30, 2026
Nasional

Api Padam, Ini Dugaan Sebab Kebakaran Tank Container di Pelabuhan Priok

Pemadaman tank container terbakar di area New Priok Container Terminal One (NPCT1), Pelabuhan Tanjung Priok telah selesai.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Api Padam, Ini Dugaan Sebab Kebakaran Tank Container di Pelabuhan Priok

Api Padam, Ini Dugaan Sebab Kebakaran Tank Container di Pelabuhan Priok

KEBAKARAN yang melanda area pelabuhan internasional Tanjung Priok pada Rabu (28/6) akhirnya berhasil dipadamkan setelah berkecamuk selama beberapa jam. Api yang berasal dari tank container berisi bahan kimia berbahaya mengakibatkan kepanikan di tengah aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang menjadi gerbang utama perdagangan Indonesia tersebut. Meski api sudah dikuasai, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian yang mengakibatkan aktivitas pelabuhan terganggu sebagian.

Kepala Pelaksanaan Kegiatan Basarnas Bambang Soelistyo mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 14.30 WIB. "Api sudah padam total. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tim kami masih melakukan pendinginan untuk menghindari terjadinya kembali kebakaran," ujarnya.

Kronologi Kebakaran di Pelabuhan Priok

Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat menyala pada bagian tank container yang sedang menunggu untuk dibongkar sekitar pukul 11.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke sekitarnya disertai ledakan kecil yang diakibatkan oleh reaksi bahan kimia yang ada di dalam container.

Tim pemadam kebakaran dari Pelabuhan Tanjung Priok segera dikerahkan ke lokasi. Namun karena intensitas api yang tinggi dan bahan kimia yang terlibat, mereka meminta bantuan dari beberapa unit pemadam kebakaran dari Jakarta Utara dan sekitarnya. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tang air diterjunkan untuk memadamkan api.

Bahan Kimia yang Terlibat

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dokumen pengiriman, tank container yang terbakar berisi bahan kimia bernama Xylene seberat 20 ton. Xylene adalah cairan tak berwarna yang mudah menguap dan sangat mudah terbakar. Bahan kimia ini umumnya digunakan dalam industri cat, cat enamel, dan pelarut.

Dampak pada Operasional Pelabuhan

Kejadian ini mengakibatkan beberapa aktivitas bongkar muat di area dermaga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran harus dihentikan sementara. Beberapa kapal yang sedang menunggu untuk bersandar juga terpaksa menunda aktivitasnya hapi area aman.

Dampak kebakaran juga terasa di sekitar pelabuhan. Warga yang tinggal di dekat area pelabuhan melaporkan mengalami iritasi mata dan tenggorokan akibat asap pekat yang menyebar. Pihak pelabuhan segera membagikan masker kepada warga sekitar dan meminta mereka untuk tetap berada di dalam rumah sementara asap belum merata.

Penyelidikan Sebab Kebakaran

Setelah api padam, tim penyelidik dari Polrestro Jakarta Utara, Basarnas, dan instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk menelusuri penyebab kebakaran. Beberapa saksi mata juga dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Pelabuhan Tanjung Priok, Eko Hendarso, mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kembali prosedur penanganan bahan kimia berbahaya di pelabuhan. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada kejadian serupa di masa depan. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama kami," ujarnya.

Insiden kebakaran di Pelabuhan Tanjung Priok ini menjadi pengingat penting akan pentingnya pengelolaan bahan berbahaya di area pelabuhan. Dengan volume perdagangan yang besar dan berbagai macam barang yang masuk setiap harinya, kepatuhan terhadap standar keamanan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter