30, 2026
Nasional

Bandara Soetta Tutup Gara-Gara Krakatau Meletus, 16 Penerbangan Batal

Erupsi Gunung Anak Krakatau lumpuhkan penerbangan di Pulau Jawa. Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara, 33 penerbangan terdampak.]]>

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bandara Soetta Tutup Gara-Gara Krakatau Meletus, 16 Penerbangan Batal

Bandara Soetta Ditutup Sementara Akibat Erupsi Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) harus menutup sementara operasionalnya pada Rabu (23/1) lalu akibat abu vulkanik dari letusan Gunung Krakatau. Penutupan ini menyebabkan 16 penerbangan dibatalkan dan puluhan lainnya mengalami penundaan, mengakibatkan kekacauan bagi penumpang yang sedang dalam perjalanan.

Menurut informasi dari PT Angkasa Pura II yang mengelola bandara, penutupan dilakukan sekiti pukul 09.30 WIB setelah deteksi abu vulkanik dari arah barat daya bandara. "Kondisi ini membuat operasional bandara terganggu. Kami harus menutup sementara untuk memastikan keselamatan penerbangan," kata Corporate Communication Manager PT Angkasa Pura II, Yudi Ismoyo.

Erupsi Krakatau Mengakibatkan Abu Menutup Langit

Gunung Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali memunculkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu pagi. Letusan terdengar hingga ke wilayah Banten dan Lampung. Badan Geologi dan Kebencanaan Geologi (BKG) mencatat tingkat aktivitas gunung tersebut meningkat tajam sejak awal Januari lalu.

"Kami mendeteksi adanya kolom abu setinggi 500-800 meter di atas puncak gunung. Abu ini menyebar ke arah timur laut dan mempengaruhi wilayah sekitar termasuk Bandara Soetta," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika.

Abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi pesawat terbang karena dapat masuk ke mesin dan mengganggu sistem navigasi. Sejarah mencatat, beberapa kecelakaan penerbangan disebabkan oleh masuknya abu vulkanik ke dalam mesin pesawat.

Dampak Pada Operasional Penerbangan

Penutupan bandara ini langsung berdampak pada jadwal penerbangan. Sebanyak 16 penerbangan domestik dan internasional terpaksa dibatalkan, termasuk penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Singapura. Selain itu, puluhan penerbangan lainnya mengalami penundaan antara 2 hingga 6 jam.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami akan terus memantau kondisi dan akan membuka operasional kembali segera setelah aman," tambah Yudi Ismoyo.

Penumpang yang terkena dampak penundaan dan pembatalan penerbangan ini mendapat bantuan dari maskapai masing-masing. Beberapa maskapai menyediakan akomodasi hotel bagi penumpang yang harus menunggu lebih lama, sementara yang lain menawarkan pengembalian uang atau penjadwalan ulang tiket.

Upaya Normalisasi Operasional

Tim teknis dari PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan petugas BMKG dan PVMBG untuk memantau kondisi abu vulkanik di sekitar bandara. "Kami melakukan pengukuran konsentrasi abu setiap 30 menit untuk menentukan kapan bandara bisa dibuka kembali," jelas Yudi.

Pada pukul 12.30 WIB, setelah dilakukan pengecekan intensif, dinyatakan bahwa konsentrasi abu vulkanik telah turun di bawah ambang batas aman. Bandara Soetta kemudian dibuka kembali untuk operasional penerbangan, meski masih dalam kondisi waspada.

"Meski bandara sudah dibuka kembali, kami tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Krakatau. Apabila ada indikasi peningkatan aktivitas lagi, kami siap menutup kembali bandara demi keselamatan," tambah Yudi.

Kondisi Gunung Krakatau Masih Waspada

PVMBG masih menetapkan level waspada II (siaga) untuk Gunung Krakatau. Masyarakat di sekitar wilayah perairan Selat Sunda diminta tetap waspada terhadap potensi letusan lebih besar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Erupsi Krakatau ini merupakan pengingat akan bahaya gunung berapi di Indonesia. Negara kepulauan ini memiliki 127 gunung berapi aktif, yang tersebar di sepanjang cincin api Pasifik.

Untuk penumpang yang akan terbang dari atau ke Bandara Soetta, disarankan untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui website resmi maskapai atau aplikasi seluler sebelum berangkat ke bandara. Informasi terkait kondisi bandara juga akan terus diperbarui oleh pihak PT Angkasa Pura II.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter