13, 2026
Teknologi

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

Listrik padam massal di Batam belasan jam. Warga ramai mengeluh di medsos karena air bersih terhenti, sinyal seluler terganggu, dan internet sulit diakses.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

Batam Gelap Seharian, Warga Menjerit di Medsos: Air Mati, Sinyal Hilang

Kota Batam, Kepulauan Riau, diterpa gelap gulita selama sehari penuh pada Rabu (15/11) lalu. Kondisi ini membuat warga panik dan membanjiri media sosial dengan keluhan terkait padamnya listrik, hilangnya akses air bersih, dan sinyal telekomunikasi yang lemah. Situasi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas warga, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian lokal.

Kondisi Darurat di Berbagai Sektor

Kepala BPBD Batam, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB itu disebabkan oleh kerusakan pada sistem transmisi PLN. "Tim teknis PLN sudah bekerja keras untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pemulihan segera dilakukan," ujarnya.

Dampak pemadaman terasa sangat signifikan di fasilitas kesehatan. Rumah Sakit Awal Bros Batam, salah satu rumah sakit terbesar di kota itu, terpaksa mengandalkan generator set untuk menjalankan operasional. "Kami menggunakan generator utama untuk menopang kebutuhan kritis seperti ruang operasi, ICU, dan ruang perawatan intensif. Namun, ada beberapa area non-kritis yang terpaksa ditutup sementara," jelas Direktur RS Awal Bros, dr. Hendra Gunawan.

Sektor pendidikan juga tidak luput dari dampaknya. Ratusan sekolah dari jenjang TK hingga SMA di Batam terpaksa membatasi aktivitas belajar mengajar. "Beberapa sekolah memilih libur karena kondisi tidak memungkinkan untuk belajar normal. Ada juga yang mengadakan pembelajaran jarak jauh, tetapi karena sinyal lemah, hasilnya tidak optimal," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Maya Sari.

Keluhan Warga Banjir Medsos

Kejadian ini langsung memicu reaksi warga di berbagai media sosial. Tagar #BatamGelap dan #AirMatiBatam menjadi trending topic di Twitter dan Instagram. Ribuan warga mengeluhkan kondisi rumah yang gelap karena tidak ada listrik, air bersih yang tidak mengalir, dan jaringan komunikasi yang terganggu.

"Sudah 12 jam lampu padam. Pompa air tidak berfungsi, jadi kami tidak bisa mandi atau memasak. Beli air minum dijual habis di warung-warung terdekat," keluh Siti, warga kompleks housing Nongsa di Batam, melalui WhatsApp.

Warga di daerah lain seperti Batu Ampar, Sekupang, dan Batuaji juga mengalami kondisi serupa. "Sinyal HP sangat lemah, sulit sekali komunikasi dengan keluarga. Beberapa rekan kerja juga tidak bisa masuk kerja karena jaringan terganggu," tambah Budi, seorang pegawai swasta di Batu Ampar.

Respons Pihak Terkait

PLN Batam mengakui adanya gangguan pada sistem transmisi yang menyebabkan pemadaman massal. "Kerusakan terjadi di trafo di area Nongsa. Tim teknis sudah bekerja 24 jam untuk memperbaiki dan memulihkan pasokan listrik. Pukul 18.00 WIB, sebagian wilayah sudah mulai teraliri listrik," jelas Manajir PLN Batam, Rudi Santoso.

Sementara itu, PDAM Tirta Batam mengatakan bahwa pemadaman listrik memengaruhi operasional pompa air di beberapa wilayah. "Kami sedang mengatur ulang distribusi air untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Beberapa mobil tangki air siap dioperasikan jika diperlukan," ujar Kepala PDAM Tirta Batam, Eka Wijaya.

Untuk mengatasi masalah sinyal, operator telekomunikasi Telkomsel dan XL Axiata mengatakan sedang melakukan optimasi jaringan. "Kami menambahkan unit generator di beberapa BTS (Base Transceiver Station) untuk memastikan jaringan tetap stabil selama pemadaman berlangsung," kata Juru Bicara Telkomsel Batam, Fajar Nugroho.

Pulihnya Kondisi

Pukul 20.00 WIB, kondisi di sebagian besar wilayah Batam mulai pulih. Listrik mulai menyala kembali, akses air bersih normal, dan sinyal telekomunikasi membaik. Namun, beberapa daerah seperti Nongsa dan Batu Ampar masih mengalami pemadaman listrik terputus-putus.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta maaf atas gangguan yang terjadi. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Tim teknis masih bekerja untuk memastikan semua wilayah dapat teraliri listrik secara penuh. Kami juga akan mengevaluasi kejadian ini untuk mencegah hal serupa di masa depan," katanya.

Kepala BPBD Batam mengimbau warga tetap tenang dan sabar. "Kami meminta warga untuk tetap kooperatif dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Tim kami masih siaga untuk membantu warga yang membutuhkan," tambah Ahmad Fauzi.

Meski kondisi sudah mulai pulih, dampak dari pemadaman 12 jam ini masih dirasakan oleh warga. Banyak yang masih membersihkan rumah dan memastikan semua peralatan elektronik berfungsi normal. Beberapa bisnis yang terpaksa tutup karena kejadian ini juga sedang berupaya untuk kembali beroperasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter