BBM Langka di Klungkung Bali: Pertalite Kosong, Antrean Pertamax Mengular
Kasus kelangkaan BBM kembali mewarnai situasi di Kabupaten Klungkung, Bali. Warga mengeluhkan kekosongan stok Pertalite di sejumlah SPBU, sementara antrean kendaraan untuk membeli Pertamax terpantau mengular panjang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada BBM jenis subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Situasi di SPBO Se-Klungkung
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar SPBU di Klungkung mengalami kekosongan stok Pertalite. Salah satu SPBU yang paling terdampak adalah SPBU di wilayah Dawas, tempat antrean kendaraan untuk membeli Pertamax mencapai hampir 500 meter. Panjangnya antrean tersebut membuat beberapa pengendara memilih untuk memutar arah atau bahkan kembali ke rumah tanpa berhasil mendapatkan BBM.
"Kami sudah datang sejak pukul 05.00 WITA, tapi masih antrean sampai ke perempatan. Akhirnya memutuskan untuk pulang saja karena takut telat kerja," ujar I Made Suardana, warga Dawas yang sudah tiga hari gagal mendapatkan Pertalite.
Sementara itu, di SPBU lainnya seperti yang terletak di Jalan Raya Klungkung dan Banjarangkan, kondisi serupa terjadi. Stok Pertalite yang tersisa hanya untuk beberapa jam saja, sehingga SPBU seringkali menutup sementara untuk menunggu pengiriman BBM berikutnya.
Dampak pada Aktivitas Masyarakat
Kelangkaan BBM ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Klungkung. Banyak pengusaha ojek online dan angkutan umum yang kehabisan bahan bakar, sehingga tarif angkutan naik drastis. Selain itu, beberapa sekolah dan kantor pemerintahan mengalami keterlambatan karena para pegawai dan guru kesulitan mencari BBM.
"Karena Pertalite susah didapat, saya terpaksa menggunakan Pertamax untuk ojek online. Padahal kalau pakai Pertalite, ongkos operasional lebih murah. Akhirnya tarif naik 20% dari biasanya," papar Ketua Asosiasi Ojek Online Klungkung, I Ketut Suardana.
Pemerintah Daerah Klungkung sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk menindaklanjuti kelangkaan BBM ini. Bupati Klungkung, I Made Tamba, mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya memastikan pasokan BBM kembali normal.
Upaya Penanganan dari Pihak Terkait
Pertamina Area VIII Bali dan Nusa Tenggara mengakui adanya kelangkaan BBM di Klungkung. Menurut Kepala Humas Pertamina Area VIII, I Gede Suardana, kelangkaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan permintaan dan gangguan distribusi.
"Kami sedang melakukan pengiriman tambahan BBM ke Klungkung. Tim juga sudah diterjunkan untuk memantau situasi di SPBO dan memastikan tidak ada praktik curang yang menyebabkan kelangkaan ini," ujar Gede Suardana.
Untuk mengatasi situasi sementara, beberapa SPBU di Klungkung menerapkan sistem pembelian dengan batasan. Kendaraan roda dua hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 liter, sementara roda empat dibatasi 20 liter. Langkah ini diambil agar BBM bisa tersedia untuk lebih banyak pengguna.
Reaksi Masyarakat dan Minta Penjelasan Jelas
Masyarakat Klungkung meminta penjelasan yang jelas mengenai penyebab kelangkaan BBM dan kapan pasokan akan kembali normal. Mereka juga meminta agar Pertamina dapat meningkatkan frekuensi pengiriman BBM agar stok tidak cepat habis.
"Kami minta transparansi dari Pertamina. Apakah benar ada kelangkaan atau ada pihak yang menyebabkan ini? Jangan sampai kita yang selalu menjadi korban," tambah Ni Nyoman Sari, warga Klungkung yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Klungkung telah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengatur jadwal pengisian BBM secara bijak. Pihak juga akan memantau perkembangan situasi dan memberikan update secara berkala.
Dengan kondisi BBM yang masih belum stabil di Klungkung, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar pasokan bisa merata. Pihak berwenang berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini demi kelancaran aktivitas masyarakat.
Komentar (0)