420 Penumpang Selamat, Penyebab KMP Batumandi Terbakar Masih Diselidiki
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda pada Rabu malam berhasil menyelamatkan 420 penumpangnya. Insiden yang mengejutkan ini menimbulkan kepanikan di tengah laut namun berakhir dengan relatif baik tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas Jaya Aditya Suhendra mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat KMP Batumandi tengah berlayar dari Merak, Banten, ke Bakauheni, Lampung. Kapal yang membawa 415 penumpang dan 5 awak ini sempat terlihat menyemburkan asap tebal sebelum api mulai menjalar di bagian mesin kapal.
Evakuasi Massa di Tengah Kebakaran
Menurut keterangan saksi mata, kebakaran bermula dari bagian mesin kapal yang kemudian dengan cepat menjalar ke bagian atas. Para penumpang yang sebagian besar adalah penumpang biasa dan beberapa sopir truk segera panik namun upaya evakuasi segera dilakukan oleh awak kapal dan beberapa penumpang yang tetap tenang.
"Saya sedang duduk di dek saat tiba-tiba ada asap tebal dari arah mesin. Beberapa menit kemudian api sudah terlihat jelas. Awak kapal segera meminta semua penumpang memakai pelampung dan bersiap-siap melompat ke perahu darurat," kata salah satu penumpang bernama Ahmad yang selamat dalam kejadian ini.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri segera diturunkan ke lokasi setelah menerima laporan tentang kebakaran di KMP Batumandi. Enam unit kapal patroli TNI AL dan dua helikopter SAR dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi.
Proses Evakuasi Berjalan Lancar
Proses evakuasi berjalan relatif lancar meskipun dalam kondisi yang cukup kacau. Sebanyak 20 perahu darurat berhasil digunakan untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal. Seluruh korban selamat dan dievakuasi ke pelabuhan Bakauheni serta Pulau Pramuka untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
"Kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua penumpang dan awak kapal telah dievakuasi dengan selamat. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan akibat terjatuh saat proses evakuasi namun kondisinya sudah stabil setelah mendapat perawatan," jelas Kepala Basarnas Jaya.
Penyebab Kebakaran Masih Misteri
Sementara itu penyebab pasti kebakaran di KMP Batumandi masih dalam penyelidikan tim investigasi dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Tim tersebut sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi serta awak kapal.
Kepala Ditjen Perhubungan Laut Novie Riyanto mengatakan bahwa awal penyelidikan menunjukkan kebakaran berasal dari bagian mesin kapal. "Namun kita masih perlu mengumpulkan lebih banyak bukti untuk menentukan penyebab pastinya. Bisa jadi karena short listrik, kebocoran bahan bakar, atau faktor lainnya," jelasnya.
KMP Batumandi sendiri adalah kapal tipe ro-ro (roll on-roll off) dengan kapasitas 500 penumpang. Kapal ini mulai beroperasi pada tahun 2015 dan terakhir menjalani inspeksi rutin pada bulan Oktober lalu. Data menunjukkan bahwa kapal ini memiliki sertifikat kelayakan operasional yang masih berlaku hingga tahun 2025.
Langkah Pencegahan Insident Serupa
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia. Kementerian Perhubungan mengaku akan memperketas pengawasan terhadap kapal-kapal penumpang untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Sementara itu, pihak berwenang masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menuntaskan penyelidikan kasus kebakaran KMP Batumandi. Hasil investigasi diharapkan bisa segera diketahui guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Komentar (0)