21, 2026
Nasional

BEM UI Ungkap Alasan Pilih Tugu Tani untuk Demo

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membeberkan sejumlah alasan di balik pemilihan Tugu Tani, Jakarta Pusat, sebagai titik kumpul dan lokasi utama unjuk rasa yang mereka gelar. Alasan tersebut disampaikan BEM UI melalui keterangan resmi yang beredar di kalangan wartawan, dengan menekankan pertimbangan historis, simbolis, aksesibilitas, serta aspek keamanan massa.

Menurut BEM UI, Tugu Tani bukan sekadar monumen biasa. Patung yang berdiri di kawasan Menteng itu dinilai merepresentasikan semangat perjuangan rakyat kecil, khususnya kaum tani, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Nilai sejarah itulah yang disebut menjadi pertimbangan utama ketika lembaga eksekutif mahasiswa itu memilih lokasi tersebut sebagai panggung penyampaian aspirasi.

Alasan Historis dan Simbolis

BEM UI menjelaskan bahwa Tugu Tani menyimpan makna simbolis yang kuat. Monumen yang diresmikan pada awal dekade 1960-an itu digambarkan sebagai penghormatan terhadap peran petani dalam perjuangan bangsa. Bagi BEM UI, memilih lokasi bersejarah sebagai titik awal aksi merupakan cara menegaskan bahwa persoalan yang mereka angkat—mulai dari kesejahteraan rakyat hingga keadilan sosial—masih berkaitan erat dengan cita-cita kemerdekaan.

Selain itu, BEM UI menilai Tugu Tani memiliki kedekatan emosional dengan gerakan mahasiswa. Kawasan tersebut kerap menjadi lokasi berkumpulnya berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, ketika menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Tradisi panjang itu, menurut BEM UI, membuat Tugu Tani tidak asing bagi publik dan mudah dikenali sebagai lokasi aksi.

Simbol Perlawanan Rakyat Kecil

Dalam keterangannya, BEM UI menyebut patung itu sebagai representasi rakyat kecil yang selama ini dianggap paling terdampak oleh kebijakan ekonomi. Dengan menjadikan Tugu Tani sebagai titik kumpul, BEM UI ingin menegaskan bahwa tuntutan mereka tidak hanya berbicara soal kepentingan mahasiswa, tetapi juga soal nasib buruh, petani, dan kelompok masyarakat lain yang dinilai belum sejahtera.

Akses dan Kapasitas Massa

Alasan berikutnya bersifat teknis. BEM UI menilai Tugu Tani mudah dijangkau oleh peserta aksi dari berbagai wilayah. Lokasinya dekat dengan sejumlah titik transportasi publik, seperti stasiun kereta rel listrik dan halte bus, sehingga massa dari kampus-kampus di Jabodetabek dapat berkumpul tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi dalam jumlah besar.

Kawasan sekitar Tugu Tani juga dinilai memiliki ruang yang cukup untuk menampung massa dalam jumlah besar. BEM UI menyebut lokasi tersebut memungkinkan peserta aksi untuk berbaris dan mengatur formasi tanpa terlalu mengganggu aktivitas warga di kawasan permukiman.

Pertimbangan Jalur dan Titik Akhir Aksi

BEM UI menambahkan bahwa Tugu Tani merupakan titik awal yang strategis sebelum massa bergerak menuju lokasi berikutnya. Dari kawasan itu, peserta aksi dapat bergerak ke arah pusat pemerintahan dengan rute yang relatif lurus. BEM UI menyatakan rute tersebut telah diperhitungkan agar aksi tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan.

Kedekatan dengan Pusat Kekuasaan

BEM UI juga tidak menyembunyikan bahwa kedekatan Tugu Tani dengan sejumlah kantor pemerintahan menjadi salah satu pertimbangan. Menurut BEM UI, aksi mahasiswa perlu ditempatkan pada lokasi yang memungkinkan aspirasi mereka terdengar langsung oleh pembuat kebijakan. Jarak yang relatif dekat dengan pusat pemerintahan dinilai relevan dengan tuntutan yang mereka bawa.

Kendati demikian, BEM UI menegaskan bahwa kedekatan itu tidak berarti massa akan melakukan tindakan di luar ketentuan. BEM UI menyatakan tetap berkomitmen menjaga aksi berlangsung damai, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian sejak tahap persiapan.

Koordinasi dengan Kepolisian

BEM UI menyebut telah menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian terkait pengaturan lalu lintas dan pengamanan. Koordinasi tersebut mencakup penentuan jalur, pengaturan massa, serta penyediaan tim medis dan petugas keamanan internal. BEM UI menilai koordinasi yang baik akan meminimalkan potensi gesekan dengan warga maupun aparat.

Pertimbangan Keamanan dan Kenyamanan Peserta

Aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian. BEM UI menyebut Tugu Tani memiliki ruang terbuka yang memadai sehingga massa dapat diatur dalam kelompok-kelompok kecil. Selain itu, lokasi tersebut dinilai mudah dijangkau oleh tim medis dan kendaraan pendukung apabila terjadi keadaan darurat.

BEM UI mengimbau peserta aksi membawa perlengkapan yang memadai, seperti air minum, pelindung matahari, dan obat-obatan pribadi. Imbauan itu disampaikan mengingat aksi berlangsung di ruang terbuka dan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Tuntutan yang Dibawa

Dalam keterangan yang sama, BEM UI memaparkan sejumlah tuntutan yang akan disuarakan. Tuntutan tersebut antara lain menyangkut kesejahteraan rakyat, transparansi kebijakan, penegakan hukum yang adil, serta pembukaan ruang partisipasi publik yang lebih luas. BEM UI menilai persoalan-persoalan itu saling berkaitan dan membutuhkan respons konkret dari pemerintah.

BEM UI juga menekankan bahwa aksi di Tugu Tani merupakan bagian dari rangkaian panjang penyampaian aspirasi mahasiswa. Pemilihan lokasi, menurut BEM UI, merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang dengan mempertimbangkan aspek historis, logistik, keamanan, dan efektivitas penyampaian pesan kepada publik.

Ajakan Menjaga Ketertiban

BEM UI mengajak seluruh peserta aksi menjaga ketertiban, menghormati warga di sekitar lokasi, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain. BEM UI menegaskan bahwa aksi damai merupakan pilihan utama dan berharap pesan yang mereka bawa dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Dengan sejumlah pertimbangan itu, BEM UI menyatakan Tugu Tani dipilih bukan tanpa dasar, melainkan sebagai lokasi yang dinilai mampu mewakili semangat perjuangan sekaligus memenuhi kebutuhan teknis sebuah aksi massa yang tertib dan terukur.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter