18, 2026
Nasional

Bupati Sabu Raijua Dipolisikan karena Diduga Cekik Nelayan

Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard, dilaporkan setelah diduga mencekik nelayan. Polisi sedang menyelidiki insiden yang terjadi di NTT ini.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bupati Sabu Raijua Dipolisikan karena Diduga Cekik Nelayan

Bupati Sabu Raijua Dilaporkan ke Polisi Diduga Menganiaya Nelayan

Dinas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menerima laporan resmi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati Sabu Raijua, Leonard K. S., terhadap seorang nelayan lokal. Insiden yang menimpa korban bernama Yohanes N. ini terjadi pada Rabu (15/11) di wilayah pesisir desa Laiwui, Kecamatan Hawu Mahara, Kabupaten Sabu Raijua. Korban yang mengalami luka di bagian leher dan diperkirakan mengalami pemeriksaan fisik oleh tim dokter, telah melaporkan perbuatannya tersebut ke pihak berwajib.

Kronologi Insiden Penganiayaan

Menurut keterangan dari korban dan beberapa saksi mata, insiden bermula saat korban bersama beberapa nelayan lain sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan dekat pesisir. Sekitar pukul 09.00 WITA, Bupati Leonar K. S. didampingi beberapa stafnya datang ke lokasi dengan menggunakan perahu cepat. Korban mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan kedatangan bupati tersebut, namun terjadi percakapan yang kemudian berujung pada adu mulut.

Dalam laporannya, korban menyatakan bahwa bupati secara tiba-tiba mendekat dan melakukan aksi cekik terhadap leher korban dengan menggunakan kedua tangannya. "Saya terkejut dan tidak bisa bergerak saat beliau (bupati) mencengkeram leher saya dengan erat. Saya merasa sesak dan hampir pingsan," ujar korban dalam laporannya yang diterima polisi.

Beberapa nelayan yang berada di dekat lokak kemudian berusaha melerai dan memisahkan korban dari bupati. Setelah terpisah, korban merasakan nyeri di bagian leher dan menemukan bekas lecet merah yang menandakan adanya tekanan fisik. Korban pun segera dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum melapor ke polisi.

Respon Pihak Terkait

Kepala Kepolisian Resor Sabu Raijua, AKBP Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan penganiayaan ini. "Kami sudah menerima laporan korban dan sedang melakukan verifikasi serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi yang ada," jelas AKBP Budi Santoso.

Sementara itu, Wakil Bupati Sabu Raijua, Yohanes B. N., meminta agar pihak berwajib dapat melakukan proses hukum secara objektif dan adil. "Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Semua pihak harus menjalankan perannya sesuai aturan yang berlaku," ujar wabup.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Drs. Marthen L. D., mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai insiden tersebut. "Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak kepolisian. Jika ada informasi yang jelas, nanti akan kami sampaikan," katanya.

Tuntutan dan Reaksi Publik

Insiden ini menuai reasi keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan nelayan dan organisasi masyarakat di Sabu Raijua. Aliansi Nelayan Sabu Raijua mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh bupati dan meminta agar pihak berwajib segera menindak tegas apabila terbukti bersalah.

"Kami menuntut agar bupati tidak diistimewakan dalam kasus ini. Jika terbukti melakukan penganiayaan, maka ia harus mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku, sama seperti warga biasa," kata perwakili aliansi, Paulus L.

Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat dan mantan pejabat di Sabu Raijua meminta agar bupati sementara waktu mengundurkan diri dari jabatannya guna menjaga proses hukum yang berjalan. "Agar tidak ada pengaruh dalam proses penyelidikan, kami mengimbau bupati untuk mundur sementara," kata mantan bupati Sabu Raijua, Drs. Abraham M.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan memeriksa semua pihak yang terkait dalam insiden ini. "Kami akan mengumpulkan semua bukti dan keterangan sebelum menentukan langkah selanjutnya," pungkas AKBP Budi Santoso.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter