20, 2026
Teknologi

BRI Super League: Pieter Huistra Ungkap Alasan PSS Tak Pulang ke Sleman usai Melawan Persebaya

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan alasan timnya memilih tidak pulang ke Sleman setelah melakoni laga melawan Persebaya dalam lanjutan BRI Super League. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan efisiensi perjalanan, pemulihan kondisi pemain, serta padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani Laskar Sembada dalam waktu berdekatan.

Menurut Huistra, perjalanan pulang-pergi antara lokasi pertandingan dan Sleman memakan waktu serta energi yang tidak sedikit. Dalam kondisi jadwal yang rapat, staf pelatih menilai lebih menguntungkan bagi tim untuk tetap berada di lokasi atau bergerak langsung menuju tempat pertandingan berikutnya ketimbang kembali ke markas terlebih dahulu.

Efisiensi Perjalanan Jadi Pertimbangan Utama

Huistra menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak kembali ke Sleman merupakan hasil diskusi internal tim, termasuk dengan jajaran manajemen dan tim medis. Aspek yang paling ditekankan adalah bagaimana meminimalkan beban fisik pemain di tengah rangkaian pertandingan yang berjarak dekat.

"Kami mempertimbangkan semuanya, terutama waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk perjalanan. Kalau kami harus kembali dulu ke Sleman lalu berangkat lagi, itu akan memakan waktu yang sebenarnya bisa kami pakai untuk pemulihan," kata Huistra dalam keterangannya kepada awak media.

Ia menambahkan, dalam kompetisi dengan intensitas tinggi, hal-hal kecil seperti jam tidur, waktu istirahat, dan kualitas sesi latihan ringan setelah pertandingan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap performa di laga berikutnya. Karena itu, tim memilih mengatur ulang agenda perjalanan agar lebih mendukung kebutuhan tersebut.

Selain soal jarak, Huistra menyebut keputusan tersebut juga mempertimbangkan ketersediaan fasilitas latihan di lokasi yang dinilai memadai untuk menjalani sesi pemulihan ringan. Tim dapat menjalani latihan dengan intensitas rendah tanpa harus menempuh perjalanan panjang terlebih dahulu.

Fokus pada Pemulihan dan Kesiapan Fisik

Aspek kebugaran menjadi perhatian utama PSS Sleman sepanjang musim ini. Huistra menyebut timnya sempat menghadapi tantangan terkait kondisi fisik sejumlah pemain, sehingga manajemen beban kerja menjadi prioritas dalam menyusun program latihan maupun jadwal perjalanan.

Ia menegaskan, pemulihan yang cukup akan memberi ruang bagi pemain untuk tampil lebih optimal di pertandingan selanjutnya. Staf medis dan tim pelatih fisik disebut terus memantau kondisi setiap pemain, termasuk tingkat kelelahan dan risiko cedera.

Rotasi Pemain Masih Terbuka

Dengan jadwal yang berdekatan, Huistra tidak menutup kemungkinan melakukan rotasi pemain. Menurutnya, komposisi starting eleven akan ditentukan berdasarkan kondisi terakhir para pemain, bukan semata-mata hasil pertandingan sebelumnya.

"Setiap pemain punya peluang. Kami melihat kondisi mereka setiap hari. Yang paling penting adalah siapa yang siap secara fisik dan mental untuk pertandingan berikutnya," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad dalam menghadapi kompetisi yang padat. Pemain yang jarang mendapat menit bermain, kata Huistra, harus tetap siap ketika diberi kesempatan, karena kontribusi mereka dibutuhkan sepanjang musim.

Evaluasi Laga Melawan Persebaya

Meski tidak pulang ke Sleman, PSS Sleman tetap menjalani evaluasi menyeluruh atas pertandingan melawan Persebaya. Huistra menilai laga tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan timnya, khususnya dalam hal penguasaan bola dan transisi.

Ia menyebut para pemain telah menunjukkan kerja keras sesuai dengan rencana permainan yang disiapkan, meski masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Perbaikan tersebut akan menjadi bahan utama dalam sesi latihan sebelum pertandingan berikutnya.

"Kami sudah melihat apa yang harus kami perbaiki. Ada hal-hal baik yang bisa kami bawa, tetapi juga ada bagian yang harus kami kerjakan lebih baik lagi," kata Huistra.

Evaluasi tersebut mencakup aspek organisasi pertahanan, efektivitas serangan balik, serta ketenangan dalam mengambil keputusan di area pertahanan lawan. Menurut Huistra, detail-detail kecil seperti itu sering menentukan hasil akhir dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Dukungan Suporter dan Target Tim

Di sisi lain, Huistra mengapresiasi dukungan suporter PSS Sleman yang tetap hadir dan memberikan semangat kepada tim, baik di kandang maupun saat bermain di luar. Ia berharap dukungan tersebut terus terjaga sepanjang musim.

Mengenai target, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya berfokus pada perbaikan secara bertahap. Ia tidak ingin para pemain terbebani oleh tekanan berlebihan, tetapi tetap menuntut standar tinggi dalam setiap pertandingan.

Huistra menambahkan, konsistensi menjadi kunci bagi PSS Sleman untuk memperbaiki posisi di klasemen. Menurutnya, hasil positif tidak akan datang secara instan tanpa kerja keras di sesi latihan dan kedisiplinan dalam menjalankan instruksi taktik.

Dengan rangkaian jadwal yang masih panjang, keputusan terkait perjalanan dan pemulihan akan terus dievaluasi oleh tim pelatih. Huistra memastikan seluruh keputusan teknis diambil dengan pertimbangan kepentingan tim dan kondisi pemain, bukan semata-mata faktor di luar aspek pertandingan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter