21, 2026
Nasional

Tetangga RI Krisis: Puluhan Pembangkit Mati, Kondisi Siaga "Merah"

NGCP Filipina mengeluarkan peringatan siaga merah dan kuning untuk jaringan listrik di Visayas akibat pemadaman pembangkit.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tetangga RI Krisis: Puluhan Pembangkit Mati, Kondisi Siaga "Merah"

Manila — Jaringan listrik Luzon, pulau terpadat di Filipina, kembali menetapkan status siaga merah setelah puluhan pembangkit listrik berhenti beroperasi dan kapasitas cadangan daya tergerus hingga ke titik negatif. Operator jaringan nasional melaporkan bahwa kondisi tersebut memaksa pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dan menempatkan pasokan listrik nasional pada posisi paling rentan dalam beberapa tahun terakhir.

Status siaga merah berarti cadangan daya tidak lagi cukup untuk menutup kebutuhan sistem jika terjadi gangguan tambahan. Dalam kondisi ini, operator berwenang memutus aliran listrik secara terencana ke kelompok pelanggan tertentu agar jaringan tidak mengalami keruntuhan total atau blackout berskala luas.

Puluhan pembangkit berhenti beroperasi

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan operator jaringan, sekitar 30 unit pembangkit listrik tercatat tidak beroperasi, baik karena pemeliharaan terjadwal, kerusakan teknis mendadak, maupun keterbatasan pasokan bahan bakar. Total kapasitas yang hilang diperkirakan mencapai beberapa ribu megawatt, atau setara dengan porsi signifikan dari beban puncak harian di Luzon.

Sebagian besar unit yang berhenti adalah pembangkit berbahan bakar gas dan batu bara berkapasitas besar, sementara beberapa pembangkit hidroelastis juga mengurangi produksi akibat menurunnya debit air. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya pasokan gas dari lapangan Malampaya, sumber utama gas alam domestik yang memasok sejumlah pembangkit di Luzon bagian barat.

Menurut pengelola jaringan, beban puncak pada jam-jam tertentu mencapai level yang mendekati total kapasitas tersedia. Selisih tipis antara permintaan dan pasokan membuat sistem tidak memiliki ruang untuk mengantisipasi gangguan tak terduga, termasuk keluarnya satu atau dua unit pembangkit besar secara mendadak.

Siaga merah dan pemadaman bergilir

Status siaga merah diberlakukan pada sejumlah jam sibuk, terutama pada siang hingga malam hari ketika permintaan listrik dari sektor rumah tangga dan komersial meningkat tajam. Operator menyebut pemadaman bergilir dilakukan dalam durasi satu hingga dua jam per kelompok pelanggan, dengan wilayah dan jadwal yang berubah setiap hari menyesuaikan kondisi pasokan.

Pemerintah daerah di sejumlah provinsi melaporkan terganggunya layanan publik, mulai dari penerangan jalan, fasilitas kesehatan, hingga operasional kantor layanan administrasi. Beberapa rumah sakit dilaporkan mengandalkan generator cadangan untuk menjaga layanan gawat darurat tetap berjalan.

Dampak ke rumah tangga hingga industri

Bagi rumah tangga, pemadaman bergilir berarti terganggunya aktivitas harian, mulai dari belajar anak-anak, pendingin ruangan, hingga pasokan air bersih yang bergantung pada pompa listrik. Bagi pelaku usaha kecil, pemadaman memaksa penggunaan generator berbahan bakar solar yang menambah biaya operasional harian.

Kalangan industri yang tergabung dalam program pengurangan beban sukarela diminta menurunkan konsumsi listrik pada jam-jam kritis. Program ini memberikan kompensasi bagi perusahaan yang bersedia memangkas penggunaan daya, tetapi sejumlah asosiasi pengusaha menilai insentif yang ditawarkan belum sebanding dengan kerugian produksi yang timbul.

El Niño dan ketergantungan pada Malampaya

Pengamat energi menyoroti dua persoalan struktural yang membuat sistem kelistrikan rentan. Pertama, menurunnya curah hujan akibat fenomena El Niño mengurangi kemampuan pembangkit hidroelastis memasok daya pada musim kemarau. Kedua, ketergantungan yang tinggi pada satu sumber gas domestik membuat pasokan pembangkit gas sangat sensitif terhadap gangguan operasional maupun penurunan tekanan sumur.

Selain itu, usia sejumlah pembangkit yang sudah tua meningkatkan risiko kerusakan mendadak. Banyak unit membutuhkan pemeliharaan lebih sering, sementara jadwal pemeliharaan yang tertunda pada periode permintaan rendah justru menumpuk dan berbenturan dengan musim beban puncak.

Dorongan investasi dan kritik terhadap regulasi

Departemen Energi menyatakan tengah mempercepat proses perizinan bagi pembangkit baru serta mendorong masuknya kapasitas tambahan dari energi terbarukan dan penyimpanan baterai. Pemerintah juga menargetkan penyelesaian sejumlah proyek transmisi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, sehingga kelebihan pasokan di satu pulau dapat dialirkan ke wilayah yang kekurangan.

Namun kalangan legislator dan asosiasi konsumen menilai respons kebijakan masih bersifat jangka pendek. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pemeliharaan pembangkit, transparansi data gangguan unit, serta kepastian jadwal kedatangan bahan bakar. Sejumlah pihak juga mempertanyakan mengapa peringatan dini mengenai menipisnya cadangan daya tidak diantisipasi lebih awal.

Pengelola jaringan menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemilik pembangkit untuk memulihkan kapasitas yang hilang. Meski demikian, mereka tidak dapat menjamin status siaga merah tidak kembali diberlakukan selama pasokan bahan bakar dan kesiapan unit pembangkit belum pulih sepenuhnya.

Pelajaran bagi kawasan

Gangguan pasokan listrik di Filipina menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas terpasang, tetapi juga oleh keandalan pasokan bahan bakar, kesiapan pemeliharaan, dan kecukupan cadangan daya. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menghadapi tantangan serupa ketika permintaan listrik tumbuh cepat sementara infrastruktur pembangkit dan transmisi tertinggal.

Para analis menilai diversifikasi sumber energi, perbaikan jaringan transmisi antarpulau, serta pengelolaan permintaan listrik yang lebih baik menjadi kunci untuk mengurangi risiko siaga darurat. Tanpa langkah tersebut, kondisi serupa berpotensi terulang, terutama pada periode cuaca ekstrem ketika pasokan energi primer melemah dan beban puncak meningkat bersamaan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter