13, 2026
Nasional

Berapa Banyak Air dan Waktu untuk Padamkan Karhutla Kalimantan dan Sumsel?

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Analisis Kebutuhan Air dan Waktu untuk Mengatasi Karhutla di Kalimantan dan Sumsel

Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel) setiap tahun menimbulkan tantangan besar dalam upaya pemadaman. Pertanyaan mengenai berapa banyak air dan waktu yang dibutuhkan untuk mengendalikan kebakaran tersebut menjadi penting bagi pihak berwenang dalam merencanakan operasi pemadamannya. Data dan analisis terkait kebutuhan sumber daya ini menjadi krusial untuk efektivitas tindakan penanggulangan bencana.

Volume Air yang Dibutuhkan dalam Operasi Pemadaman Karhutla

Volume air yang diperlukan untuk memadamkan karhutla bergantung pada beberapa faktor, luas area terbakar, tingkat keparahan kebakaran, jenis vegetasi, dan kondisi cuaca saat kebakaran berlangsung. Berdasarkan pengalaman tim pemadam kebakaran, setektar hektar lahan yang terbakar membutuhkan puluhan hingga ratusan ribu liter air. Untuk area yang luas seperti di Kalimantan dan Sumsel, kebutuhan air bisa mencapai jutaan liter per hari.

Dalam operasi pemadaman, air tidak hanya disemprotkan langsung ke api, tetapi juga digunakan untuk membuat garis pemisah (firebreak) dan membasahi area sekitar agar api tidak meluas. Selain itu, air juga digunakan dalam bentuk semprotan untuk menurunkan suhu di sekitar area terbakar sehapi api tidak dapat menyebar lebih lanjut. Tim pemadam seringkali membutuhkan akses ke sumber air seperti sungai, danau, atau bahkan membuat kolam penampungan sementara untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Waktu yang Diperlukan untuk Mengendalikan Karhutla

Waktu yang dibutuhkan untuk mengendalikan karhutla sangat bervariasi tergantung pada seberapa cepat respons tim pemadam dilakukan dan seberapa luas area yang terbakar. Dalam kasus ideal, kebakaran kecil dapat dikendalikan dalam hitungan jam. Namun, untuk karhutla skala besar seperti yang sering terjadi di Kalimantan dan Sumsel, proses pemadaman dapat berlangsung minggu bahkan bulan.

Faktor yang mempengaruhi durasi pemadaman antara lain adalah aksesibilitas area terbakar yang seringkali sulit dijangkau, kondisi cuaca yang kering dan berangin yang mempercepat penyebaran api, serta sumber daya yang tersedia. Beberapa kebakaran hutan dan lahan bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar padam, terutama jika mencapai lapisan gambut di dalam hutan. Bahkan setelah api tampak padam, api dalam lapisan gambut dapat terus menyelamet dan memunculkan kembali asap jika cuaca kembali kering.

Tantangan dalam Penanggulangan Karhutla

Operasi pemadaman karhutla di Kalimantan dan Sumsel dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu utama adalah aksesibilitas area yang seringkali terpencil dan sulit dijangkau oleh kendaraan berat. Tim pemadam seringkali harus berjalan kaki atau menggunakan perahu untuk mencapai titik api. Kondisi cuaca yang kering dan berangin juga menjadi faktor yang memperburuk situasi dengan mempercepat penyebaran api.

Selain itu, kurangnya sumber daya manusia dan peralatan yang memadai juga menjadi hambatan. Banyak daerah di Indonesia kekurangan pemadam kebakaran profesional dan peralatan modern yang efektif untuk mengatapi karhutla. Keterbatasan infrastruktur seperti jalan dan sumber air di daerah terpencil juga mempersulit operasi pemadaman.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Jangka Panjang

Upaya penanggulangan karhutla tidak hanya terfokus pada respons darurat, tetapi juga pada pencegahan dan penanganan jangka panjang. Salah satu upaya penting adalah penanganan lahan gambut yang menjadi sumber utama karhutla. Pemerintah telah melakukan program rehabilitasi gambut dengan membuat saluran-saluran air untuk menjaga kelembaban lahan.

Selain itu, pencegahan juga dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pelaku pembukaan lahan dengan cara pembakaran, serta edukasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan cara mencegahnya. Up-up kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan lembaga swasta juga menjadi kunci dalam penanggulangan karhutla secara efektif.

Dengan memahami kebutuhan air dan waktu yang signifikan dalam operasi pemadaman karhutla, diharapkan perencanaan tindakan dapat dilakukan lebih matang. Investasi pada sumber daya manusia, peralatan, dan infrastruktur yang memadai menjadi esensial untuk mengurangi dampak buruk karhutla di Kalimantan dan Sumsel setiap tahunnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter