20, 2026
Nasional

Arsenal Bisa Rekrut Khvicha Kvaratskhelia, tapi 2 Kendala Menghadang

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nama Khvicha Kvaratskhelia kembali muncul dalam perbincangan bursa transfer. Winger tim nasional Georgia itu disebut sebagai salah satu nama yang masuk dalam pertimbangan Arsenal untuk memperkuat lini serang. Namun, peluang klub London utara tersebut untuk mendapatkan pemain berusia 24 tahun itu tidak terbuka lebar. Setidaknya ada dua kendala yang menghadang sebelum negosiasi serius bisa dimulai.

Profil Singkat Khvicha Kvaratskhelia

Kvaratskhelia lahir di Tbilisi pada 12 Februari 2001. Ia menempuh jalur pembinaan di Dinamo Tbilisi sebelum pindah ke Rubin Kazan pada 2019. Setelah sempat bermain di Dinamo Batumi, ia bergabung dengan Napoli pada musim panas 2022 dan langsung menjadi salah satu pemain paling menonjol di Serie A.

Pada musim perdananya bersama Napoli, ia menjadi bagian penting dari keberhasilan klub meraih gelar juara Serie A 2022/2023, prestasi pertama Napoli dalam lebih dari tiga dekade. Penampilannya di sayap kiri, dengan kemampuan menggiring bola, melewati lawan satu lawan satu, dan menciptakan peluang, membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A pada musim tersebut.

Bersama tim nasional Georgia, Kvaratskhelia menjadi tokoh utama dalam sejarah kualifikasi Euro 2024, ketika Georgia untuk pertama kalinya lolos ke putaran final turnamen besar. Ia juga tampil menonjol di Euro 2024, termasuk saat Georgia mengalahkan Portugal di fase grup.

Pada Januari 2025, Kvaratskhelia meninggalkan Napoli dan bergabung dengan Paris Saint-Germain. Kepindahan itu mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya di Italia dan menempatkannya dalam proyek ambisius klub ibu kota Prancis.

Kendala Pertama: Banderol Tinggi dan Kontrak Panjang

Hambatan utama bagi Arsenal adalah struktur kontrak Kvaratskhelia di Paris Saint-Germain. Pemain yang akrab disapa Kvara itu menandatangani kontrak jangka panjang ketika bergabung pada Januari 2025, sehingga posisi PSG sebagai pemegang hak pemain sangat kuat.

Biaya yang dikeluarkan PSG untuk merekrutnya dari Napoli juga tidak kecil. Angka tersebut menjadi acuan dalam setiap pembicaraan mengenai kemungkinan penjualan. Dalam kondisi seperti itu, klub yang berminat harus menyiapkan dana transfer besar, ditambah beban gaji yang mengikuti standar pemain bintang di klub papan atas Eropa.

Bagi Arsenal, pengeluaran sebesar itu bukan hal mustahil, tetapi menuntut perhitungan yang cermat. Klub berstatus sebagai salah satu kekuatan Liga Primer dengan pendapatan komersial besar, namun tetap terikat pada aturan keberlanjutan dan keuntungan (Profit and Sustainability Rules/PSR) serta regulasi keuangan UEFA. Setiap pembelian besar harus mempertimbangkan ruang fiskal, struktur amortisasi, dan dampaknya terhadap neraca klub dalam beberapa musim ke depan.

Selain itu, PSG tidak memiliki tekanan untuk menjual. Klub yang berbasis di Parc des Princes itu tengah membangun skuad dengan ambisi bersaing di Liga Champions, dan Kvaratskhelia diproyeksikan sebagai bagian dari fondasi tim, bukan aset yang dilepas setelah satu tahun.

Kendala Kedua: Prioritas Skuad dan Keinginan Pemain

Kendala berikutnya menyangkut kebutuhan Arsenal sendiri. Manajemen dan tim pelatih disebut memiliki daftar prioritas yang lebih mendesak, terutama posisi penyerang tengah dan gelandang. Selama kebutuhan tersebut belum terpenuhi, alokasi dana besar untuk posisi sayap berpotensi ditunda.

Lini sayap Arsenal sudah dihuni pemain seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, dan Gabriel Jesus yang kerap bermain melebar. Kedatangan Kvaratskhelia akan menambah kualitas, tetapi juga menimbulkan persoalan keseimbangan menit bermain dan potensi kelebihan jumlah pemain di satu sektor.

Faktor keinginan pemain juga menjadi variabel penting. Kvaratskhelia baru menjalani satu tahun bersama PSG. Seorang pemain yang baru beradaptasi dengan liga baru biasanya membutuhkan waktu sebelum mengambil keputusan untuk pindah lagi. Selama ia merasa nyaman dan mendapat kepercayaan di Paris, peluang klub lain untuk membujuknya tetap kecil.

Selain itu, persaingan tidak hanya datang dari Arsenal. Beberapa klub besar Eropa dikabarkan memantau situasi pemain yang memiliki kontrak jangka panjang tersebut. Persaingan ini berpotensi mendorong harga semakin tinggi dan memperkecil ruang negosiasi.

Konteks Bursa Transfer Arsenal

Arsenal dalam beberapa musim terakhir dikenal aktif mendatangkan pemain dengan harga besar, seperti Declan Rice, Kai Havertz, dan Jurrien Timber. Pola tersebut menunjukkan kesediaan klub berinvestasi, tetapi juga menuntut efisiensi karena setiap pembelian besar membatasi ruang gerak pada jendela transfer berikutnya.

Manajemen Arsenal juga cenderung berhati-hati terhadap pemain yang baru saja berpindah klub dengan biaya tinggi. Pengalaman menunjukkan bahwa negosiasi semacam itu sering berakhir dengan harga yang sulit dijangkau atau tidak berjalan sama sekali.

Penilaian Sementara

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Arsenal maupun Paris Saint-Germain mengenai kemungkinan transfer ini. Nama Kvaratskhelia lebih tepat diposisikan sebagai salah satu opsi dalam daftar pertimbangan klub, bukan target utama yang sedang dinegosiasikan.

Dengan kontrak panjang, banderol tinggi, dan prioritas skuad yang belum selaras, peluang Arsenal merekrut Kvaratskhelia pada jendela transfer terdekat tergolong kecil. Segala perkembangan akan sangat bergantung pada sikap PSG, keinginan pemain, serta ruang finansial yang tersedia bagi Arsenal. Sampai ada kepastian, pembicaraan mengenai masa depan winger asal Georgia itu masih sebatas spekulasi bursa transfer.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter