30, 2026
Nasional

5 Mobil Paling Enteng di Indonesia, Ada yang Cuma 805 Kg

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/04/10/67f782a926040-mobil-listrik-wuling-air-ev-bingouev-dan-cloud-ev_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lima Mobil Paling Ringan di Indonesia, Ada yang Bobotnya Cuma 805 Kg

Berat kosong atau bobot kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi performa, konsumsi bahan bakar, hingga kelincahan sebuah mobil saat bermanuver di jalan raya. Di pasar otomotif Indonesia, sejumlah model menawarkan bobot yang tergolong sangat ringan, bahkan ada yang hanya memiliki berat di kisaran 805 kilogram. Bobot yang ringan umumnya membuat mobil lebih efisien dalam penggunaan energi, baik untuk kendaraan bermesin bensin maupun mobil listrik berbasis baterai.

Sejumlah pabrikan menghadirkan mobil ringan dengan berbagai keunggulan, mulai dari konsumsi bahan bakar yang irit, akselerasi yang responsif, hingga kemudahan saat diparkir di ruang sempit. Berikut ini lima mobil paling ringan yang dijual di Indonesia berdasarkan data spesifikasi resmi masing-masing produsen.

1. Daihatsu Ayla dan Toyota Agya

Dua model kembar hasil kerja sama Daihatsu dan Toyota ini konsisten menjadi salah satu mobil paling ringan di Tanah Air. Generasi terbaru Ayla dan Agya memiliki bobot kosong sekitar 805 kilogram hingga 880 kilogram, bergantung pada varian dan tipe transmisi yang dipilih. Angka tersebut menjadikan keduanya sebagai jawaban atas kebutuhan mobil perkotaan yang lincah dan hemat bahan bakar. Mesin 1.0 liter yang disematkan pada varian terbawah membuat bobot ringan ini terasa optimal, terutama saat melaju di jalanan padat.

Bobot ringan tersebut juga berkontribusi pada konsumsi bahan bakar yang diklaim mampu menembus angka belasan kilometer per liter dalam penggunaan perkotaan. Selain itu, dimensi kompak membuat mobil ini mudah bermanuver di gang sempit maupun saat parkir paralel.

2. Honda Brio

Honda Brio menjadi salah satu city car yang juga dikenal ringan. Bobot kosongnya berada di kisaran 930 kilogram hingga 990 kilogram, tergantung varian. Meski tidak seenteng Ayla atau Agya, Brio tetap tergolong ringan untuk ukuran mobil dengan mesin 1.2 liter. Kombinasi bobot ringan dan mesin i-VTEC membuat akselerasi Brio terasa responsif, terutama pada putaran menengah ke atas.

Pabrikan Honda merancang Brio sebagai mobil perkotaan yang mengutamakan efisiensi dan kelincahan. Bobot yang relatif ringan ini turut membantu mengurangi beban mesin sehingga konsumsi bahan bakar tetap kompetitif di kelasnya.

3. Suzuki Ignis

Suzuki Ignis hadir dengan bobot kosong sekitar 865 kilogram hingga 920 kilogram. Mobil bergaya crossover kecil ini mengusung mesin 1.2 liter yang dipadukan dengan transmisi manual atau CVT. Dengan bobot di bawah satu ton, Ignis mampu memberikan pengalaman berkendara yang ringan dan mudah dikendalikan.

Selain bobotnya yang ringan, Ignis juga menawarkan ground clearance yang lebih tinggi dibanding city car biasa. Kombinasi ini membuatnya cukup nyaman digunakan di jalanan perkotaan maupun jalan pedesaan yang kondisinya kurang mulus.

4. Wuling Air EV

Sebagai mobil listrik, Wuling Air EV memiliki bobot kosong sekitar 860 kilogram hingga 888 kilogram. Bobot tersebut tergolong ringan untuk kendaraan listrik yang membawa paket baterai. Ukurannya yang mungil, dengan panjang hanya sekitar 2,9 meter, menjadikan Air EV sangat mudah bermanuver di jalanan kota.

Meski ringan, Air EV tetap menawarkan jarak tempuh yang memadai untuk kebutuhan harian, yaitu sekitar 200 kilometer hingga 300 kilometer tergantung varian baterai. Bobot ringan ini juga membantu efisiensi konsumsi listrik sehingga biaya operasional harian menjadi lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

5. Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Pasangan SUV compact ini memiliki bobot kosong mulai dari sekitar 995 kilogram hingga 1.050 kilogram, tergantung varian mesin dan penggerak. Varian mesin 1.0 liter turbo dengan penggerak roda depan menjadi yang paling ringan. Meski tergolong SUV, bobotnya masih berada di sekitar satu ton sehingga tergolong enteng untuk ukuran kendaraan bertubuh tinggi.

Bobot yang relatif ringan ini membuat Raize dan Rocky terasa gesit saat digunakan di perkotaan. Mesin 1.0 liter turbo mampu memberikan tenaga yang cukup untuk mengimbangi bobot kendaraan, sementara varian 1.2 liter natural aspirated menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Mengapa Bobot Ringan Penting?

Bobot kendaraan berpengaruh langsung terhadap berbagai aspek performa. Semakin ringan sebuah mobil, semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Hal ini berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit, emisi gas buang yang lebih rendah, serta akselerasi yang lebih cepat. Selain itu, bobot ringan juga membuat sistem pengereman bekerja lebih efektif karena beban yang harus dihentikan lebih kecil.

Namun, bobot ringan juga memiliki trade-off. Mobil dengan bobot sangat ringan kadang terasa kurang stabil saat melaju dengan kecepatan tinggi atau saat menerima hembusan angin kencang dari samping. Karena itu, pabrikan biasanya menyeimbangkan bobot ringan dengan desain sasis, suspensi, dan fitur keselamatan yang memadai.

Bagi konsumen di Indonesia, pilihan mobil ringan semakin beragam, mulai dari city car bermesin bensin hingga mobil listrik. Faktor bobot dapat menjadi pertimbangan tersendiri, terutama bagi mereka yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, kemudahan bermanuver, dan biaya operasional harian yang lebih terkendali.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter