02, 2026
Olahraga

Anggota DPR Desak FIFA Usut Dugaan Sepak Bola Gajah di Laga Malaysia Vs Singapura: Ini Bukan Kebetulan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/02/6abf2d2250c47-anggota-komisi-x-dpr-ri-fraksi-pan-muhammad-hoerudin-amin_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Anggota DPR Desak FIFA Usut Dugaan Sepak Bola Gajah di Laga Malaysia Vs Singapura

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Muhammad Hoerudin Amin, mendesak Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menyelidiki secara menyeluruh dugaan pengaturan skor dalam pertandingan antara Malaysia dan Singapura. Dorongan itu muncul setelah hasil pertandingan tersebut dinilai sangat mencurigakan dan tidak mencerminkan kualitas permainan kedua tim.

Pertandingan antara Malaysia dan Singapura dalam ajang tertentu itu menyita perhatian publik sepak bola regional. Hasil akhir yang tercipta dianggap janggal, terutama jika melihat rangkaian gol yang terjadi serta sikap para pemain di lapangan. Menurut Hoerudin, kejanggalan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus menjadi pintu masuk bagi otoritas sepak bola, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk melakukan investigasi mendalam.

Kejanggalan yang Dinilai Tak Bisa Disebut Kebetulan

Hoerudin menilai bahwa pola permainan yang ditampilkan dalam laga tersebut menunjukkan kejanggalan yang tidak wajar. Ia menyebut bahwa dalam pertandingan itu terjadi gol dengan sangat cepat, disusul gol balasan dalam waktu singkat. Pola semacam ini, menurutnya, sulit dijelaskan hanya sebagai kebetulan. Dalam pandangannya, ada indikasi kuat bahwa pertandingan mengarah pada hasil yang telah diatur sebelumnya.

"Ini bukan kebetulan," ujar Hoerudin dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa pola gol cepat, kelengahan luar biasa, dan rentetan peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu singkat merupakan tanda-tanda yang lazim muncul dalam kasus match fixing.

Pernyataan tersebut menempatkan anggota DPR itu pada posisi yang mendorong transparansi dan integritas sepak bola Asia Tenggara. Menurutnya, jika tuduhan ini benar, dampaknya tidak hanya merugikan tim yang bertanding, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap kompetisi sepak bola secara keseluruhan. Kepercayaan itu, katanya, adalah aset paling mahal dalam industri olahraga.

Dorongan agar FIFA dan PSSI Turun Tangan

Hoerudin meminta FIFA untuk segera menurunkan tim investigasi dan bekerja sama dengan federasi-federasi terkait di Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa pengaturan skor adalah kejahatan transnasional yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pernyataan saling menyalahkan. Menurutnya, buta terhadap dugaan semacam ini justru akan membuka ruang bagi praktik serupa di masa depan.

Selain menyerukan FIFA, ia juga mendorong Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk aktif memantau dan menjaga integritas kompetisi di kawasan. Kerja sama antarnegara, menurutnya, menjadi kunci untuk memberantas praktik pengaturan skor, terutama menjelang putaran-putaran penting kompetisi internasional.

Seruan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu integritas pertandingan, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Beberapa kasus pengaturan skor pernah mencuat di sejumlah negara, meski banyak di antaranya sulit dibuktikan karena minimnya bukti dan tertutupnya praktik tersebut.

Dampak Luas bagi Sepak Bola dan Publik

Menurut Hoerudin, jika dugaan pengaturan skor dibiarkan, dampaknya akan sangat luas. Ia menyoroti bahwa pengaturan skor tidak hanya melibatkan pemain, tetapi juga sering melibatkan jaringan yang lebih besar, termasuk bandar judi, perantara, hingga oknum pengatur pertandingan. Hal ini membuat penanganannya harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

Ia menambahkan, kepercayaan penonton adalah fondasi utama sepak bola. Ketika hasil pertandingan dipertanyakan, baik secara langsung maupun tidak, nilai hiburan dan sportivitas dari laga tersebut akan hilang. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan minat masyarakat untuk menonton dan mendukung tim nasional maupun klub.

Hoerudin juga mengingatkan bahwa federasi sepak bola di tingkat nasional harus lebih peka terhadap laporan-laporan dari masyarakat, termasuk dari mantan pemain dan pengamat. Menurutnya, banyak dugaan pengaturan skor yang awalnya muncul dari kalangan internal, tetapi belum mendapat respons serius dari otoritas. Ia berharap kasus Malaysia melawan Singapura bisa menjadi momentum untuk perbaikan tata kelola kompetisi.

Seruan Transparansi dan Integritas

Lebih lanjut, ia mendorong pihak-pihak yang memiliki bukti terkait pertandingan tersebut untuk menyerahkan informasi kepada FIFA atau federasi terkait. Menurutnya, tanpa bukti, tuduhan hanya akan menjadi perdebatan di media sosial tanpa penyelesaian yang jelas. Namun, jika bukti awal sudah ada, proses investigasi bisa berjalan tanpa harus menunggu eskalasi masalah.

Seruan tersebut juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan pertandingan. Ia menilai bahwa sistem pengawasan, termasuk penggunaan teknologi dan pengamat independen, perlu diperkuat. Pengaturan skor, menurutnya, sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan minimnya sanksi tegas terhadap pelaku.

Pernyataan anggota DPR itu menjadi salah satu suara yang mendesak FIFA agar tidak tinggal diam. Publik sepak bola di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pun berharap ada tindakan nyata, baik berupa penyelidikan resmi maupun perbaikan sistemik. Isu ini sekaligus mengingatkan bahwa integritas pertandingan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari FIFA maupun federasi terkait mengenai langkah investigasi atas dugaan tersebut. Namun, dorongan dari parlemen Indonesia menambah tekanan agar kasus ini ditangani secara serius, bukan hanya menjadi bahan perbincangan sesaat di ruang publik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter