Antrean BBM Mengular di Sulut, Pertamina Tambah Pasokan Pertalite 30%
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menghadapi tantangan serius dalam penyaluran BBM, khususnya Pertalite, yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU sejak akhir pekan lalu. Untuk mengatasi situasi ini, Pertamina resmi menambah pasokan bensin jenis Pertalite sebesar 30% di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Dr. Steven Kandou, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina untuk menanggapi antrean yang terjadi di beberapa SPBU di kota Manado dan sekitarnya. "Kami telah menerima laporan dari masyarakat mengenai antrean yang cukup panjang di beberapa SPBU, terutama yang menyediakan Pertalite. Melalui koordinasi dengan Pertamina, kami mengetahui bahwa ada peningkatan permintaan yang signifikan sehingga menyebabkan kelangkaan sementara," jelasnya.
Penyebab Antrean BBM
Menurut Steven Kandou, antrean BBM di Sulut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, terjadi lonjakan permintaan BBM jelang libur panjang yang berbarengan dengan naiknya harga BBM di beberapa negara tetangga. Kedua, ada isu yang beredar di masyarakat tentang ketersediaan Pertalite yang akan dikurangi, sehingga banyak masyarakat yang melakukan stok bensin secara berlebihan.
"Isu yang beredar tersebut tidak benar. Pemerintah dan Pertamina menjamin ketersediaan BBM di Sulut. Namun, karena adanya hoarding atau pembelian berlebihan dari masyarakat, menyebabkan beban distribusi menjadi lebih berat," tambahnya.
Tindakan Darurat Pertamina
Untuk mengantisipasi kelangkaan yang berkepanjangan, Pertamina mengambil langkah tegas dengan menambah pasokan Pertalite sebanyak 30%. Langkah ini dilakukan sejak Senin (19/6) lalu dan terus diantisipasi hingga kondisi kembali normal. "Kami telah mengalokasikan tambahan pasokan sebanyak 30% untuk Pertalite di seluruh SPBU di Sulut. Dengan tambahan pasokan ini, kami harap antrean bisa segera teratasi," ujar Kepala Region Operasional Pertamina Sulawesi, Irwan Hamzah.
Irwan menjelaskan bahwa Pertamina juga telah memastikan armada tangki bensin berjalan maksimal untuk menyalurkan BBM ke seluruh SPBU di Sulut. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban di sekitar SPBU agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan.
Respon Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Sulut tidak tinggal diam dengan kondisi ini. Gubernur Olly Dondokambey telah memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda, Pertamina, dan pihak terkait untuk membahas solusi atas masalah antrean BBM ini. "Kami meminta agar Pertamina dapat memastikan pasokan BBM stabil. Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan hoarding karena ini akan menyebabkan ketidakstabilan pasokan," kata Olly dalam konferensi persnya.
Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membentuk tim satgas yang akan mengawasi langsung distribusi BBM di seluruh SPBU di Sulut. Tim ini akan terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, dan aparat pemerintah daerah. "Tim satgas ini akan bertugas untuk memastikan tidak ada praktik mark up atau penimbunan BBM oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.
Kondisi Saat Ini dan Harapan
Saat ini, kondisi di sejumlah SPBU di Manado mulai membaik. Antrean yang semula sangat panjang kini mulai berkurang setelah adanya tambahan pasokan dari Pertamina. Beberapa SPBU bahkan sudah kembali normal meski masih ada beberapa yang masih mengalami antrean pendek.
"Kami terus memantau kondisi di lapangan. Sementara ini, pasokan sudah mulai stabil. Namun kami masih mengimbau kepada masyarakat untuk tetap sabar dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Semua pihak sedang bekerja keras untuk memastikan ketersediaan BBM selalu stabil," ujar Irwan Hamzah.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya koordinasi yang baik antar pihak, masalah antrean BBM di Sulut dapat segera tuntas dan tidak berdampak lebih luas. Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan BBM serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Komentar (0)