Bukayo Saka Dapat Kritik dari Legenda Arsenal: Gaji Rp6 Miliar per Pekan Belum Sebanding Performa
Sejumlah legenda Arsenal memberikan kritikan terhadap performa Bukayo Saka musim ini. Mereka menganggap bahwa gaji yang diterima pemain berusia 22 tahun tersebut belum sebanding dengan kontribusinya di lapangan. Saka, yang diketahui menerima gaji sekitar Rp6 miliar per pekan, dianggap belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi terutama setelah menandatangani kontrak baru dengan klub berjuluk The Gunners tersebut.
Kritikan dari Para Legenda
Pernyataan kritik tersebut disampaikan oleh beberapa mantan pemain Arsenal yang menjadi ikon klub. Mereka menyoroti bahwa Saka meskipun masih muda, telah menandatangani kontrak dengan nilai yang sangat tinggi sejak awal musim 2023/2024. Paul Merson, salah satu legenda Arsenal, mengungkapkan kekecewannya terhadap penampilan Saka yang dianggap menurun sejak memperbarui kontraknya.
"Saya tidak mengerti mengapa Saka bisa menerima gaji sebesar itu padahal performanya tidak konsisten," ujar Merson. "Dia pemandu bola yang bagus, tapi musim ini dia sering kehilangan bola dan tidak memberikan dampak yang sama seperti musim lalu. Arsenal membayarnya seperti pemain dunia kelas atas, tapi penampilannya belum menunjukkan hal itu."
Serupa juga dengan disampaikan oleh legenda lainnya, Ian Wright. Wright mengakui bahwa Saka memiliki talenta luar biasa, tapi ia khawatir tekanan kontrak baru mungkin membebani psikologis pemain asal Inggris tersebut.
"Bukayo masih sangat muda dan memiliki masa depan yang cerah, tapi gaji yang diterimanya sekarang membuatnya berada di bawah tekanan ekstra," kata Wright. "Setiap orang mengharapkan dia untuk bermain seperti pemain yang dibayar Rp6 miliar per pekan, dan itu sulit untuk ditanggung bahkan untuk pemain berpengalaman."
Performa Saka Musim Ini
Statistik menunjukkan bahwa performa Saka memang mengalami penurunan dibandingkan musim sebelumnya. Dalam 30 penampilan di semua kompetisi musim ini, Saka baru mencetak 5 gol dan memberikan 7 assist. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan musim 2022/2023 di mana ia berhasil mencetak 16 gol dan memberikan 12 assist dalam 46 pertandingan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Saka juga mengalami penurunan dalam hal produktivitas umumnya. Rata-rata successful dribble per pertandingan turun dari 3.2 menjadi 2.5, sementara passing accuracy juga menurun dari 78% menjadi 74%. Meski demikian, ia tetap menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak ketiga di Arsenal musim ini.
Respons dari Pihak Arsenal
Manajemen Arsenal telah memberikan respons terhadap kritikan yang muncul. Mikel Arteta, pelatih kepala Arsenal, menegaskan bahwa ia percaya pada kemampuan Saka dan menganggap kritikan tersebut sebagai bagian dari tekanan yang dihadapi pemain top.
"Bukayo adalah pemain yang luar biasa dan kami yakin dia akan kembali ke performa terbaiknya," ujar Arteta dalam konferensi pers. "Setiap pemain top mengalami fase penurunan, tapi yang penting adalah bagaimana mereka bangkit. Kami mendukungnya penuh dan percaya bahwa dia akan membuktikan nilai kontraknya di lapangan."
Dari sisi klub, Arsenal telah menunjukkan komitmennya terhadap Saka dengan memberinya kontrak baru hingga 2028 plus opsi satu tahun tambahan. Nilai kontrak tersebut dilaporkan mencapai £350.000 per pekan atau sekitar Rp6 miliar, menjadikannya salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Liga Inggris.
Tinjauan dari Para Ahli
Beberapa ahli analisis sepak bola memberikan pandangan berbeda mengenai situasi Saka. Menurut mereka, kritikan terhadap gaji Saka mungkin berlebihan mengingat usianya yang masih sangat muda.
"Saka masih berusia 22 tahun dan telah menjadi pemain inti Arsenal sejak usia 19 tahun," kata Jamie Redknapp, mantan pemain dan analis televisi. "Membandingkan performanya dengan gajinya tidak adil. Dia masih dalam tahap perkembangan dan memiliki waktu untuk meningkat. Arsenal berinvestasi pada potensi masa depannya, bukan hanya performa saat ini."
Sementara itu, analis lain menyoroti bahwa penurunan performa Saka mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan umum tim Arsenal secara keseluruhan musim ini. The Gunners mengalami kesulitan menemukan konsistensi, berada di posisi ke-6 klasemen Liga Premier saat ini.
Masa Depan Saka di Arsenal
Meskipun menghadapi kritikan, tidak ada tanda-tanda bahwa Arsenal akan berpikir ulang mengenai kontrak Saka. Sebaliknya, klub tampaknya tetap percaya pada potensi pemain yang juga membawa timnas Inggris lolos ke final Euro 2020 itu.
Saka sendiri telah menyatakan komitmennya kepada Arsenal dan berharap dapat membawa klub kembali meraih trofi. "Saya Arsenal seumur hidup dan saya ingin membantu klub ini kembali ke puncak," ujar Saka beberapa waktu lalu.
Dengan sisa musim masih panjang, semua mata tertuju pada apakah Saka dapat membuktikan bahwa gaji yang ia terima sepadan dengan performanya. Bagi legenda dan kritikus, ini adalah momen krusial bagi pemangkas gajian Arsenal untuk menunjukkan bahwa ia bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga pemain yang pantas dibayar seperti itu.
Komentar (0)