Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh Ditutup Sementara Akibat Serangan Houthi
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, secara resmi ditutup hingga 15 Oktober 2023 setelah mengalami serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Keputusan penutupan ini diambil pihak berwenang Arab Saudi untuk menjamin keselamatan penumpang dan staf bandara setelah serangan drone dan rudal yang menargetkan fasilitas bandara tersebut.
Kementerian Transportasi Arab Saudi mengumumkan penutupan bandara melalui siaran resmi yang diterbitkan pada Rabu (4/10/2023). Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa semua penerbangan yang dijadwalkan untuk berangkat dan tiba di bandara akan dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain di wilayah tersebut hingga batas waktu yang ditentukan.
Dampak pada Operasional Penerbangan
Penutupan bandara Riyadh ini berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan baik internasional maupun domestik. Sejumlah maskapai besar yang melayani rute menuju dan dari Riyadh telah mengumumkan pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan. Di antaranya adalah Saudi Arabian Airlines, Flyadeal, dan maskapai-maskapai internasional seperti Emirates, Turkish Airlines, dan British Airways.
Maskapai-maskapai ini telah mengeluarkan panduan kepada penumpang mengenai pembatalan penerbangan dan opsi pengembalian dana atau perubahan jadwal. Penumpang yang terkena dampak diminta untuk menghubungi maskapai masing-masing atau memeriksa situs resmi untuk informasi terkait status penerbangan mereka.
Respons Pihak Berwenang Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi telah mengutuk serangan tersebut yang dilakukan oleh Houthi. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, menyatakan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil.
"Kami mengecam serangan ini dalam bentuk apa pun. Ini adalah serangan yang jelas melanggar hukum internasional dan menunjukkan kekerasan kelompok teroris yang tidak bertanggung jawab," ujar Pangeran Faisal dalam konfersi pers di Riyadh.
Sementara itu, Koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa mereka telah mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghancurkan ancaman udara sebelum mencapai bandara Riyadh. Sistem pertahanan udara tersebut berhasil menembakkan beberapa rudal dan drone yang diluncurkan oleh Houthi.
Latar Belakang Serangan
Serangan terhadap bandara Riyadh terjadi dalam tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Kelompok Houthi, yang didukung Iran, telah meningkatkan serangan mereka terhadap target-target di Arab Saudi sejak konflik di Yaman memburuk.
Pihak berwenang Arab Saudi menuduh Iran mendukung dan mempersenjatai Houthi, yang digunakan untuk menyerang target-target sipil di wilayah tersebut. Iran secara konsisten menyangkal tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat langsung dalam konflik di Yaman.
Dampak Ekonomi dan Logistik
Penutupan bandara Riyadh tidak hanya mempengaruhi para penumpang tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Riyadh merupakan pusat bisnis dan transportasi utama di Arab Saudi, dan bandara ini melayani jutaan penumpang setiap tahun.
Para analis ekonomi memperkirakan bahwa penutupan bandara ini dapat mengakibatkan kerugian jutaan dolar setiap hari karena pembatalan penerbangan, penundaan pengiriman barang, dan gangguan dalam kegiatan bisnis internasional.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi sedang mengambil langkah-langkah darurat untuk meminimalkan dampak dari penutupan bandara ini. Pihak berwenang telah mengalihkan sebagian besar penerbangan ke bandara-bandara lain di wilayah tersebut, seperti Bandara Dammam dan Bandara Jeddah.
Kondisi Keamanan di Kawasan
Serangan terhadap bandara Riyadh menyoroti ketidakstabilan keamanan di kawasan Teluk. Konflik di Yaman yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah dan menimbulkan ancaman keamanan yang meluas ke negara-negara tetangga.
Para pejabat keamanan internasional telah menyatakan keprihatinan mereka atas peningkatan serangan oleh Houthi terhadap target-target sipil di Arab Saudi. Mereka menekan agar semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang dapat menimbulkan dampak yang lebih luas di kawasan tersebut.
Saat ini, pihak berwenang Arab Saudi sedang berkoordinasi dengan negara-negara sekutu untuk mengevaluasi situasi keamanan dan menentukan langkah-langkah selanjutnya terkait operasional bandara Riyadh. Penumpang diminta untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai dan pihak berwenang mengenai jadwal penerbangan yang akan diperbarui setelah situasi keamanan dinilai stabil kembali.
Komentar (0)