30, 2026
Nasional

Antisipasi Tsunami Dampak Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Pesisir Banten

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Antisipasi Tsunami Dampak Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Pesisir Banten

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemeriksaan kesiapan antisipasi bencana tsunami di sepanjang pesisir Banten. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dampak potensi erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitas meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tim terkait untuk memantau kondisi Gunung Anak Krakatau secara intensif. "Kami telah menyiapkan tim untuk melakukan pengecekan kesiapan di wilayah pesisir Banten, terutama di Kabupaten Pandeglang dan Serang," ujar Muhari, Selasa (15/8).

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau mengalami 38 kali gempa tektonik lokal, 123 kali gempa vulkanik dangkal, dan 5 kali gempa eksplosif dalam rentang waktu 7 hari terakhir.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiagaan BNPB, Muharyono, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau perlu diwaspadai karena potensi terjadinya tsunami akibat runtuhnya bagian gunung ke laut. "Kondisi ini berpotensi mengakibatkan gelombang tsunami setinggi beberapa meter," kata Muharyono.

Pemeriksaan Kesiapan di Pesisir Banten

Tim BNPB bersama dengan BPBD setempat telah melakukan pengecekan kesiapan sistem peringatan dini, sarana evakuasi, serta koordinasi dengan masyarakat di wilayah pesisir Banten. Pemeriksaan ini mencakup 12 kecamatan yang berbatasan dengan perairan.

"Kami memastikan bahwa seluruh sistem peringatan dini tsunami sudah berfungsi dengan baik. Termasuk di dalamnya adalah perangkat Early Warning System (EWS) dan sistem komunikasi darurat," jelas Kepala BPBD Pandeglang, Ahmad Yani.

Selain itu, tim juga memeriksa kesiapan titik evakuasi dan jalur evakuasi di setiap desa. "Kami memastikan bahwa titik evakuasi sudah siap dan jalan menuju titik tersebut tidak terhalang," tambah Yani.

Sosialisasi kepada Masyarakat

Dalam rangka antisipasi, BNPB bersama BPBD setempat juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya tsunami dan cara bertindak saat terjadi bencana. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan tatap muka, penyebaran brosur, dan penggunaan media sosial.

"Kami memberikan edukasi tentang tanda-tanda datangnya tsunami, seperti gempa yang terasa lama, suara gemuruh dari arah laut, dan pergerakan air yang mundur secara drastis," ujar Kepala Bidang Logistik dan Perlengkapan BNPB, Edi Suharto.

Edi menambahkan bahwa masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan mengikuti anjuran petugas bencana jika terjadi keadaan darurat. "Penting bagi masyarakat untuk mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan," ujarnya.

Koordinasi Multi Instansi

BNPB juga telah melakukan koordinasi dengan TNI/Polri, BMKG, PVMBG, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan antisipasi bencana berjalan optimal. "Kami melakukan rapat koordinasi rutin untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan respons yang cepat jika diperlukan," kata Muhari.

BMKG sendiri terus memantau kondisi cuaca dan gelombang di sekitar Anak Krakatau. "Kami akan memberikan peringatan dini jika terjadi aktivitas vulkanik yang berpotensi mengakibatkan tsunami," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dengan demikian, pihak berwenang berupaya memberikan respons yang cepat dan efektif jika terjadi bencana tsunami akibat erupsi Anak Krakatau. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil yang mungkin timbul.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter