12, 2026
Nasional

BRI Super League: PSM Dibungkam PSS, Darije Kalezic Akui Timnya Tampil di Bawah Standar

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PSM Makassar harus menelan pil pahit pada laga lanjutan BRI Super League. Bermain di kandang sendiri, Pasukan Ramang dibungkam PSS Sleman dengan skor yang membuat posisi mereka di papan klasemen semakin tertekan. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi PSM untuk bangkit pada kompetisi musim ini.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, tidak menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar yang seharusnya. Menurutnya, para pemain tidak mampu menunjukkan performa terbaik dan gagal menjalankan instruksi yang telah disiapkan sebelum laga.

Jalannya Pertandingan

Sejak kick-off babak pertama, PSM mencoba mengambil inisiatif serangan. Dukungan suporter yang memadati stadion menjadi energi tambahan bagi tuan rumah. Namun, dominasi penguasaan bola yang diraih PSM tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata ke gawang lawan. Lini depan PSM tampak tumpul dan kesulitan menembus rapatnya pertahanan PSS Sleman.

Sebaliknya, PSS Sleman tampil disiplin dan efektif. Mereka menunggu dengan sabar, memanfaatkan celah di lini belakang PSM, lalu melancarkan serangan balik cepat. Pola tersebut terbukti merepotkan pertahanan tuan rumah yang beberapa kali kehilangan konsentrasi. PSS akhirnya mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol dan mengubah jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, PSM berupaya meningkatkan intensitas. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor. Akan tetapi, upaya tersebut belum mampu membuahkan hasil maksimal. Serangan-serangan PSM masih mudah dibaca pertahanan PSS, sementara transisi bertahan tuan rumah kerap menjadi titik lemah.

Pengakuan Darije Kalezic

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Darije Kalezic menegaskan bahwa hasil ini merupakan cerminan dari penampilan timnya. Ia menyebut para pemain tidak tampil pada level yang diharapkan dan gagal menjaga konsistensi selama 90 menit pertandingan.

"Kami tampil di bawah standar. Ini bukan performa yang kami inginkan. Pemain tidak menunjukkan kualitas terbaik dan kami harus menerima kenyataan ini," ujar Kalezic dikutip dari keterangannya kepada media.

Pelatih asal Bosnia itu juga menyoroti lemahnya efektivitas lini serang. Menurutnya, PSM menciptakan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang terus menghantui tim. Ia menilai kurangnya ketenangan di depan gawang menjadi faktor penyebab kekalahan.

Kalezic menambahkan bahwa kekalahan ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Ia tidak ingin menyalahkan satu pihak tertentu, melainkan menilai seluruh elemen tim, termasuk dirinya sebagai pelatih, bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan dari aspek taktik, mental, hingga kebugaran pemain.

Dampak pada Papan Klasemen

Kekalahan dari PSS Sleman membuat posisi PSM Makassar di klasemen BRI Super League semakin rentan. Poin yang gagal diraih di kandang sendiri menjadi kerugian besar, terutama karena persaingan di papan tengah dan atas berlangsung ketat. Setiap poin sangat berharga untuk menjaga peluang finish di posisi yang lebih baik.

Bagi PSS Sleman, kemenangan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri. Tiga poin yang diraih di kandang PSM menunjukkan kualitas dan mental bertanding skuad asuhan pelatih mereka. Hasil ini sekaligus memperbaiki posisi PSS di klasemen dan memberi ruang untuk terus merangkak naik pada laga-laga berikutnya.

Tekanan kini berada di kubu PSM. Sebagai klub dengan sejarah besar dan basis suporter fanatik, tuntutan untuk segera bangkit sangat besar. Kalezic dituntut menemukan formula yang tepat agar timnya kembali kompetitif, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri.

Evaluasi dan Langkah Selanjutnya

Kalezic menegaskan bahwa timnya tidak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Jadwal kompetisi yang padat menuntut PSM segera berbenah. Ia berjanji akan melakukan evaluasi mendalam dan memperbaiki kelemahan yang terlihat pada laga melawan PSS.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain organisasi pertahanan, efektivitas serangan, serta kondisi fisik pemain. Kalezic juga menyinggung pentingnya mental bertanding, terutama ketika tim berada dalam tekanan. Menurutnya, kekuatan mental menjadi kunci untuk keluar dari situasi sulit seperti sekarang.

Ia berharap para pemain mampu mengambil pelajaran dari kekalahan ini. Dukungan suporter tetap dibutuhkan agar PSM bisa kembali ke jalur kemenangan. Kalezic menekankan bahwa perjalanan kompetisi masih panjang dan peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka, asalkan tim mampu tampil konsisten pada laga-laga berikutnya.

Meski demikian, kekalahan dari PSS Sleman menjadi alarm serius. PSM tidak bisa terus mengandalkan nama besar dan dukungan suporter semata. Kualitas permainan harus dibuktikan di lapangan. Kini, sorotan tertuju pada langkah Kalezic dan skuadnya untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan kembali bersaing di BRI Super League.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter