Mobil Listrik Terbakar di Tebet, Asap Hitam Membumbung
Sebuah mobil listrik terbakar hebat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/3) siang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini menyebabkan asap hitam tebal membumbung tinggi dan mengundang perhatian warga sekitar. Mobil tersebut diperkirakan adalah mobil Tesla model 3 yang parkir di parkir apartemen.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Arief Rachman, mengatakan bahwa kejadian bermula saat pemilik mobil sedang membersihkan kendaraannya. "Saksi mata melihat ada asap keluar dari bagian bawah mobil. Saat dicek, ternyata sudah terjadi kebakaran di bagian baterai mobil listrik," ujar Arief saat dikonfirmasi.
Kronologi Kebakaran Mobil Listrik
Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran bermula saat pemilik mobil sedang membersihkan kendaraannya di lantai basement parkir apartemen. Tiba-tiba, asap mulai keluar dari bagian bawah mobil dan cepat membesar menjadi api besar.
Dampak Kebakaran
Kebakaran ini menyebabkan mobil menjadi total terbakar. Selain itu, asap hitam yang tebak juga menyebabkan beberapa kendaraan parkir di sekitarnya terkena dampak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seorang pemilik mobil mengalami luka ringan akibat terkena asap.
Reaksi Tesla
PT Tesla Indonesia, sebagai pabrikan mobil, belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini. Namun, pihak terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.
Mitos dan Fakta Tentang Kebakaran Mobil Listrik
Insiden ini kembali menimbulkan kecemasan masyarakat mengenai keamanan mobil listrik. Banyak mitos yang beredar tentang kebakaran mobil listrik yang dianggap lebih berbahaya daripada mobil konvensional.
Dr. Fachurrozi menjelaskan bahwa baterai lithium-ion pada mobil listrik memang memiliki potensi thermal runaway, yaitu reaksi berantai yang menyebabkan suhu baterai meningkat drastis. Namun, dengan sistem keamanan yang tepat, risiko ini dapat diminimalisir.
Tanggapan Pemerintah
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM, Ir. Wiku Ristanto, mengatakan pemerintah tetap memantau kejadian serupa. "Kita tetap waspada terhadap potensi kebakaran pada kendaraan listrik. Saat ini sedang disiapkan standar keamanan yang lebih ketat untuk baterai kendaraan listrik di Indonesia," ujar Wiku.
Pemerintah sendiri sedang mendorong adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari program pengurangan emisi. Targetnya adalah ada 2,5 juta kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2025.
Saran Keselamatan
Untuk mengantisipasi kebakaran pada mobil listrik, ahli memberikan beberapa saran. Pertama, selalu periksa kondisi baterai secara berkala. Kedua, hindari modifikasi pada sistem listrik mobil. Ketiga, gunakan fasilitas pengisian daya resmi dan berstandar.
Kesimpulan
Insiden kebakaran mobil listrik di Tebet menjadi pengingat bahwa kendaraan listrik juga memiliki potensi riske meski secara umum lebih aman. Pemerintah, produsen, dan pengguna perlu bekerja sama untuk memastikan keamanan kendaraan listrik di Indonesia.
Komentar (0)