Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pohuwato, Gorontalo pada Rabu (15/11) siang. Gempa yang terjadi sekitar pukul 12.42 WITA ini berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami namun menyebabkan kepanikan warga di sekitar titik gempa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (PDIKK) BNPB Abdul Muhari mengatakan gempa ini dirasakan cukup kuat di wilayah Pohuwato dan sekitarnya. "Gempa ini dirasakan maksimal di wilayah Pohuwato dengan skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity) yang berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan, ada getaran yang dirasakan, namun belum menyebabkan kerusakan signifikan," ujar Muhari dalam keterangannya.
Dilansir dari data BMKG, gempa ini memiliki pusat gempa di darat dengan koordinat 0.69 derajat Lintang Utara dan 122.71 derajat Bujur Timur. Gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Meskipun tidak berpotensi tsunami, warga di sekitar wilayah gempa diminta tetap waspada akan gempa susulan yang mungkin terjadi.
Kondisi di Lokasi Gempa
Di lokasi gempa, warga terlihat panik dan segera meninggalkan rumah mereka. Beberapa warga yang berada di luar gedung sekolah dan kantor pun bergegas keluar demi keselamatan. "Kita langsung keluar dari rumah karena merasa getaran yang cukup kuat. Beberapa barang di rumah terjatuh karena guncangan tersebut," kata salah satu warga setempat, Ahmad (45).
Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo, Muhammad Yusuf, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dini terkait dampak gempa. "Saat ini tim kami sedang melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui apakah ada korban jiwa atau kerusakan infrastruktur signifikan," ujar Yusuf.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, beberapa warga melaporkan kerusakan ringan pada rumah tinggal seperti retak-retak pada dinding dan pecahnya kaca jendela.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, segera memerintahkan seluruh pihak terkait untuk melakukan koordinasi dalam mengantisipasi dampak gempa. "Saya meminta BPBD, TNI/Polri, dan pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan pengecekan di wilayah terdampak dan memberikan bantuan jika diperlukan," kata Rusli.
Pemerintah daerah telah menyiapkan posko darurat di beberapa titik untuk membantu warga yang membutuhkan. Selain itu, tim medis juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama jika diperlukan.
Aktivitas Vulkanik di Sekitar Wilayah
Gempa di Pohuwato ini terjadi tidak jauh dari aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. BMKG mencatat bahwa wilayah Gorontalo termasuk dalam jalur cincin api (ring of fire) yang rawan gempa bumi. "Wilayah Indonesia memang berada di antara tiga lempeng dunia yang aktif, sehingga rentan terjadi gempa bumi dan aktivitas vulkanik," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Untuk mengantisipasi gempa susulan, BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah. "Masyarakat diminta tidak panik dan tetap tenang. Jika merasa gempa kuat, segera evakuasi diri ke tempat terbuka dan aman," tambah Dwikorita.
Penanganan Darurat dan Evakuasi
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. "Kami siap dengan peralatan darurat untuk membantu warga jika diperlukan evakuasi," ujar Juru Komunikasi Basarnas Gorontalo, Budi Santoso.
Beberapa fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan di Pohuwato sementara waktu dibantu untuk dievakuasi guna mengantisipasi gempa susulan. "Kami meminta masyarakat untuk tetap sabar dan kooperatif selama proses evakuasi berlangsung," kata Budi.
Monitoring dan Peringatan Dini
BMKG terus memantau aktivitas gempa di wilayah tersebut. "Kami akan terus memantau aktivitas gempa bumi di sekitar Pohuwato dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat," ujar Juru Bicara BMKG, Hary Tirto Djatmiko.
Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. "Jangan terpancing informasi hoaks atau tidak jelas yang menyebabkan kepanikan di masyarakat," tambah Hary.
Riwayat Gempa di Gorontalo
Gorontalo sebelumnya pernah diguncang gempa bumi pada tahun 2022 dengan magnitudo yang hampir sama. Pada saat itu, gempa berkekuatan magnitudo 5,5 juga mengguncang Pohuwato namun tidak menyebabkan korban jiwa. "Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya dan meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa," kata Kepala Pelaksana BPBD Pohuwato, Muhammad Yunus.
Pemerintah daerah berencana melakukan sosialisasi mengenai mitigasi bencana gempa di sekolah-sekolah dan masyarakat. "Kita perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana menghadapi gempa bumi untuk mengurangi risiko korban dan kerusakan," tambah Yunus.
Komentar (0)