12, 2026
Nasional

Karhutla Merembet Permukiman di Babel, Sekeluarga Terjebak Asap Dievakuasi

Tim SAR evakuasi satu keluarga terjebak karhutla di Bangka Selatan. Mereka ditemukan dalam kondisi terisolasi akibat asap pekat.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karhutla Merembet Permukiman di Babel, Sekeluarga Terjebak Asap Dievakuasi

Karhutla Merembet ke Permukiman di Babel, Sekeluarga Terjebak Asap Dievakuasi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, kini mulai merembet ke permukiman penduduk. Api yang membakai lahan gambut dan hutan sekunder ini telah mengakibatkan sekeluarga warga terjebak dalam asap pekat sehingga dievakuasi tim SAR. Situasi ini menunjukkan betulan parahnya dampak bencana asap yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Api Mengamuk di Lahan Gambut

Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran lahan pertama kali terdeteksi pada Selasa (12/9) di area perkebunan kelapa sawit milik PT XYZ yang berlokasi di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Api yang diduga akibat pembakaran lahan sengaja ini dengan cepat meluas mengenai lahan gambut di sekitarnya.

Upun pemadaman langsung dilakukan oleh tim dari BPBD bersama petugas kebakaran dan warga setempat. Namun, kondisi cuaca yang kering dan angin kencu membuat sulit untuk dikendalikan. Api bahkan sempat membentuk kolom asap setinggi puluhan meter yang terlihat dari jarak jauh.

Sekeluarga Terjebak Asap

Situasi semakin kritis pada Rabu dini hari ketika api mulai mendekati permukiman warga di Desa Sei/Sungai Terab, Kecamatan Pinggir. Sebuah keluarga yang terdiri dari empat orang terjebak dalam asap pekat saat mencoba menyelamatkan diri dari api.

Tim SAR yang terdiri dari 15 personel beserta dua unit mobil damkar dan satu unit ambulans segera diterjunkan ke lokasi. Setiba di lokasi, kondisi memang sudah sangat genting. Rumah kayu milah keluarga Suparman (45) tersebut sudah terlilit asap tebal dan api mulai mendekat dari arah belakang rumah.

Evakuasi dan Penanganan Korban

Keluarga yang dievakuasi terdiri dari Suparman (45), istri Siti Aminah (42), serta dua anaknya yaitu Ahmad (15) dan Maya (8). Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Pinggir untuk mendapat perawatan karena mengalami gejala keracunan asap seperti sesak napas, mata iritasi, dan pusing.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran api ke pemukiman lain, pemerintah setempat telah mengalihkan warga dari tiga RT di Desa Sei Terab ke dua titik pengungsian sementara yaitu SDN 002 Pinggir dan Masjid Al-Falah.

Peningkatan Titik Panas dan Upaya Pemadaman

Berdasarkan pantauan satelit, hingga Rabu siang terdapat 25 titik panas (hotspot) di Kabupaten Bengkalis, dengan 7 di antaranya berada di kawasan perkebunan dan hutan lindung. Angin kering dan kecepatan angin yang mencapai 15 km/jam menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman.

Pemerintah daerah juga telah mengimbau kepada seluruh perusahaan perkebunan di wilayahnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Selain itu, pihaknya juga akan mengambil tegas jika ditemukan pelaku pembakaran lahan.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Kondisi asap pekat yang berlangsung sejak tiga hari terakhir telah menyebabkan peningkatan kasus ISPA di masyarakat. Menurut data Puskesmas Pinggir, terdapat 45 pasien yang dirawat karena gejala ISPA dalam dua hari terakhir.

Sementara itu, kualitas udara di Kabupaten Bengkalis juga turun drastis. Menurut Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Bengkalis, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hari ini mencapai angka 345 yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter