkini melalui aplikasi Transjakarta, media sosial resmi, atau papan informasi di halte. Informasi mengenai penghentian operasional dan rute alternatif akan segera diperbarui secara berkala.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif dari masyarakat Jakarta. "Kita menghimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat menimbulkan keonaran. Mari kita dukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan di ibu kota," ujar Anies.
Proses Normalisasi
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung namun sudah menunjukkan tanda-tanda mereda. Petugas keamanan terus berjaga di sekitar lokasi aksi untuk memastikan tidak ada aksi anarkis yang terjadi.
Transjakarta sendiri tengah menyiapkan rencana normalisasi operasional seiring meredanya situasi. "Kami akan mengevaluasi kembali kondisi di lapangan. Jika memang aman, kami akan segera mengaktifkan kembali keempat rute tersebut. Namun, keputusan akhir akan diumumkan setelah koordinasi dengan pihak keamanan," tambah Eva.
Bagi para penumpang yang masih membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center Transjakarta di nomor 122 atau mengakses aplikasi Transjakarta. Seluruh upaya dilakukan untuk meminimalkan ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat situasi yang tidak terduga ini.
Komentar (0)