17, 2026
Nasional

Aturan Ganjil-Genap Pertalite di Bali, Antrean BBM Berangsur Surut

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Aturan Ganjil-Genap Pertalite di Bali, Antrean BBM Berangsur Surut

Pemerintah Provinsi Bali mengimplementasikan kebijakan ganjil-genap untuk distribusi Pertalite di sejumlah wilayah setelah sebelumnya terjadi antrean panjang di SPBU. Kebijakan ini diberlakukan guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Pulau Dewata.

Dilansir dari kantor Wilayah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali, kebijakan ganjil-genap untuk Pertalite mulai diberlakukan pada Rabu (26/7/2023) di 15 SPBU tersebar di tiga kabupaten dan dua kota di Bali. SPBU yang menerapkan aturan ini meliputi wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Buleleng.

Implementasi Kebijakan

Kepala Wilayah ESDM Bali, I Made Suardana, menjelaskan bahwa kebijakan ganjil-genap ini diberlakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan stok Pertalite di SPBU. Menurutnya, kebijakan ini akan dinilai efektif atau tidak setelah dua penerapan.

"Kami akan pantau selama dua hari. Jika ternyata efektif dan tidak ada antrean lagi, maka kebijakan ini akan diperpanjang. Namun jika masih ada kendala, kami akan mengevaluasi kembali," ujarnya dalam konferensi pers di Denpasar.

Aturan ganjil-genap ini membatasi pembelian Pertalite berdasarkan tanggal pada KTP pengendara. Pengendara dengan plat ganjil hanya dapat membeli pada tanggal ganjil, sedangkan pengendara dengan plat genap hanya dapat membeli pada tanggal genap. Selain itu, setiap kendaraan hanya dibatasi untuk mengisi maksimal 10 liter Pertalite per transaksi.

Respons Masyarakat

Sehari setelah kebijakan diberlakukan, antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya mencapai ratusan meter mulai berkurang. Beberapa pengendara menyatakan apresiasi terhadap kebijakan ini meskipun awalnya sempat kebingungan dengan aturan yang diterapkan.

"Awalnya agak bingung juga sih, tapi setelah dipahami ternyata ini bagus. Sebelumnya antreannya memang panjang sekali, sekarang lebih teratur," ujara Wayan, seorang pengendara ojek online di Denpasar.

Di sisi lain, beberapa pengendara mengeluhkan kebijakan ini karena dirasa merepotkan. Khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan harus bergantung pada angkutan umum atau kendaraan sewaan.

"Kalau untuk kendaraan pribadi mungkin tidak masalah, tapi bagi kami yang pakai angkot agak sulit karena tergantung plat angkotnya juga. Kadang-kadang harus repot minta tolong teman yang platnya sesuai tanggal," keluh I Komang, seorang pedagang kaki lima di Gianyar.

Langkah-Langkah Pendukung

Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, pihak Pertamina dan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali turut melakukan penjagaan ketat di SPBU yang menerapkan aturan ganjil-genap. Petugas akan mengecek identitas pengendara dan memastikan aturan ditaati dengan baik.

"Kami akan melakukan patroli rutin di SPBU yang menerapkan kebijakan ini. Kami juga meminta kerjasama masyarakat untuk memahami dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar distribusi BBM berjalan lancar," jelas Kepala Satpol PP Bali, I Made Gede Wiratna.

Selain itu, pemerintah provinsi juga berencana untuk menambah stok Pertalite di SPBU yang rawan antrean. Rencananya, tambahan stok ini akan didistribusikan secara bertahap untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada akhir pekan atau saat musim liburan.

Prospek Kebijakan

Menurut analis energi dari Universitas Udayana, I Wayan Rusastra, kebijakan ganjil-genap ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah pasokan BBM di Bali. Namun, ia menambahkan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan edukasi yang intensif kepada masyarakat.

"Secara konsep kebijakan ini bagus untuk menyeimbangkan permintaan dan pasokan. Namun perlu ada sosialisasi yang jelas agar masyarakat tidak bingung dan tidak ada interpretasi yang berbeda-beda tentang aturan yang diterapkan," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali masih menunggu evaluasi dari dua penerapan kebijakan ini sebelum memutuskan apakah akan diperpanjang atau diubah. Jika kebijakan ini terbukti efektif, maka pihak berencana untuk menerapkannya di SPBU lainnya yang rawan antrean.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan antrean panjang di SPBU di Bali dapat benar-benar surut dan masyarakat dapat mendapatkan akses terhadap BBM bersubsidi dengan lebih mudah dan merata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter