Greenpeace Bentangkan Spanduk di Patung Bundaran HI, Bawa Pesan Krisis Iklim
Organisasi lingkungan Greenpeace melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Rabu (15/3/2023). Aktivis lingkungan ini membentangkan spanduk besar bertuliskan "Klaim Kehidupan: Ulangi Pemilu, Ulangi Iklim" di dekat patung dirgantara yang menjadi ikon kawasan tersebut. Aksi ini dilakukan sehari sebelum peringatan Hari Hutan Internasional dan bertepatan dengan momentum pemilu serentak di Indonesia.
Dalam aksinya tersebut, sekitar 15 aktivis Greenpeace berhasil memasang spanduk berukuran 15x10 meter di area terbuka dekat Patung Dirgantara. Spanduk tersebut menggunakan bahan kain ramah lingkungan yang terbuat dari b daur ulang. Aksinya ini bertujuan untuk menarik perhatian publik dan para calon legislatif serta presiden soal urgensi mengatasi krisis iklim yang semakin memburuk.
Koordinator Kampanye Iklim Greenpeace Indonesia, Alin, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk desakan agar para calon pemimpin bangsa menempatkan isu iklim sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang akan dibuat. Menurutnya, krisis iklim bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan ancaman eksistensial yang harus dihadapi segera.
"Kita serukan agar setiap calon pemimpin, dari presiden hingga legislatif, menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi krisis iklim. Krisis iklim bukan lagi agenda belakang, tapi masalah mendesak yang mempengaruhi kehidupan jutaan orang di Indonesia," kata Alin dalam keterangannya.
Latar Belakang Aksi
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, dihadapkan pada risiko yang signifikan akibat perubahan iklim. Naiknya permukaan air laut, perubahan pola hujan, dan bencana alam ekstrem semakin sering terjadi di berbagai wilayah. Greenpeace menyoroti bahwa Indonesia kehilangan hutan dengan laju yang mengkhawatirkan, padahal hutan merupakan paru-paru dunia yang sangat penting menyerap emisi karbon.
Data yang dirilis Greenpeace menunjukkan bahwa deforestasi di Indonesia mencapai rata-rata 1,1 juta hektar per tahun dalam dekade terakhir. Angka ini membuat Indonesia masuk dalam lima negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Kondisi ini semakin memperparah krisis iklim global dan mengancam keberlanjutan ekosistem lokal.
Desakan Kebijakan
Melalui aksi di Bundaran HI, Greenpeace menyampaikan beberapa desakan konkret kepada pemerintah dan para calon pemimpin. Pertama, penghentian izin penebangan hutan dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang merusak ekosistem. Kedua, percepatan transisi energi menuju sumber terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada batubara. Ketiga, peningkatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim melalui program adaptasi dan mitigasi yang komprehensif.
"Kita tidak bisa menunggu lagi. Setiap kebijatan yang dibuat hari ini akan menentukan masa depan anak cucu kita. Para calon pemimpin harus tegas dalam melindungi sumber daya alam dan memastikan keberlanjutan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan," tambah Alin.
Respons Pihak Terkait
Sampai berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pemerintah atau para calon pemimpin mengenai aksi Greenpeace tersebut. Namun, aksi ini mendapat berbagai respons dari masyarakat di media sosial. Beberapa pihak mendukung aksi ini sebagai bentek kesadaran pentingnya isu iklim, sementara ada juga yang menganggap aksi ini mengganggu ketertiban umum.
Polisi Pamong Praja yang berjaga di lokasi aksi hanya mengawasi dari jarak jauh tanpa melakukan intervensi. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Kompol Budi Santoso, mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan secara teratur dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
"Kami mengawasi situasi dan memastikan aksi berjalan aman dan tertib. Selama tidak ada pelanggaran hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum, kami mengizinkan aksi ini berlangsung," ujar Budi.
Masa Depan Aksi
Greenpeace menyatakan bahwa aksi di Bundaran HI merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang akan dilakukan menjelang pemilu dan setelahnya. Mereka berencana melakukan pendekatan ke para calon pemimpin untuk meminta komitmen tertulis mengenai isu iklim. Selain itu, akan diselenggarakan juga kampanye edukasi di berbagai kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dengan semakin mendekati hari pemilu, Greenpeace berharap isu iklim dapat menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat dalam memilih pemimpin masa depan. Krisis iklim menurut mereka bukan lagi isu lingkungan semata, tapi masalah ekonomi, kesehatan, dan keamanan nasional yang memerlukan solusi komprehensif dan cepat.
Komentar (0)