30, 2026
Nasional

Bareskrim Buru Bendahara Narkoba di Planet Batam yang Kabur ke LN

Bareskrim Polri memburu dua DPO narkoba, Hendra dan Apo, yang kabur ke luar negeri. Mereka terlibat peredaran narkoba di kelab malam Batam.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Bareskrim Buru Bendahara Narkoba di Planet Batam yang Kabur ke LN

Bareskrim Buru Bendahara Narkoba di Batam yang Kabur ke Luar Negeri

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) mengintensifkan penangkapan seorang tersangka kasus narkotika yang menjabat sebagai bendahara jaringan narkoba di Batam. Tersangka yang diketahui telah melarikan diri ke luar negeri ini diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan nilai miliaran rupiah. Kepala Bareskrim Komisian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan intelijen untuk melacak keberadaan tersangka.

Identitas dan Peran Tersangka

Tersangka yang masih dalam buruan polisi ini berinisial R, seorang warga negara Indonesia yang menjabat sebagai bendahara jaringan narkotika di Batam. Berdasarkan hasil penyelidikan, R bertanggung jawab atas pengelolaan dana hasil peredaran narkotika yang mencapai puluhan miliar rupiah. Uang hasil kejahatan tersebut diduga digunakan untuk membiayai operasi jaringan narkoba dan membeli alat komunikasi serta kendaraan untuk keperluan kejahatan.

Kepala Unit Pemberantasan Narkotika Bareskrim Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa R adalah salah satu kunci utama dalam jaringan narkoba yang beroperasi di Batam. "Tersangka ini berperan penting dalam mengelola alur dana dari hasil penjualan narkotika. Selain itu, dia juga terlibat dalam perencanaan penyelundupan narkotika ke berbagai daerah," ujar Ramadhan dalam konferensi pers.

Mekanisisme Penyelundupan Narkoba

Jaringan narkoba yang dipimpin oleh R diketahui memiliki modus operasi yang canggih. Narkotika jenis sabu diselundupkan ke Batam melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat yang sering berlayar di perairan perbatasan. Setelah sampai di Batam, barang haram tersebut disimpan di gudang-gudang yang tersebar di beberapa lokasi strategis.

Dari gudang-gudang tersebut, narkotika kemudian didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia melalui jalur darat dan udara. R diketahui memiliki jaringan luas di beberapa provinsi seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Utara. Polisi juga menemukan bukti bahwa jaringan ini telah menjangkau pasar internasional dengan menyelundupkan narkotika ke negara-negara tetangga.

Upaya Penyidikan dan Penangkapan

Penyidik Bareskrim telah mengamankan beberapa saksi dan barang bukti terkait kasus ini. Beberapa anggota jaringan narkoba yang merupakan rekan R telah ditangkap dalam operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dari pengakuan para tersangka yang telah ditangkap, polisi memperoleh informasi penting mengenai peran R sebagai bendahara dan rencana kaburnya ke luar negeri.

"Setelah mendapat informasi bahwa R akan kabur ke luar negeri, kami segera mengambil langkah preventif dengan memasukkan namanya dalam daftar buruan imigrasi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Interpol untuk melacak keberadaannya di negara lain," jelas Ramadhan.

Dampak Terhadap Masyarakat Batam

Kegiatan jaringan narkoba yang berpusat di Batam diketahui memberikan dampak negatif yang besar terhadap masyarakat. Tingkat penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut meningkat signifikan sejak jaringan ini beroperasi. Banyak remaja dan muda-muda yang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika akibat tersediaannya yang mudah.

"Kami memahami bahwa Batam adalah kawasan ekonomi khusus yang harus bebas dari peredaran narkotika. Kegiatan jaringan ini tidak hanya merusak moral masyarakat tetapi juga merusak citra Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata," ujar Sigit Prabowo.

Langkah Pencegahan dan Pemberantasan

Dalam rangka mencegah penyebaran jaringan narkoba, Bareskrim bekerja sama dengan pihak berwenang di Batam termasuk Polda Kepulauan Riau dan Bea Cukai. Langkah-langkah preventif yang dilakukan antara lain pengawasan ketat terhadap pelabuhan dan bandara, serta pengecekan kendaraan yang mencurigakan.

Sementara itu, untuk pemberantasan, pihak terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh jaringan narkoba yang terlibat. "Kami tidak akan berhenti sebelum seluruh anggota jaringan ini, termasuk R, berhasil ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku," tegas Sigit Prabowo.

Bareskrim juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan keberadaan jaringan narkotika kepada pihak kepolisian. "Kerjasama masyarakat sangat penting dalam pemberantasan narkotika. Setiap informasi yang masuk akan kami proses secara rahasia dan akan dilindungi identitasnya," tambahnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter