Kehadiran PlayStation 5 (PS5) sejak akhir 2020 telah mengubah lanskap konsol generasi kesembilan. Konsol ini menawarkan performa grafis tinggi, waktu muat yang jauh lebih cepat berkat SSD khusus, serta dukungan audio 3D yang lebih imersif. Meski demikian, di balik sejumlah keunggulan tersebut, PS5 juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan konsumen sebelum memutuskan membeli, terutama bagi mereka yang baru pertama kali masuk ke ekosistem Sony.
Bagi gamer yang sedang menimbang pembelian di tahun ini, gambaran yang seimbang antara kelebihan dan kekurangan menjadi penting. Berikut sejumlah kekurangan PS5 yang kerap menjadi keluhan pengguna dan calon pembeli, dirangkum dari pengalaman pemakaian serta ulasan teknis yang beredar.
1. Ukuran Fisik yang Besar dan Boros Ruang
Salah satu kritik paling umum terhadap PS5 adalah dimensinya. Konsol ini termasuk salah satu konsol rumah terbesar yang pernah dipasarkan, dengan tinggi mencapai puluhan sentimeter pada versi awal. Ukuran tersebut membuat PS5 sulit ditempatkan di rak televisi berukuran standar, terutama bila pengguna memiliki lemari dengan sekat sempit.
Bobotnya pun relatif berat sehingga kurang praktis untuk dipindahkan, misalnya saat hendak dibawa ke rumah teman untuk bermain bersama. Sony kemudian merilis revisi dengan bodi lebih ringkas dan bobot lebih ringan, namun secara keseluruhan PS5 tetap menuntut ruang yang tidak kecil. Ventilasi udara juga harus diperhatikan agar konsol tidak kepanasan, sehingga pengguna perlu menyisakan jarak tertentu di sekitar perangkat.
2. Kapasitas Penyimpanan Terbatas
PS5 versi standar dibekali SSD berkapasitas 825GB. Namun kapasitas yang bisa digunakan pengguna jauh lebih kecil, sekitar 600-an GB, karena sebagian ruang dialokasikan untuk sistem operasi dan fitur sistem. Ukuran berkas game generasi baru yang besar membuat kapasitas tersebut cepat penuh. Sejumlah judul AAA bisa memakan ruang puluhan hingga lebih dari 100GB per game, bahkan ada yang mencapai angka tersebut setelah pembaruan.
Pengguna memang bisa memperluas penyimpanan melalui slot M.2 NVMe internal atau memindahkan game ke hard disk eksternal. Akan tetapi, opsi ekspansi itu menambah biaya tambahan, dan SSD NVMe yang kompatibel dengan standar PS5 dibanderol dengan harga yang tidak murah. Memindahkan game ke penyimpanan eksternal juga berarti pengguna harus menunggu proses transfer ketika ingin memainkannya kembali.
3. Harga Game dan Biaya Ekosistem yang Tinggi
Biaya memiliki konsol tidak berhenti pada harga perangkat. Harga game baru untuk PS5, khususnya judul-judul besar dari studio first-party, cenderung lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Kenaikan harga ini terjadi di berbagai pasar, termasuk Indonesia, dan menjadi keluhan sebagian gamer yang terbiasa membeli game dengan harga lebih rendah pada era PlayStation 4.
Selain itu, layanan berlangganan PlayStation Plus kini terbagi dalam beberapa tingkatan, dengan tingkatan tertinggi menawarkan katalog game klasik dan uji coba. Bagi pengguna yang ingin menikmati fitur lengkap, biaya langganan tahunan menjadi pengeluaran rutin yang perlu diperhitungkan. Belum lagi kebutuhan akan televisi beresolusi 4K dengan refresh rate tinggi bila ingin merasakan performa maksimal konsol, yang juga menambah anggaran.
4. Katalog Game Eksklusif yang Masih Terbatas
Meski telah berjalan beberapa tahun, jumlah game eksklusif PS5 yang benar-benar memanfaatkan kemampuan konsol secara maksimal masih tergolong terbatas. Sebagian besar judul besar yang dirilis juga tersedia dalam versi PlayStation 4, sehingga sebagian pemain merasa belum ada alasan mendesak untuk beralih ke generasi baru. Beberapa judul eksklusif memang menjadi daya tarik, tetapi jumlahnya belum sebanyak masa kejayaan PS4.
Situasi ini diperparah oleh strategi Sony yang mulai merilis sejumlah game eksklusif ke platform PC dalam beberapa tahun terakhir. Bagi sebagian gamer PC, hal ini justru mengurangi urgensi membeli PS5, karena mereka bisa menunggu versi PC hadir dengan kualitas grafis yang dapat disesuaikan.
5. Keluhan Suara Kipas dan Kualitas Unit
Sejumlah pengguna melaporkan adanya suara kipas yang cukup terdengar, terutama pada unit-unit awal. Ada pula laporan mengenai coil whine, yaitu suara berdengung halus yang muncul saat konsol menjalankan game berat. Tingkat kebisingan ini bervariasi antarunit dan bagi sebagian orang tidak mengganggu, tetapi bagi pemain yang menempatkan konsol di ruang tidur atau ruangan senyap, keluhan semacam ini bisa terasa mengganggu.
Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan garansi resmi dan layanan purna jual. Membeli unit dari penjual tidak resmi memang kadang lebih murah, tetapi berisiko menghadapi kendala ketika terjadi kerusakan atau membutuhkan perbaikan.
Kesimpulan
PS5 tetap merupakan konsol yang capable dengan performa tinggi, koleksi game berkualitas, dan pengalaman bermain yang mulus. Namun calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan ukuran fisiknya, kapasitas penyimpanan yang terbatas, biaya game dan langganan, jumlah eksklusif yang belum sepenuhnya melimpah, serta potensi keluhan suara kipas. Dengan memahami kekurangan tersebut, keputusan pembelian dapat diambil secara lebih rasional dan sesuai kebutuhan masing-masing gamer.
Komentar (0)