30, 2026
Politik

AHY Kaget Dibuatkan Buku oleh 27 Penulis Muda: Saya Tidak Meminta

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/24/6ab45b4e3a9ec-menteri-koordinator-bidang-infrastruktur-dan-pembangunan-kewilayahan-agus-harimurti-yudhoyono-ahy_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku terkejut ketika mengetahui ada sekelompok penulis muda yang menerbitkan buku tentang dirinya. Buku tersebut ditulis oleh 27 penulis muda dan secara resmi diperkenalkan dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Jakarta, Rabu (24/9/2026).

“Saya tidak meminta, saya juga tidak pernah menyiapkan apa pun untuk buku ini. Jadi kejutan ini benar-benar datang dari teman-teman muda,” kata AHY saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku tersebut.

AHY menuturkan, dirinya baru mengetahui soal rencana penerbitan buku itu beberapa waktu sebelum acara berlangsung. Menurut dia, gagasan tersebut murni berasal dari kalangan penulis muda yang ingin menuangkan pandangan mereka terhadap sosok, pemikiran, dan perjalanan kariernya di dunia pemerintahan.

Buku Ditulis 27 Penulis Muda dari Berbagai Latar Belakang

Buku setebal ratusan halaman itu melibatkan 27 penulis yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti muda, jurnalis, hingga pegiat organisasi kepemudaan. Mereka menulis dari sudut pandang masing-masing dengan pendekatan yang berbeda-beda, mulai dari analisis kebijakan, refleksi kepemimpinan, hingga catatan personal atas perjalanan karier AHY.

Salah satu perwakilan penulis menyampaikan bahwa ide penulisan buku muncul dari diskusi santai di antara mereka. Ketertarikan terhadap gaya kepemimpinan AHY, terutama di sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, menjadi salah satu alasan utama mereka mengangkat tema tersebut.

“Kami ingin memberikan perspektif generasi muda terhadap kepemimpinan yang kami nilai relevan dengan tantangan masa kini. Ini bukan bentuk pengultusan, tetapi upaya merekam gagasan dan kebijakan yang kami anggap penting untuk didiskusikan,” ujar perwakilan penulis.

AHY: Buku Ini Bukan Tentang Saya, tapi Tentang Gagasan

Meski buku tersebut mengangkat sosoknya, AHY menegaskan bahwa substansi yang lebih penting adalah gagasan dan pemikiran yang tertuang di dalamnya. Ia berharap buku itu dapat menjadi bahan diskusi publik, khususnya di kalangan generasi muda, mengenai arah pembangunan nasional.

“Saya berharap pembaca tidak berhenti pada sosoknya, tetapi pada ide-ide yang bisa dikritisi, didiskusikan, dan dikembangkan. Buku ini sebaiknya menjadi pemantik dialog, bukan monumen,” ujar mantan Komandan Korem 061/Suryakancana itu.

AHY juga menyampaikan apresiasi kepada para penulis yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menyusun buku tersebut. Menurutnya, tradisi menulis dan mendokumentasikan gagasan merupakan bagian penting dari proses demokrasi dan pembangunan sumber daya manusia.

Respons Publik dan Dinamika Politik

Peluncuran buku itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik dan komunikasi publik. Sejumlah analis menilai langkah 27 penulis muda tersebut sebagai fenomena menarik dalam lanskap politik Indonesia, terutama karena datang dari inisiatif akar rumput dan bukan bagian dari agenda resmi partai atau kementerian.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai bahwa penerbitan buku tentang figur publik yang masih aktif menjabat berpotensi menimbulkan persepsi politik tertentu. Menanggapi hal itu, AHY memilih bersikap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk menilai.

“Dalam dunia demokrasi, siapa pun boleh menulis tentang siapa pun. Yang penting adalah isi dan argumentasinya. Saya tidak ingin masuk terlalu jauh ke wilayah persepsi,” kata AHY.

Ia menambahkan, dirinya tidak memiliki rencana khusus untuk menjadikan buku tersebut sebagai instrumen politik praktis. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menjalankan tugas sebagai menteri koordinator, terutama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata dan mendorong pemerataan pembangunan kewilayahan.

Pesan untuk Generasi Muda

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu menuangkan gagasan melalui tulisan. Menurut dia, menulis merupakan salah satu cara paling efektif untuk berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan publik.

“Jangan hanya menjadi penonton. Tulis, kritisi, dan berikan solusi. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar membaca situasi, tetapi juga mampu menawarkan jalan keluar,” ujarnya.

AHY menambahkan, dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan melalui buku tersebut. Ia berharap buku itu dapat menjadi bagian dari khazanah literasi politik di Indonesia dan mendorong budaya diskusi yang sehat di ruang publik.

Acara peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, dan perwakilan organisasi kepemudaan. Buku yang ditulis 27 penulis muda itu direncanakan akan didistribusikan ke berbagai kampus dan komunitas literasi sebagai bahan diskusi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter