19, 2026
Nasional

Andre Rosiade Ajak Rakyat Indonesia Berdoa agar Karhutla Berakhir

Andre Rosiade mengajak masyarakat berdoa agar kebakaran hutan segera berakhir. Ia menekankan pentingnya doa dan kerja keras dalam penanganan karhutla.]]>

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Andre Rosiade Ajak Rakyat Indonesia Berdoa agar Karhutla Berakhir

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera berakhir. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi karhutla yang terus berulang dan menimbulkan dampak luas, mulai dari kabut asap, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi.

Menurut Andre, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai doa dan kesadaran kolektif perlu disertai dengan tindakan nyata, terutama dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Ajakan Berdoa Disertai Langkah Nyata

Andre Rosiade menegaskan bahwa upaya memadamkan karhutla tidak cukup hanya diserahkan kepada pemerintah, aparat keamanan, dan petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga diminta mengambil peran, antara lain dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui adanya titik api.

Ia menilai bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut. Praktik tersebut dianggap lebih murah dan cepat, tetapi menimbulkan risiko yang jauh lebih besar, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Dalam pandangan Andre, kesadaran masyarakat perlu dibangun sejak dari tingkat desa. Sosialisasi mengenai larangan membakar lahan, alternatif pembukaan lahan yang ramah lingkungan, serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran dinilai penting untuk terus digencarkan.

Dampak Karhutla yang Meluas

Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah telah menimbulkan asap tebal yang menutupi langit dan mengganggu aktivitas warga. Kabut asap tidak hanya dirasakan di wilayah terjadinya kebakaran, tetapi juga menyebar ke daerah lain akibat arah angin.

Gangguan Kesehatan Masyarakat

Paparan asap karhutla mengandung partikel yang berbahaya bagi saluran pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan kronis, menjadi pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Dinas kesehatan di daerah terdampak umumnya mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan sesak napas, batuk, atau iritasi mata. Pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan masker dan layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Gangguan Transportasi dan Ekonomi

Selain berdampak pada kesehatan, asap karhutla kerap mengganggu jadwal penerbangan akibat jarak pandang yang menurun. Penundaan dan pembatalan penerbangan berdampak pada mobilitas warga serta aktivitas ekonomi, termasuk pengiriman barang antardaerah.

Di sektor pendidikan, sejumlah sekolah terpaksa diliburkan atau mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring untuk melindungi siswa dari paparan asap. Sementara itu, petani dan pelaku usaha kecil turut merasakan dampak karena aktivitas di luar ruang menjadi terbatas.

Upaya Pemerintah dan Aparat

Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, bersama pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, serta aparat TNI dan Polri, terus melakukan upaya pemadaman darat dan udara. Pemadaman udara dilakukan menggunakan pesawat untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Selain itu, teknologi modifikasi cuaca digunakan untuk membuat hujan buatan di wilayah yang mengalami kekeringan. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman dan membasahi lahan gambut yang rentan terbakar.

Penegakan hukum juga menjadi bagian penting dari penanganan karhutla. Aparat diminta menindak tegas pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi, agar menimbulkan efek jera dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Peran Legislatif dalam Pengawasan

Sebagai anggota legislatif, Andre Rosiade menilai DPR memiliki fungsi pengawasan terhadap penanganan karhutla. Pengawasan tersebut mencakup kesiapan anggaran, koordinasi antarkementerian, serta efektivitas program pencegahan di daerah rawan kebakaran.

Ia berharap pemerintah daerah lebih sigap dalam mendeteksi titik api sejak dini. Deteksi cepat dinilai krusial agar kebakaran kecil tidak meluas menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan, terutama di lahan gambut yang api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

Kesadaran Kolektif sebagai Kunci

Andre menegaskan bahwa karhutla merupakan persoalan musiman yang berulang setiap tahun. Karena itu, ia mendorong adanya langkah pencegahan berkelanjutan, bukan hanya respons saat bencana terjadi.

Pencegahan berkelanjutan, menurutnya, dapat dilakukan melalui edukasi masyarakat, penguatan kelembagaan di tingkat desa, pemanfaatan lahan tanpa pembakaran, serta pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan rawan kebakaran.

Ajakan berdoa yang disampaikan Andre Rosiade merupakan bagian dari harapan agar musibah karhutla segera berakhir dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman. Namun, ia menekankan bahwa doa perlu disertai tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan mematuhi aturan larangan membakar lahan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter