21, 2026
Nasional

ASI: Kepercayaan ke Prabowo-Gibran 61,4 Persen, Kepuasan Beda Angka

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

ASI: Kepercayaan ke Prabowo-Gibran 61,4 Persen, Kepuasan Beda Angka

Survei Asosiasi Survei Indonesia (ASI) menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mencapai 61,4 persen. Angka ini menunjukkan dominasi pasangan nomor urut 2 dalam survei yang dilakukan pada Oktober 2023. Meskipun demikian, ada perbedaan signifikan antara tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan tersebut.

Hasil Survei dan Metodologi

ASI melaksanakan survei dengan menggunakan metode random digit dialing (RDD) melalui telepon seluler pada 3-12 Oktober 2023. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 1.200 orang yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini adalah ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei, responden diminta memberikan penilaian mengenai tingkat kepercayaan mereka terhadap berbagai tokoh politik, termasuk pasangan Prabowo-Gibran. Hasilnya menunjukkan 61,4 persen responden menyatakan percaya terhadap pasangan ini, sementara 38,6 persen menyatakan tidak percaya.

Perbedaan Antara Kepercayaan dan Kepuasan

Menariknya, meskipun tingkat kepercayaan tinggi, survei juga mengungkap bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo-Gibran relatif lebih rendah. Hanya 48,7 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja pasangan tersebut, sementara 51,3 persen menyatakan tidak puas.

"Ada jarak antara kepercayaan dan kepuasan yang cukup signifikan," ujar Direktur Eksekutif ASI, Ahmad Dhani, dalam rilis resmi. "Hal ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat percaya pada kapasitas dan komitmen Prabowo-Gibran, mereka belum merasakan dampak nyata dari apa yang dijanjikan."

Analisis Respons Publik

Tim peneliti ASI menganalisis respons responden untuk memahami lebih dalam mengenai perbedaan antara kepercayaan dan kepuasan. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab antara lain:

Pertama, kepercayaan cenderung lebih terkait dengan citra dan pengalaman masa lalu seorang politisi, sementara kepuasan lebih terkait dengan kinerja dan hasil yang dirasakan secara langsung. Prabowo, yang memiliki pengalaman di militer dan politik, mungkin dinilai memiliki karakter yang kuat dan dapat dipercaya, namun masyarakat belum melihat bukti nyata dari komitmennya.

Kedua, survei menunjukkan bahwa 67,3 persen responden menyatakan belum melihat perubahan signifikan di daerahnya setelah Prabowo-Gibran memimpin. Ini menunjukkan ada kesenjangan antara janji kampanye dengan realitas di lapangan.

Reaksi dari Pihak Terkait

Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusumo, mengaku mengapresiasi hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.

"Kami menghargai kepercayaan masyarakat yang diberikan. Namun, kami sadar bahwa kepercayaan harus dibuktikan dengan kinerja nyata. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan," ujar Hashim dalam konferensi pers.

Sementara itu, pakar politik dari Universitas Indonesia, Budiawan, mengatakan bahwa hasil survei ini menunjukkan tantangan besar bagi pasangan Prabowo-Gibran. "Mereka harus memastikan janji kampanye mereka bisa terwujud dalam waktu dekat. Jika tidak, tingkat kepercayaan yang tinggi bisa berkurang drastis," ujar Budiawan.

Tren Perbandingan dengan Pasangan Lain

Dalam survei yang sama, ASI juga mengukur tingkat kepercayaan terhadap pasangan capres-cawapres lainnya. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan kepercayaan 22,3 persen, sementara Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapatkan kepercayaan 16,3 persen.

"Meskipun perbedaan angka signifikan, penting untuk dicatat bahwa survei ini hanya mengukur tingkat kepercayaan pada saat ini. Politik sangat dinamis, dan angka bisa berubah tergantung pada berbagai faktor, kinerja pemerintahan, dan dinamika kampanye," tambah Ahmad Dhani dari ASI.

Kesimpulan

Hasil survei ASI menunjukkan bahwa meskipun pasangan Prabowo-Gibran memegang kepercayaan mayoritas masyarakat, ada tugas besar untuk mengubah kepercayaan tersebut menjadi kepuasan nyata. Jarak antara kepercayaan dan kepuasan menjadi poin krusial yang perlu diperhatikan oleh pasangan nomor urut 2 dalam menghadapi tahap selanjutnya jelang Pilpres 2024.

Survei ini juga menyoroti pentingnya konsistensi antara janji kampanye dengan pelaksanaan di lapangan. Dalam politik, kata-kata penting, tapi tindakan lebih penting lagi. Bagaimana Prabowo-Gibran dapat memenuhi ekspektasi masyarakat akan menjadi penentu keberlanjutan kepercayaan yang telah mereka raih.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter