14, 2026
Nasional

BMKG Prediksi El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Mundur

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BMKG Prediksi El Nino Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Mundur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan terbaru mengenai fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Prediksi ini menunjukkan bahwa musim hujan di Indonesia akan mengalami penundaan dan berpotensi lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa El Nino saat ini masih dalam tahap moderat dan diproyeksikan akan memasuki tahap kuat pada kuartal pertama tahun 2024.

Dampak El Nino Terhadat Musim Hujan

El Nino, yang merupakan bagian dari siklus ENSO (El Nino Southern Oscillation), berdampak signifikan terhadap pola hujan di Indonesia. BMKG memperkirakan musim hujan tahun 2023/2024 akan terjadi lebih terlambat, yaitu pada November 2023, yang biasanya musim hujan dimulai pada Oktober. Selain itu, durasi musim hujan juga diperkirakan lebih singkat, berdampak pada ketersediaan air di berbagai wilayah.

"Kita harus siap menghadapi potensi kekeringan di beberapa daerah, terutama di bagian barat Indonesia seperti Sumatra, Jawa, dan Bali," ujar Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Peningkatan Suhu Permukaan Laut

Berdasarkan data monitoring BMKG, Indeks Nino 3.4 saat ini berada di angka +1.0°C, yang menunjukkan kondisi El Nino moderat. BMKG memproyeksikan suhu permukaan laut di wilayah tersebut akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada kuartal pertama 2024 dengan nilai +1.5°C hingga +2.0°C, yang masuk dalam kategori El Nino kuat.

"Peningkatan suhu permukaan laut di wilaman tropis Pasifik ini akan memengaruhi sirkulasi atmosfer secara global, termasuk di Indonesia," jelas Kepala Pusat Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Wilayah Rentan Kekeringan

Berdasarkan analisis BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan lebih lama dan parah akibat El Nino. Wilayah yang paling rentan meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan sebagian wilayah Sumatra Selatan serta Lampung.

"Kita juga memperkirakan akan ada penurunan curah hujan rata-rata sebesar 10-30% di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan beberapa daerah bahkan mengalami penurunan hingga 40%," tambah Ardhasena.

Upaya Mitigasi dan Persiapan

Sebagai antisipasi dampak El Nino, BMKG telah melakukan berbagai upaya mitigasi. Pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pertanian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia.

"Kami telah menyediakan prakiraan curah hujan detail hingga level kabupaten/kota untuk membantu perencanaan dalam berbagai sektor," ujar Dwikorita. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan melakukan penanaman tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Peran Sosial Ekonomi

Dampak El Nino tidak hanya terbatas pada sektor pertanian dan ketersediaan air, tetapi juga berpengaruh pada sektor sosial ekonomi. Potensi gagal panen dan kelangkaan air dapat meningkatkan harga pangan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kekeringan dan polusi udara yang meningkat.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempersiapkan strategi adaptasi dan mitigasi yang komprehensif. "Kita perlu membangun sistem yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim, bukan hanya sekadar responsif terhadap El Nino," tambah Dwikorita.

Perkiraan Jangka Panjang

Selain prediksi untuk tahun 2024, BMKG juga merilikan proyeksi jangka panjang hingga 2027. Meskipun El Nino diperkirakan akan mulai mereda pada akhir 2025, potensi fenomena ini masih akan terasa hingga awal 2027. Setelah periode El Nino, BMKG memperkirakan akan masuk ke fase neutral dan kemungkinan besar akan diikuti oleh fenomena La Nina pada akhir 2027.

"Kita harus memanfaatkan periode neutral dan La Nina untuk memperbaiki kondisi sumber daya air yang mungkin terkuras selama El Nino," kata Dwikorita menutup konferensi persnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter