Wamensos Dorong Sekolah Rakyat di Simalungun Mulai Dibangun Januari 2027
Menteri Sosial (Wamensos) Tri Rismaharini mengumumkan rencana pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang dimulai pada Januari 2027. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan kualitas bagi masyarakat di daerah terpencil dan kurang mampu.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (15/11/2023), Risma seperti biasa menyampaikan rencana ini dengan gaya komunikasi yang langsung dan mudah dipahami. Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah rakyat ini bukan sekadar gedung fisik, tetapi merupakan investasi jangka panat dalam sumber daya manusia Indonesia.
Target dan Lokasi Pembangunan
Sekolah rakyat yang direncanakan akan dibangun di 10 kecamatan terpencil di Kabupaten Simalungun. Pembangunan tahap pertama akan menargetkan 5 kecamatan dengan jumlah siswa sekitar 500 anak. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Dr. Edison Siregar, mengungkapkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut dipilih berdasarkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah dan tingkat kelumpuhan akses pendidikan.
"Kita telah melakukan survei intensif selama tiga bulan terakhir. Data menunjukkan bahwa ada sekitar 1.200 anak usia sekolah dasar di 10 kecamatan tersebut yang belum memiliki akses pendidikan formal karena jarak dan keterbatasan sarana," ujar Edison saat dihubungi terpisah.
Model dan Kurikulum Sekolah Rakyat
Sekolah rakyat ini akan mengusung model sekolah inklusif dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Risma menjelaskan bahwa selain mata pelajaran standar, sekolah ini akan menekankan pada pendidikan karakter, keterampilan vokasional, dan pengembangan potensi lokal.
"Kita tidak hanya ingin mereka bisa membaca dan menulis, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Misalnya, pertanian, kerajinan tangan, dan pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan potensi daerah Simalungun," tambahnya.
Kurikulum yang dikembangkan akan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan praktisi di bidang terkait. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih relevan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan.
Sumber Dana dan Implementasi
Pembangunan sekolah rakyat ini akan menggunakan anggaran dari APBN melalui program Kementerian Sosial dengan alokasi sekitar Rp150 miliar untuk tahap pertama. Selain itu, pemerintah daerah dan swasta akan turut berpartisipasi melalui program kemitraan dan CSR.
"Kita sudah membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk berpartisipasi melalui program kemitraan. Mereka dapat membantu dengan menyediakan sarana prasarana, beasiswa, atau pelatihan keterampilan bagi guru dan siswa," jelas Risma.
Untuk memastikan kelancaran implementasi, pemerintah akan membentuk tim khusus yang terdiri dari unsur Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah, serta perwakili masyarakat setempat.
Tanggapan dan Potensi Dampak
Rencana ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini. "Simalungun memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Dengan adanya sekolah rakyat, kami yakin generasi muda Simalungun dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.
Sementara itu, Aktivis Pendidikan, Dr. Siti Aminah, mengapresiasi inovasi ini namun mengingatkan agar tetap memperhatikan kualitas guru dan keberlanjutan program. "Pembangunan fisik saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kualitas tenaga pendidik dan keberlanjutan kurikulum yang dikembangkan," tegasnya.
Wakil Bupati Simalungun, Harry Sitorus, menambahkan bahwa program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan akses pendidikan. "Kita berharap sekolah rakyat ini tidak hanya menjadi sekolah biasa, tetapi pusat pengembangan potensi anak muda Simalungun," pungkasnya.
Dengan rencana pembangunan yang akan dimulai pada Januari 2027, harapan besar terpatri untuk mengangkat derajat pendidikan di Simalungun dan mencetak generasi yang berkualitas serta berdaya saing.
Komentar (0)