21, 2026
Nasional

460 Orang Berhasil Dievakuasi Selamat dari KMP Batumandi, 11 Dilarikan ke RS

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/20/6ad793377c9eb-basarnas-evakuasi-penumpang-kmp-batumandi-yang-terbakar-di-merak_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sebanyak 460 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dari Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran di kawasan Pelabuhan Merak. Dari jumlah tersebut, 11 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil mencapai daratan dan berkumpul di titik kumpul yang telah disiapkan petugas.

Proses evakuasi berlangsung di bawah koordinasi tim SAR gabungan yang melibatkan Badan SAR Nasional (Basarnas), petugas kesyahbandaran, instansi pelabuhan, aparat kepolisian, serta unsur terkait lainnya. Evakuasi menjadi prioritas utama begitu laporan kebakaran diterima, dengan fokus pada penyelamatan seluruh orang yang berada di atas kapal sebelum api membesar dan merambat ke bagian lain.

Evakuasi Bertahap dan Fokus pada Keselamatan Penumpang

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, evakuasi dilakukan secara bertahap. Petugas mengarahkan penumpang menuju titik kumpul atau muster station untuk memudahkan proses pendataan dan penurunan dari kapal. Penumpang kemudian dipindahkan menggunakan perahu karet, kapal patroli, serta fasilitas dermaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Tim penyelamat mengutamakan kelompok rentan, seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penumpang yang mengalami kesulitan bergerak. Sejumlah penumpang mengenakan pelampung sebelum dievakuasi, sementara petugas di dermaga menyiapkan jalur khusus agar proses penurunan berjalan cepat dan tidak menimbulkan penumpukan.

Selain personel SAR, evakuasi didukung pula oleh kapal-kapal yang berada di sekitar perairan Merak. Dukungan tersebut memungkinkan pemindahan penumpang dilakukan dari beberapa sisi secara bersamaan sehingga waktu evakuasi dapat dipersingkat. Setelah tiba di darat, penumpang diarahkan ke area penampungan sementara untuk pendataan ulang dan pemeriksaan kesehatan.

Sebelas Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Dari 460 orang yang berhasil diselamatkan, 11 orang di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit. Korban tersebut mendapatkan penanganan lanjutan karena memerlukan pemeriksaan dan perawatan medis yang tidak cukup dilakukan di lokasi kejadian.

Petugas medis yang berada di pos kesehatan pelabuhan melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh penumpang sebelum menentukan apakah mereka dapat dipulangkan atau perlu dirujuk. Penumpang yang dinyatakan membutuhkan perawatan lanjutan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, penumpang lain yang hanya mengalami keluhan ringan mendapatkan pertolongan pertama di tempat dan kemudian diizinkan beristirahat.

Hingga laporan terakhir, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada penumpang atau awak kapal yang tertinggal di atas KMP Batumandi. Petugas juga mencocokkan manifes kapal dengan jumlah orang yang telah dievakuasi agar data korban benar-benar akurat.

Pemadaman dan Penanganan Pascakebakaran

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, petugas pemadam kebakaran bersama tim pelabuhan melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan badan kapal. Proses ini dilakukan dari darat maupun dari perairan dengan melibatkan kapal tug boat yang menyemprotkan air ke bagian kapal yang masih mengeluarkan asap.

Pendinginan dilakukan secara hati-hati karena kapal memiliki ruang-ruang tertutup yang berpotensi menyimpan panas dan memicu api kembali menyala. Petugas juga membatasi akses masyarakat ke area dermaga selama proses penanganan berlangsung demi keamanan.

Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sejumlah saksi, termasuk awak kapal dan penumpang, akan dimintai keterangan sebagai bagian dari proses pengusutan. Hasil pemeriksaan teknis diharapkan dapat menjelaskan titik awal munculnya api serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Arus Penyeberangan dan Imbauan Keselamatan

Pelabuhan Merak merupakan salah satu simpul penyeberangan tersibuk yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Kejadian yang melibatkan kapal penumpang di kawasan ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan banyak orang dalam satu waktu.

Otoritas pelabuhan mengimbau seluruh operator kapal untuk memastikan prosedur keselamatan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kelengkapan alat pemadam kebakaran, pemeriksaan kondisi mesin, hingga kelayakan alat keselamatan penumpang seperti pelampung dan jalur evakuasi. Penumpang juga diingatkan untuk mengikuti arahan awak kapal dan memahami lokasi titik kumpul saat berada di atas kapal.

Meski evakuasi berjalan dengan jumlah korban selamat yang besar, kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi keadaan darurat di laut. Koordinasi cepat antara tim SAR, petugas pelabuhan, dan instansi terkait menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko korban jiwa.

Hingga saat ini, penanganan pascakebakaran masih berlangsung. Penumpang yang telah dievakuasi secara bertahap diarahkan untuk melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asal, sementara korban yang masih dirawat di rumah sakit terus mendapat pemantauan dari petugas medis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter