11, 2026
Ekonomi

BPS Ungkap Kelompok Termiskin Habiskan 64% Anggaran Buat Makan

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BPS: Kelompok Termiskin Menghabiskan 64% Anggaran untuk Kebutuhan Makanan

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa kelompok masyarakat termiskin di Indonesia menghabiskan sekitar 64% dari total pengeluaran mereka untuk kebutuhan makanan. Data ini menyoroti tingginya beban pangan yang dihadapi oleh kelompok ekonomi terbawah di tengah berbagai tantangan ekonomi yang melanda negeri ini.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan bahwa pola pengeluaran kelompok termiskin menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap pangan pokok. "Dari setiap rupiah yang mereka miliki, hampir dua pertiganya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Ini jelas menunjukkan ketidakpastian ekonomi yang mereka hadapi," ujar Margo dalam rilis resmi yang diterima, Kamis (15/6).

Data Pengeluaran Kelompok Ekonomi

Berdasarkan survei terbaru, kelompok termiskin mengalokasikan pengeluaran mereka sebagai berikut: 64% untuk makanan, 15% untuk perumahan, 8% untuk pakaian, dan sisanya untuk kebutuhan lain seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Pola ini berbeda signifikan dengan kelompok ekonomi atas yang hanya menghabiskan sekitar 30% pengeluaran untuk makanan.

"Perbedaan ini mencerminkan ketimpangan dalam akses terhadap sumber daya ekonomi. Kelompok termiskin terjebag dalam siklus hidup di mana sebagian besar pendapatan mereka harus dialokasikan untuk kebutuhan primer yang sulit dikurangi," kata Kepala Divisi Statistik Sosial BPS, Suhariyanto.

Dampak Inflasi Pangan

Permintaan akan data ini semakin meningkat sejak beberapa bulan terakhir di mana inflasi pangan terus meningkat. BPS mencatat bahwa harga bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur mengalami kenaikan signifikan yang berdampak langsung pada daya beli kelompok termiskin.

"Kenaikan harga pangan sebesar 5-10% dalam beberapa bulan terakhir membuat kelompok termiskin semakin kesulitan. Mereka yang sebelumnya bisa memenuhi kebutuhan gizi sekarang harus mengurasi porsi bahkan mengganti bahan makanan dengan yang lebih murah namun kandungan gizinya rendah," jelas Kepala Divisi Statistik Ketenagakerjaan BPS, Agus Sugito.

Strategi Bertahan Hidup Kelompok Termiskin

Untuk mengatasi keterbatasan ini, kelompok termiskin memiliki berbagai strategi bertahan hidup. Beberapa di antaranya adalah mengurasi porsi makan, mengganti bahan makanan pokok dengan alternatif lebih murah, hingga mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah atau komunitas setempat.

"Kami sering kali mengganti beras dengan singkong atau jagung. Kadang-kadang hanya makan dua sehari demi menghemat uang. Anak-anak yang biasanya makan tiga kali sekarang hanya dua kali," cerita Siti (nama samaran), warga kelompok termiskin di Jakarta yang diwawancarai BPS.

Program Bantuan Pemerintah

Pemerintah telah berbagai program bantuan untuk membantu kelompok termiskin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan subsidi listrik. Namun, efektivitas program ini masih menjadi perdebatan.

"Bantuan tersebut membantu, tetapi tidak menyelesaikan masalah secara fundamental. Kita perlu program yang lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok termiskin jangka panjang," kata angkom DPR dari Komisi IX yang membidangi kesejahteraan rakyat, Ahmad Rizki.

Tantangan Masa Depan

Menurut BPS, tantangan terbesar bagi kelompok termiskin adalah ketahanan pangan di tengah berbagai tekanan ekonomi global dan perubahan iklim. Kena harga komoditas pangan dunia, gangguan pasokan akibat konflik, dan dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

"Kita perlu strategi komprehensif yang tidak hanya fokus pada bantuan semata, tetapi juga peningkatan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi yang inklusif. Hanya dengan cara ini kita bisa memutus siklus kemiskinan," kata Margo menutup.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter