17, 2026
Teknologi

Bupati Klaten Diduga Terima Uang Rp 4,3 M, Ada Buat Bayar Utang Pilkada

KPK mengungkap Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp 4,3 miliar dari berbagai sumber. Uang yang diterima salah satunya digunakan untuk membayar utang Pilkada.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bupati Klaten Diduga Terima Uang Rp 4,3 M, Ada Buat Bayar Utang Pilkada

Bupati Klaten Diduga Terima Rp 4,3 Miliar, Uang Disebut untuk Bayar Utang Pilkada

Sebuah dugaan serius menyerang Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang diduga menerima uang sebesar Rp 4,3 miliar. Uang tersebut dikaitkan dengan pembayaran utang kampanye Pilkada serentak 2020 lalu. Informasi ini berdasarkan pengakapan dari seorang saksi bernama Agus Riyanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dana desa di Klaten.

Agus Riyanto mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyerahkan uang tersebut kepada Sri Mulyani. Menurut pengakapannya, uang tersebut merupakan bagian dari utang kampanye yang masih tersisa setelah pemilihan bupati dan wakil bupati pada tahun 2020. Penyerahan uang tersebut dilakukan di sebuah rumah makan di Solo pada bulan Oktober 2020.

Kasus ini kini menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan suap dana desa di Klaten. Agus Riyanto sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang terpisah, namun pengakuannya tentang uang yang diserahkan kepada Bupati Klaten menarik perhatian publik.

Detail Penyerahan Uang

Menurut keterangan Agus Riyanto, penyerahan uang sebesar Rp 4,3 miliar dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 2 miliar diserahkan pada bulan Oktober 2020, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 2,3 miliar diserahkan pada bulan November 2020. Uang tersebut diserahkan dalam bentuk uang tunai dan dikemas dalam tas koper.

Agus mengungkapkan bahwa penyerahan uang tersebut dilakukan atas permintaan Sri Mulyani. Menurutnya, uang tersebut merupakan sisa utang kampanye yang belum dibayar setelah kemenangan pasangan Sri Mulyani dan Taj Yasin Maimoen dalam Pilkada Klaten 2020.

Reaksi dari Pihak Terkait

Sementara itu, Sri Mulyani selaku Bupati Klaten belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Pihak sekretariat daerah setempat juga belum merespons permintaan keterangan dari awak media mengenai isu yang kini viral di masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat di Klaten menyatakan kebingungan dengan dugaan yang muncul. "Kami harap KPK dapat menyelidiki kasus ini secara objektif dan transparan," ujar seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

KPK Minta Klarifikasi

KPK telah menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki dugaan tersebut. "Kami akan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya.

KPK juga menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penerimaan suap oleh pejabat publik di Klaten. "Semua laporan akan kami proses sesuai dengan mekanisme yang berlaku," tambah Ali.

Kronologi Pilkada Klaten 2020

Pilkada Klaten 2020 memang diikuti oleh beberapa pasangan calon. Pasangan Sri Mulyani dan Taj Yasin Maimoen akhirnya memenangkan pilkada tersebut dengan mengalahkan pasangan calon lainnya. Kemenangan mereka diduga membutuhkan biaya yang besar, yang menjadi salah satu alasan munculnya dugaan utang kampanye.

Dalam kampanye tersebut, pasangan nomor urut satu itu mengusung visi misi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Mereka berhasil memenangkan pilkada dengan selisih tipis dari pasangan calon pesaingnya.

Reaksi Publik

Dugaan yang muncul ini tentunya menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat Klaten. Beberapa di antaranya meminta agar KPK segera menindaklanjuti kasus ini. "Jika benar ada dugaan suap, maka harus diungkap dan diproses sesuai hukum," ujar seorang warga Klaten.

Sementara itu, ada pula yang meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan tidak berdasarkan asumsi semata. "Kita tunggu hasil investigasi dari KPK," kata warga lainnya.

Tanggung Jawab Pejabat Publik

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya integritas bagi pejabat publik. Sebagai pemimpin daerah, Bupati Klaten diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Dugaan penerimaan uang yang mencurigakan tentu akan berdampak buruk pada citra pemerintahan daerah.

KPK sendiri terus berupaya memberantas praktik korupsi di berbagai level. Melalui berbagai operasi tangkap tangan (OTT) dan penyelidikan, komisi ini berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik tidak sehat dalam pemerintahan.

Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Pihak berwenang akan terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi untuk menyelesaikan dugaan yang menjerat Bupati Klaten ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter