Ganjil Genap Diberlakukan, Begini Perkembangan Antrean BBM di SPBU Bali
Penerapan sistem ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Bali mulai menunjukkan dampaknya sejak hari pertama berlaku. Kebijakan yang dikeluangan Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan untuk mengurasi antrean panjang yang terjadi di beberapa SPBU utama di pulau dewata akibar keterbatasan pasokan BBM subsidi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada hari pertama penerapan sistem ganjil-genap, beberapa SPBU yang sebelumnya memiliki antrean mencapai beberapa kilometer seperti di SPBU Ngurah Rai dan SPBU Jalan Teuku Umar kini menunjukkan penurunan signifikan. Panitia pengendali operasional BBM di Bali melaporkan bahwa rata-rata waktu tunggu pengendara untuk mengisi BBM subsidi di SPBU tersebut berhasil dikurangi hingga 60%.
Implementasi Sistem Ganjil-Genap di Berbagai Lokasi
Sistem ganjil-genap diterapkan berdasarkan nomor polisi kendaraan yang berakhir dengan angka ganjil atau genap. Pengendara dengan nomor polisi ganjil hanya diperbolehkan mengisi BBM pada hari dengan tanggal ganjil, sedangkan pengendara dengan nomor polisi genap hanya diperbolehkan pada hari dengan tanggal genap. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Dari observasi di lapangan, sistem ini terlihat berjalan cukup lancar di sebagian besar SPBU di Denpasar, Badung, dan Gianyar. Petugas SPBU bersama aparat kepolisian dan TNI/Polri yang turun langsung ke lapatan berhasil mengatur arus kendaraan dengan baik. Namun, di beberapa daerah seperti di kabupaten Jembrana dan Buleleng, masih terlihat sedikit kebingungan dari para pengendara mengenai penerapan sistem ini.
Tanggapan Masyarakat
Sebagian besar pengendara menyambut positif penerapan sistem ganjil-genap ini. I Made Suardika, seorang pengendara ojek online di Denpasar, mengaku merasa lega setelah tidak lagi harus mengantre selama berjam-jam untuk mengisi BBM subsidi.
"Sebelumnya saya harus bangun pukul 03.00 dini hari untuk bisa mendapatkan BBM subsidi karena kalau terlambat pasti habis. Sekarang dengan sistem ini, saya bisa lebih mengatur jadwal pengisian BBM sesuai nomor polisi saya," ujarnya.
Di sisi lain, beberapa pengendara yang baru mengetahui kebijakan ini merasa kebingungan. Ketut Arta, warga Singaraja, mengaku baru mengetahui penerapan sistem ganjil-genap saat sudah berada di SPBU.
"Saya tidak tahu kalau ada sistem ganjil-genap. Padahal saya sudah mengantre selama satu jam baru tahu hari ini tanggal genap sedangkan nomor polisi saya ganjil. Jadi harus pulang lagi besok," keluhnya.
Pasokan BBM dan Upaya Pemerintah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gede Putu Eka, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring pasokan BBM di seluruh SPBU di Bali. Menurutnya, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dengan menambah frekuensi pengiriman dari Depo Pertamina Gilimanuk dan Depo Pertamina Benoa.
"Kami telah memastikan pasokan BBM di Bali mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kami juga telah mengerahkan 20 unit mobil tangki cadangan untuk siap menjangkau daerah-daerah yang mengalami keterbatasan pasokan," jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi penimbunan BBM, pemerintah daerah juga telah menurunkan tim pengawas di setiap SPBU. Tim ini akan memastikan bahwa setiap pengendara hanya mengisi BBM sesuai kuota yang ditetapkan, yaitu maksimal 60 liter untuk kendaraan rodu empat dan 20 liter untuk kendaraan roda dua.
Prospek Kebijakan ke Depan
Pemerintah Provinsi Bali berencana mengevaluasi kembali keefektifian penerapan sistem ganjil-genap setelah berjalan selama satu minggu. Evaluasi ini akan melibatkan berbagai pihak termasuk asosiasi pengusaha transportasi, masyarakat, dan pihak Pertamina.
"Kami akan lihat dulu hasilnya satu minggu ke depan. Jika ternyata sistem ini efektif mengurasi antrean, maka kebijakan ini akan kita terapkan hingga pasokan BBM stabil kembali. Namun jika ada masukan yang membangun, kami siap melakukan penyesuaian," tambah Eka.
Sementara itu, Pertamina Area Bali-Nusa Tenggara juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam mengisi BBM. Menurut Kepala Humas Pertamina Area Bali-Nusa Tenggara, I Made Suarya, pihaknya telah memastikan pasokan BBM di Bali aman dan stabil.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap sabar dan tidak terpanik mengisi BBM. Pasokan BBM di Bali mencukupi dan kami terus melakukan monitoring untuk memastikan tidak ada daerah yang kekurangan," pungkasnya.
Komentar (0)