30, 2026
Teknologi

Ada OriginOS 7, Perangkat Vivo Makin Ramah AI dan Terhubung ke Apple

Vivo meluncurkan sistem operasi OriginOS 7 yang bikin perangkat Vivo makin adaptif dengan AI. Tak hanya itu, ada konektivitas lintas ekosistem dengan Apple.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ada OriginOS 7, Perangkat Vivo Makin Ramah AI dan Terhubung ke Apple

Vivo Perkenalkan OriginOS 7: Antarmuka Baru yang Lebih Cerdas dan Terhubung Lintas Ekosistem

Vivo resmi memperkenalkan OriginOS 7, versi terbaru dari antarmuka kustomnya yang dibangun di atas sistem operasi Android. Peluncuran ini menandai langkah signifikan perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar ponsel pintar global, dengan menekankan integrasi kecerdasan buatan atau AI yang lebih dalam serta kemampuan konektivitas lintas platform, termasuk ke perangkat ekosistem Apple.

OriginOS 7 hadir sebagai evolusi dari pendahulunya yang selama ini dikenal dengan desain antarmuka yang bersih dan fitur kustomisasi mendalam. Pada versi terbaru ini, Vivo mengarahkan fokus utama pada tiga pilar pengembangan: peningkatan kemampuan AI, pengalaman pengguna yang lebih mulus, dan interoperabilitas dengan perangkat dari merek lain, terutama Apple.

AI Menjadi Tulang Punggung Pengalaman Pengguna

Salah satu perubahan paling menonjol pada OriginOS 7 adalah penggunaan AI yang lebih agresif di hampir seluruh lapisan sistem. Vivo mengintegrasikan asisten cerdas berbasis AI yang mampu memahami konteks pengguna, memprediksi kebutuhan, dan memberikan saran tindakan secara proaktif.

Fitur AI tersebut mencakup kemampuan meringkas dokumen, menyusun balasan pesan secara otomatis, menerjemahkan percakapan secara real-time, hingga mengoptimalkan pengaturan perangkat berdasarkan kebiasaan pemakaian. Pendekatan ini sejalan dengan tren industri yang semakin menjadikan AI sebagai fitur inti, bukan sekadar tambahan.

Peningkatan pada Kamera dan Produktivitas

Di sektor fotografi, OriginOS 7 membawa peningkatan pemrosesan gambar berbasis AI yang diklaim mampu menghasilkan foto lebih tajam dan warna lebih natural dalam berbagai kondisi pencahayaan. Algoritma AI juga digunakan untuk menghapus objek yang tidak diinginkan, memperbaiki foto lama, dan menyesuaikan komposisi secara otomatis.

Untuk produktivitas, sistem ini menawarkan fitur pencatatan cerdas, transkripsi suara ke teks, serta integrasi yang lebih erat antara aplikasi bawaan dan layanan pihak ketiga. Vivo menyatakan bahwa peningkatan performa ini juga didukung oleh manajemen daya yang lebih efisien, sehingga penggunaan fitur AI tidak menguras baterai secara berlebihan.

Konektivitas ke Perangkat Apple

Aspek lain yang menarik perhatian adalah kemampuan OriginOS 7 untuk terhubung dengan perangkat Apple. Vivo mengembangkan solusi lintas platform yang memungkinkan pengguna mentransfer file, menyinkronkan data, dan menerima notifikasi dari iPhone atau Mac langsung di perangkat Vivo.

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menarik pengguna yang berada di ekosistem campuran, misalnya mereka yang menggunakan iPhone untuk pekerjaan namun memilih ponsel Vivo untuk penggunaan sehari-hari. Kemampuan semacam ini sebelumnya jarang ditemui pada perangkat Android, sehingga menjadi nilai jual tersendiri.

Dukungan Perangkat dan Ketersediaan

Vivo menyatakan bahwa OriginOS 7 akan tersedia secara bertahap untuk sejumlah model ponsel unggulan dan menengah, baik dari lini Vivo maupun iQOO. Jadwal pembaruan akan diumumkan secara bertahap di masing-masing wilayah, dengan pasar Tiongkok diprediksi menjadi yang pertama menerima pembaruan penuh.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memperpanjang siklus pembaruan perangkat lunak, seiring meningkatnya tuntutan konsumen terhadap dukungan jangka panjang. Kebijakan ini menjadi penting di tengah persaingan pasar ponsel pintar yang semakin ketat, di mana pembaruan sistem operasi menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian.

Persaingan di Pasar Antarmuka Ponsel

Kehadiran OriginOS 7 memperkuat persaingan di segmen antarmuka kustom Android, yang selama ini diisi oleh merek-merek besar seperti Samsung dengan One UI, Xiaomi dengan HyperOS, serta Oppo dengan ColorOS. Setiap produsen berlomba menghadirkan fitur AI dan ekosistem terhubung sebagai pembeda utama.

Pengamat industri menilai bahwa fokus pada AI dan interoperabilitas merupakan arah yang tepat, mengingat pengguna semakin bergantung pada banyak perangkat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada kualitas eksekusi, stabilitas sistem, dan kecepatan distribusi pembaruan ke berbagai model.

Dengan OriginOS 7, Vivo tampaknya ingin memposisikan diri bukan hanya sebagai produsen perangkat keras, tetapi juga sebagai penyedia pengalaman perangkat lunak yang terintegrasi dan cerdas. Peluncuran ini menjadi sinyal bahwa persaingan ponsel pintar kini semakin ditentukan oleh kemampuan perangkat lunak dan ekosistem, bukan sekadar spesifikasi teknis semata.

Sejumlah pengguna dan pengamat teknologi menantikan bagaimana implementasi nyata OriginOS 7 di perangkat sehari-hari, terutama terkait konsistensi fitur AI dan kelancaran konektivitas lintas platform yang dijanjikan. Evaluasi menyeluruh akan terlihat setelah pembaruan mulai didistribusikan secara luas ke pengguna di berbagai negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter