30, 2026
Nasional

Abu Anak Krakatau Mereda, Sekolah di Jakarta Kembali Normal Besok

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Abu Anak Krakatau Mereda, Aktivitas Belajar Mengajar di Jakarta Kembali Normal

Setelah beberapa hari sepi karena diselimuti abu vulkanik dari letusan Anak Krakatau, aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan kembali normal pada hari Rabu (24/7) besok. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengumumkan bahwa kondisi kualitas udara di ibu kota telah membaik signifikan menyusudi menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi Udara Membaik

Menurut data yang dirilis Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di beberapa titik di Jakarta, indeks standar polutan udara (ISPU) hari ini berada dalam kategori "baik" hingga "sedang". Kondisi ini berbeda drastis dengan kondisi pada akhir pekan lalu ketika Jakarta diselimuti abu vulkanik tebal yang menyebabkan ISPU di beberapa wilayah melonjak hingga kategori "tidak sehat".

"Kami monitoring setiap jam kondisi udara di Jakarta. Hasilnya hari ini sudah membaik. Di beberapa titik bahkan sudah masuk kategori baik. Karena itu, besok kita harapkan semua aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal," ujar Kepala BPDK DKI Jakarta, Ahmad Riza Fahmi dalam konferensi pers di Balai Kota, Selasa (23/7).

Langkah Pencegahan Tetap Dijalankan

Meskipun kondisi udara telah membaik, pihak berwenang tetap mengimbau warga, terutama siswa, untuk tetap waspada. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan melaksanakan sejumlah langkah pencegahan untuk memastikan kesehatan para siswa dan guru.

"Kami akan memastikan seluruh ruang kelas dalam kondisi bersih. Tim kami sudah membersihkan area sekolah dari sisa-sisa abu vulkanik. Selain itu, kami juga akan membagikan masker secara gratis kepada seluruh siswa dan guru di sekolah-sekolah yang sebelumnya ditutup," tambah Riza.

Para guru juga diminta untuk memonitor kesehatan siswa. Jika ada siswa yang mengeluh gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, mereka akan segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Dampak Erupsi Terhadap Aktivitas Belajar

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (20/7) lalu menyebabkan sejumlah sekolah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ditutak sementara. Sebanyak 1.234 sekolah di Jabodetabek melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah selama dua hari terakhir.

"Kami mengapresiasi sikap proaktif para kepala sekolah dalam menanggapi kondisi ini. Meskipun ada kebijakan tutup sekolah, mereka tetap memastikan proses belajar mengajar tidak terhenti dengan mengadakan pembelajaran daring," jelas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Hidayat.

Taufik menjelaskan bahwa selama periode pembelajaran jarak jauh, para guru memberikan materi pembelajaran melalui platform digital dan juga memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa di rumah. Pihaknya juga meminta para orang tua untuk ikut memantau kelancaran proses pembelajaran anak-anak.

Proses Normalisasi di Sekolah

Untuk memastikan kondisi sekolah benar-benar aman, tim BPDK DKI Jakarta bersama petugas dari Dinas Pendidikan telah melakukan pengecekan di seluruh sekolah di Jakarta. Pengecekan tersebut meliputi pembersihan area sekolah dari sisa abu vulkanik, serta memastikan sistem ventilasi dan AC dalam kondisi baik.

"Kami juga telah memeriksa kualitas udara di dalam ruangan sekolah. Hasilnya sudah aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan siswa. Semua ruang kelas sudah dibersihkan secara menyeluruh," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Arief Prasetya.

Para petugas juga memeriksa sistem penyediaan air bersih di sekolah, mengingat abu vulkanik dapat mengkontaminasi sumber air. Arief menjamin bahwa semua sistem air di sekolah sudah dalam kondisi aman dan layak untuk digunakan.

Respons Orang Tua dan Siswa

Banyak orang tua dan siswa menanggapi positif keputusan pemerintah untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Menurut mereka, pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran daring.

"Senang sekali sekolah buka kembali. Anak saya lebih fokus belajar di sekolah daripada di rumah. Di rumah seringnya main gadget," uarti Linda, seorang orang tua siswa SD di Kebayoran Baru.

Sementara itu, siswa-siswi juga tampak antusias untuk kembali beraktivitas di sekolah. "Sudah kangen dengan teman-teman dan guru. Senang sekali bisa belajar lagi di kelas," ujar Rizki, siswa kelas enam SD.

Monitoring Terus Dilakukan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan melakukan monitoring terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kualitas udara di Jakarta. BPDK DKI Jakarta telah mengaktifkan posko penanganan dampak erupsi vulkanik untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi.

"Kami akan terus monitoring aktivitas Anak Krakatau setiap jam. Jika ada kenaikan aktivitas erupsi, kami akan segera mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi warga, terutama siswa," pungkas Riza.

Dengan kondisi yang membaik, pemerintah berharap aktivitas belajar mengajar dapat berjalan normal kembali dan tidak mengganggu proses pendidikan para siswa di Jakarta dan sekitarnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter