24, 2026
Nasional

Dasco Sebut Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin dari Malaysia Ancam Generasi Muda

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dasco Sebut Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin dari Malaysia Ancam Generasi Muda

DPR RI melalui Komisi III meminta pihak berwenang mengungkap dan menindak tegas penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 1,16 ton yang berasal dari Malaysia. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dasco, menegaskan bahwa penyelundupan skala besar ini membahayakan generasi muda Indonesia.

Dalam sidang dengar pendapat dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Negara (BIN) di Komisi III, Dasco menyatakan bahwa ketamin merupakan narkotika yang sangat berbahaya dan memiliki potensi adiksi tinggi. Menurutnya, penyebaran narkotika jenis ini dapat merusak masa depan generasi muda Indonesia.

Skala Penyelundupan yang Mengkhawatirkan

Data dari BNN menunjukkan bahwa penyelundupan 1,16 ton ketamin merupakan salah satu kasus terbesar yang berhasil diungkap dalam beberapa tahun terakhir. Barang bukti ini disita dalam operasi gabungan antara aparat bea cukai, BNN, dan kepolisian di beberapa pelabuhan di Indonesia.

"Dengan volume sebesar itu, kita bisa membayangkan berapa banyak generasi muda yang bisa terkena dampak buruk dari narkotika ini," ujar Dasco dalam sidang tersebut. Ia menambahkan bahwa ketamin sering digunakan dalam klub malam dan pesta-pesta, yang menjadi tempat berkumpulnya kalangan remaja dan dewasa muda.

Dampak bagi Kesehatan Masyarakat

Ketamin, yang awalnya digunakan sebagai anestetik dalam dunia medis, kini sering disalahgunakan sebagai obat terlarang. Efek samping dari penggunaan ketamin antara lain halusinasi, gangguan persepsi, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak dan gangguan mental berat.

Dokter spesialis narkoba dari RS Polri, dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa penggunaan rutin ketamin dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. "Pengguna jangka panjang mengalami gejala putus obat yang sangat menyakitkan dan risiko overdosis yang tinggi," ujar dr. Fauzi dalam kesaksiannya di hadapan Komisi III.

Tindakan Preventif yang Diperlukan

Sebagai respons terhadap kasus ini, Komisi III menekankan perlunya tindakan preventif yang lebih kuat. Dasco menyarankan adanya peningkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum dan penerapan teknologi canggih dalam mendeteksi barang-barang curahan di pelabuhan.

"Kita perlu sistem yang lebih canggih untuk mendeteksi barang-barang yang mencurigakan, terutama dalam volume besar. Selain itu, perlu juga edukasi intensif kepada masyarakat, terutama generasi muda, tentang bahaya narkotika," tambahnya.

Kolaborasi Internasional

Karena narkotika tersebut berasal dari Malaysia, Komisi III juga menyorosi pentingnya kolaborasi internasional dalam penanganan narkotika. Kerja sama intelijen dan operasi gabungan dengan negara tetangga diperlukan untuk mencegah masuknya narkotika skala besar ke Indonesia.

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi (Pol.) Heru Winarko, mengakui bahwa tantangan penanganan narkotika semakin kompleks dengan adanya jaringan lintas negara. "Kita sedang memperkuat kerja sama dengan pihak berwenang Malaysia untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan ini," ujar Heru.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah melalui BNN telah menunjukkan komitmen dalam penanganan peredaran gelap narkotika. Selain penindakan tegas, pemerintah juga fokus pada program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. "Kita tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga membantu korban untuk kembali ke kehidupan normal," jelas Heru.

Dasco menambahkan bahwa DPR akan terus memonitor langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam penanganan kasus ini. "Kita akan pastikan bahwa semua pihak bekerja sama secara maksimal untuk melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman narkotika," tutupnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter