25, 2026
Nasional

Bahlil Lapor Prabowo, Target PNBP Rp 165 Triliun Bisa Tambal Belanja Subsidi

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bahlil Lapor Prabowo, Target PNBP Rp 165 Triliun Bisa Tambal Belanja Subsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melaporkan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 165 triliun kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Target ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa pihaknya optimis target PNBP sebesar Rp 165 triliun untuk tahun 2023 dapat tercapai, bahkan melebihi target yang telah ditetapkan.

Dalam rapat tersebut, Arifin Tasrif menjelaskan bahwa target PNBP sebesar Rp 165 triliun berasal dari berbagai sektor di bawah naungan Kementerian ESDM. "Kita optimis target PNBP tahun 2023 sebesar Rp 165 triliun bisa tercapai bahkan melebihi target," ujar Arifin Tasrif seusai rapat koordinasi di Istana Negara, Rabu (15/3/2023).

Target PNBP yang cuk besar ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara guna mendukung anggaran belanja negara. Khususnya, dana hasil PNBP ini diharapkan dapat digunakan untuk menutupi defisit anggaran yang disebabkan oleh masih besarnya beban subsidi energi dan listrik yang diberikan oleh pemerintah.

PNBP dari Sektor Energi dan Migas

Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa PNBP terbesar diharapkan berasal dari sektor hulu migas dan listrik. Untuk sektor hulu migas, target PNBP ditetapkan sebesar Rp 76 triliun, sedangkan untuk sektor listrik sebesar Rp 44 triliun. Sementara itu, PNBP dari sektor mineral dan batubara ditargetkan mencapai Rp 45 triliun.

"Kami melihat potensi PNBP dari sektor hulu migas masih sangat besar. Ada beberapa kontrak kerja sama (KKKS) yang telah menunjukkan komitmen untuk meningkatkan produksi dan kontribusi PNBP," jelas Arifin.

Untuk sektor listrik, pemerintah berencana meningkatkan tarif listrik untuk golongan tertentu seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga batubara. Kenaikan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan PNBP dari sektor listrik.

Strategi Mencapai Target PNBP

Untuk mencapai target PNBP yang cukup besar, Kementerian ESDM akan melakukan beberapa strategi. Pertama, meningkatkan produksi minyak bumi dan gas alam. Kedua, mengoptimalkan penerimaan dari sektor mineral dan batubara. Ketiga, meningkatkan efisiensi subsidi energi dan listrik.

"Kita akan fokus pada peningkatan produksi minyak bumi dan gas alam. Ada beberapa lapangan minyak yang akan kita dorong produksinya. Selain itu, kita juga akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan untuk memastikan penerimaan negara dari sektor ini maksimal," ujar Arifin.

Arifin juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan subsidi energi dan listrik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasar dan tidak disalahgunakan. "Kita akan periksa kembali penerimaan subsidi untuk memastikan bahwa benar-benar tepat sasar dan tidak ada kebocoran," katanya.

Potensi Tambal Belanja Subsidi

Target PNBP sebesar Rp 165 triliun ini sangat penting bagi pemerintah dalam mengisi kekosongan anggaran akibat masih besarnya beban subsidi energi dan listrik. Menurut Arifin, penerimaan PNBP yang optimal dapat menjadi sumber tambahan anggaran yang signifikan.

"Dengan PNBP yang mencapai target bahkan melebihinya, kita bisa mengalokasikan dana tersebut untuk menutupi defisit anggaran yang disebabkan oleh subsidi. Artinya, kita bisa 'tambal' belanja subsidi dengan PNBP yang kita capai," jelasnya.

Pemerintah saat ini sedang berupaya keras untuk mengurangi subsidi energi dan listrik seiring dengan kenaikan harga global energi. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban anggaran dan memastikan subsidi tepat sasar kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tantangan dalam Mencapai Target

Meskipun optimis, Arifin mengakui ada beberapa tantangan dalam mencapai target PNBP sebesar Rp 165 triliun. Pertama, volatilitas harga komoditas global yang dapat memengaruhi penerimaan dari sektor mineral dan batubara. Kedua, tantangan teknis dalam peningkatan produksi minyak bumi dan gas alam.

"Kita harus siap menghadapi berbagai tantangan. Namun, dengan dukungan dari seluruh stakeholder, kita yakin target PNBP tahun 2023 bisa tercapai bahkan melebihinya," ujar Arifin dengan optimis.

Arifin juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan PNBP setiap bulan untuk memastikan target tercapai. "Kita akan evaluasi secara berkala. Jika ada sektor yang belum mencapai target, kita akan segera melakukan tindakan korektif," katanya.

Dengan target PNBP yang signifikan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada sumber penerimaan pajak dan memperkuat posisi fiskal negara. Selain itu, dana hasil PNBP juga diharapkan dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter