30, 2026
Teknologi

Cerita Ferry Paulus Mengenai Rumitnya Meyakinkan Pihak Kepolisian untuk Memberikan Izin Laga Persija Vs Persib di SUGBK

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mengungkap Proses Rumit Izin Laga Persija vs Persib di SUGBK

Perjalanan penyelenggaraan laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ternyata tidak semudah yang dibayakan. Ferry Paulus, tokoh kunci di balik persetujuan penyelenggaraan laga ini, menceritakan sejumlah kesulitan yang dihadapi dalam meyakinkan pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan.

Latar Belakang Derbi Jakarta-Bandung

Derbi antara Persija dan Persib selalu menjadi pertandingan yang dinanti-nanti oleh pecinta sepak bola Indonesia. Kedua tim memiliki basis pendukung yang fanatik, yakni Jakmania untuk Persija dan Bobotoh untuk Persib. Pertemuan kedua tim ini selalu berlangsung dengan tingkat keamanan yang maksimal karena potensi adanya konflik antar suporter.

Pada kesempatan kali ini, pertandingan direncanakan digelar di SUGBK, Jakarta, yang menjadi markas Persija. Lokasi ini dipilih karena fasilitas yang lengkap dan kapasitas penonton yang besar. Namun, penyelenggaraan laga di lokasi netral seperti SUGBK memerlukan persetujuan dari pihak kepolisian, terutama mengingat riwayat konflik yang pernah terjadi.

Proses Negosiasi dengan Pihak Kepolisian

Ferry Paulus, yang turut terlibat dalam proses penyelenggaraan laga ini, mengungkap bahwa proses mendapatkan izin dari kepolisian tidaklah mudah. Menurutnya, pihak kepolisian memiliki pertimbangan yang sangat ketat terkait potensi kerusuhan yang dapat terjadi.

"Kami harus meyakinkan pihak kepolisian bahwa semua aspek keamanan telah dipersiapkan dengan matang," ujar Ferry Paulus. Ia menjelaskan bahwa timnya harus menyampaikan rencana keamanan yang detail, mulai dari penempatan suporter, jalur akses, hingga sistem komunikasi antar petugas keamanan.

Proses negosiasi ini memakan waktu cukup lama. Ferry Paulus mengakui bahwa ada beberapa kali rapat koordinasi yang dilakukan antara penyelenggara, pihak kepolisian, dan PT LIB (Pengelola Liga Indonesia) untuk menyepakati rencana keamanan yang dianggap memadai.

Rencana Keamanan yang Dibutuhkan

Untuk meyakinkan pihak kepolisian, penyelenggara harus menyusun rencana keamanan yang komprehensif. Rencana ini meliputi penempatan suporter Persija dan Persib di tribune yang terpisah, dengan sistem tiket yang terintegrasi untuk mencegah penyebaran suporter ke area yang tidak seharusnya.

Selain itu, disiapkan juga jalur akses khusus bagi suporter, mulai dari transportasi umum hingga titik kumpul sebelum masuk ke stadion. Petugas keamanan ditempatkan di setiap titik kritis, termasuk di sekitar stadion dan di sepanjang jalur yang dilalui suporter.

Ferry Paulus menambahkan bahwa sistem komunikasi juga menjadi faktor penting. "Kami memastikan ada koordinasi real-time antara petugas keamanan di lapangan, posko keamanan, dan pihak kepolisian," jelasnya. Sistem ini dimaksudkan untuk segera menangani segala potensi gangguan yang mungkin terjadi.

Tantangan Tambahan

Selain masalah keamanan, penyelenggara juga dihadapkan pada tantangan lain terkait logistik dan administrasi. Proses pengajuan izin harus dilakukan dengan waktu yang cukup l agar semua persiapan dapat berjalan maksimal.

"Kami harus memastikan semua dokumen persyaratan lengkap dan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Ferry Paulus. Ia mengakui bahwa proses administrasi ini seringkali menjadi kendala tersendiri bagi penyelenggara laga.

Tidak hanya itu, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan. Karena laga digelar di Jakarta, penyelenggara harus mempersiapkan skenario jika terjadi hujan atau cuaca ekstrem lainnya. Persiapan ini termasuk komunikasi dengan pihak terkait untuk menunda atau membatalkan laga jika diperlukan.

Hasil Akhir dan Pelajaran

Setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan rumit, akhirnya pihak kepolisian memberikan izin untuk penyelenggaraan laga Persija vs Persib di SUGBK. Keputusan ini diambil setelah semua rencana keamanan dianggap memadai dan siap untuk dilaksanakan.

Ferry Paulus mengungkapkan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara laga di masa depan. "Kita harus lebih proaktif dalam berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan mempersiapkan segala aspek dengan matang," katanya.

Pertandingan antara Persija dan Persib sendiri berlangsung sukses dengan tingkat keamanan yang terjaga. Meski ada beberapa insiden kecil, namun tidak ada konflik yang berujung pada tindakan kekerasan. Kesuksesan ini tentu menjadi bukti bahwa dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, penyelenggaraan laga dengan tingkat risiko tinggi dapat dilakukan dengan aman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter