Kebakaran Menghanguskan Sejumlah Lapak di Srengseng, Jakarta Barat
Sejumlah lapak di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, ludes terbakar pada Rabu (15/3) siang. Api yang diduga berasal dari listrik rusak tersebut dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan di lokasi kejadian. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kebakaran bermula sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah lapak yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat menyembur dari bagian belakang lapak yang menyimpan barang-barang elektronik. "Api tiba-tiba besar dan cepat menjalar karena di sana banyak barang yang mudah terbakar," ujar Ahmad, salah satu pedagang di sekitar lokasi.
Warga sekitar yang melihat api langsung berusaha memberikan pertolongan awal dengan alat-alat seadanya. Namun, karena kondisi bangunan yang rapat dan banyaknya bahan bakar, api sulit dikendalikan. Beberapa warga mencoba memindahkan barang-barang dari lapak di sekitar lokasi kebakaran agar tidak ikut terbakar.
Tim pemadam kebakaran dari Pemprov DKI Jakarta tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah laporan pertama diterima. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi api yang sudah semakin membesar. "Api sudah melalap bangunan utama dan beberapa lapak di sekitarnya. Kita harus bekerja cepat untuk mencegah penyebaran api ke area sekitarnya," kata Kepala Tim Pemadam Kebakaran yang mengatur operasi pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam. Api berhasil dikendalikan pukul 15.30 WIB setelah tim pemadam berhasil memutus aliran listrik dan memadamkan api yang masih menyisakan bara. Seluruh tim pemadam kemudian membersihkan sisa-sisa api untuk mencegah kembali terjadinya kebakaran.
Kerugian dan Penyebab Kebakaran
Dalam peristiwa ini, sekitar 15 lapak ludes terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. "Kebanyakan barang yang terbakar adalah elektronik, pakaian, dan makanan kering. Semua habis terbakar tidak tersisa," kata salah seorang korban yang mengamankan barang-barang yang berhasil diselamatkan.
Berdasarkan hasil olah TKP, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek pada instalasi listrik di salah satu lapak. "Kami masih melakukan investigasi lebih lanjut, tapi tanda-tanda menunjukkan adanya korsleting listrik yang menjadi pemicu utama kebakaran ini," ujar Kepala Polsek Kebayoran Lama yang memimpin penyelidikan.
Setelah api padam, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran melakukan olah TKP secara menyeluruh. Mereka juga mewawancara sejumlah saksi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, langsung mendatangi lokasi kebakaran setelah mendapat laporan. Ia memerintahkan pihak terkait untuk segera menangani dampak dari kebakaran tersebut. "Kita akan membantu para pedagang yang terkena dampak kebakaran. Mereka mendapat bantuan untuk mengganti barang-barang yang hangus dan juga untuk sementara waktu dapat berjualan di lokasi pengungsian," jelas Rustam.
Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan mengecek kelayakan listrik di seluruh kawasan pasar tradisional di Jakarta untuk mencegah kejadian serupa. "Kami akan melakukan inspeksi rutin terhadap instalasi listrik di pasar-pasar tradisional. Jika ditemukan ketidakpatuhan, kami akan menertibkan," kata Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DKI Jakarta.
Sementara itu, para pedagang yang terkena dampak kebakaran mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian ini. "Kami kehilangan segalanya dalam sekejap. Semua usaha kami selama ini habis terbakar," ujarnya Siti, salah seorang pedagang yang lapaknya ludes terbakar.
Para pedagang kini mengungsi di sebuah lapak yang tidak terkena dampak kebakaran. Mereka meminta bantuan dari pemerintah dan masyarakat untuk dapat segera bangkit kembali. "Kami berharap ada bantuan berupa modal untuk memulai usaha kembali dan juga tempat berjualan yang lebih layak," harapnya.
Komentar (0)