01, 2026
Olahraga

Bintang Timnas Bangladesh Tak Gentar Teror Fans Garuda yang Bakal Merahkan Stadion GBK: Kami Sudah Move On dari FIFA ASEAN Cup

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jelang laga krusial melawan Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027, bintang Timnas Bangladesh, Rakib Hossain, menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi tekanan suporter Indonesia yang diprediksi akan memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ia menyatakan skuad Bangladesh sudah melupakan insiden di FIFA ASEAN Cup 2024 dan kini fokus penuh pada pertandingan yang menentukan langkah mereka di kualifikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rakib dalam sesi konferensi pers virtual sebelum keberangkatan tim ke Jakarta. Winger berusia 25 tahun itu mengakui atmosfer GBK dikenal sebagai salah satu yang paling intimidatif di Asia Tenggara, namun ia menilai hal itu justru menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Bangladesh untuk tampil maksimal.

Siap Hadapi Tekanan di GBK

"Kami tahu stadion akan penuh dan berwarna merah, tapi itu hal normal dalam sepak bola. Kami pernah bermain di kandang lawan dengan tekanan serupa. Yang penting adalah bagaimana kami menjaga fokus selama 90 menit," ujar Rakib, dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF).

Ia menambahkan bahwa para pemain Bangladesh tidak akan terpengaruh oleh nyanyian, drum, maupun sorakan suporter Indonesia. Menurutnya, pengalaman bertanding di berbagai negara telah membentuk mentalitas skuadnya menjadi lebih tangguh.

Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Bangladesh di GBK pada pertandingan yang menjadi bagian dari Grup C Kualifikasi Piala Asia 2027. Laga ini krusial bagi kedua tim, terutama setelah hasil kurang memuaskan di pertandingan sebelumnya. Indonesia membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos, sementara Bangladesh berambisi mencuri poin di kandang lawan.

Move On dari Insiden FIFA ASEAN Cup

Rakib juga menyinggung peristiwa yang terjadi pada FIFA ASEAN Cup 2024, ketika laga antara Bangladesh dan Indonesia diwarnai ketegangan di luar lapangan, termasuk kericuhan antarpendukung serta protes terkait kepemimpinan wasit. Insiden itu sempat memicu reaksi keras dari kedua kubu, termasuk sorotan media di kawasan Asia Tenggara.

"Kami sudah move on. Itu sudah selesai. Sepak bola adalah tentang pertandingan berikutnya, bukan tentang masa lalu. Kami datang ke Jakarta untuk bermain sepak bola, bukan untuk mengungkit kejadian lama," tegasnya.

Meski begitu, Rakib mengakui bahwa pengalaman pahit di turnamen tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya, terutama dalam hal pengendalian emosi dan disiplin di lapangan. Ia berharap pertandingan di GBK berjalan lancar tanpa insiden yang tidak diinginkan.

Kekuatan Bangladesh yang Tak Bisa Diremehkan

Pelatih Timnas Bangladesh, Javier Cabrera, disebut telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam agresivitas Indonesia di lini tengah. Cabrera diprediksi menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan kecepatan Rakib di sisi sayap serta ketajaman striker utama, Foysal Ahmed Fahim.

Dalam beberapa laga terakhir, Bangladesh menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka berhasil menahan imbang tim kuat Asia Selatan dan hanya kalah tipis dari kontestan Piala Asia. Rakib menilai hasil tersebut membuktikan bahwa Bangladesh bukan tim yang bisa dianggap remeh.

"Kami tidak datang untuk sekadar hadir. Kami ingin mencuri poin, bahkan tiga poin jika memungkinkan. Kami menghormati Indonesia sebagai tim kuat, tetapi kami juga punya kualitas," ujarnya.

Indonesia Tetap Waspada

Di sisi lain, kubu Timnas Indonesia menegaskan tidak akan terlena dengan status favorit. Pelatih Indonesia menekankan pentingnya disiplin dan efektivitas penyelesaian akhir, mengingat Bangladesh dikenal memiliki pertahanan berlapis yang sulit ditembus.

Suporter Indonesia diharapkan memenuhi GBK dan menciptakan atmosfer yang mendukung tim tuan rumah secara positif. Panitia pelaksana telah menyiapkan pengamanan berlapis untuk mencegah bentrokan antarsuporter, sekaligus memastikan pertandingan berjalan aman dan kondusif.

Pertandingan Indonesia vs Bangladesh dijadwalkan kick-off pada pukul 19.00 WIB. Duel ini tidak hanya menentukan posisi di klasemen grup, tetapi juga menjadi ujian mental bagi kedua tim, terutama Bangladesh yang harus tampil di hadapan puluhan ribu suporter Garuda yang siap "merahkan" GBK.

Dengan pernyataan tegas dari Rakib Hossain, laga ini diprediksi berlangsung sengit dan penuh tensi. Namun, baik Indonesia maupun Bangladesh sama-sama menegaskan komitmen untuk menjunjung sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai ajang persaudaraan, bukan permusuhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter