10, 2026
Nasional

Cerita Pramono Ada Kesempatan 'Sombong' di Depan Wali Kota New York Zohran Mamdani

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/21/6ab0af776abe9-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung-dan-wali-kota-new-york-zohran-kwame-mamdani_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Anung Hadiri Forum di New York, Kesempatan 'Sombong' di Depan Wali Kota Zohran Mamdani

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapat kesempatan langka untuk menjadi pembicara utama dalam sebuah forum internasional di New York, Amerika Serikat. Kesempatan itu memungkinkan Pramono untuk memaparkan pengalaman dan visi Jakarta sebagai ibu kota global di hadapan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani.

Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh internasional ini berlangsung di salah satu hotel mewah di Manhattan, New York. Pramono Anung diberikan slot waktu yang cukup panjang untuk menyampaikan pandangannya mengenai tata kelola pemerintahan metropolitan, transformasi digital, dan penanganan isu-isu urban seperti kemacetan dan ketimpangan sosial.

Forum Internasional sebagai Platform Diplomasi

Forum internasional ini menjadi ajang penting bagi Pramono untuk mempromosikan Jakarta sebagai kota yang terus berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan urban. Dalam pidatonya, Pramono menyoroti bagaimana Jakarta telah berhasil mengelola populasi lebih dari 10 juta penduduk dengan berbagai inovasi dalam pemerintahan daerah.

"Jakarta adalah laboratorium bagi solusi urban di dunia," ujar Pramono dalam pidatonya yang disambut baik oleh para hadirin. Ia menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan pemerintah provinsi, mulai dari transformasi digital hingga program revitalisasi sungai yang bertujuan mengurangi banjir.

Pertemuan dengan Wali Kota New York

Salah momen paling dinanti dalam kunjungan Pramono adalah pertemuannya langsung dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani. Kedua pejabat ini memiliki latar belakang yang cukup berbeda namun menghadapi tantangan serupa sebagai pemimpin kota besar.

Mamdani, yang merupakan wali kota dengan keturunan India-Bangladesh ini, menunjukkan minat yang besar terhadap pengalaman Jakarta dalam mengelola masalah urban. Ia bertanya secara spesifik mengenai program penanganan banjir yang sering melanda Jakarta selama musim hujan.

"Kami menghadapi masalah serupa di beberapa wilayah New York, terutama saat badai Sandy beberapa tahun lalu. Saya ingin mempelajari lebih jauh bagaimana Jakarta mengelola sistem drainase dan mitigasi banjir," kata Mamdani saat pertemuan bilateral singkat.

Kolaborasi Potensial antara Jakarta dan New York

Dalam kesempatan itu, Pramono menawarkan kolaborasi antara kedua kota dalam berbagai bidang. Salah satu bidang yang menjadi fokus adalah pertukaran pengetahuan dalam teknologi smart city dan pengelolaan data untuk pelayanan publik yang lebih efektif.

"Jakarta dan New York adalah dua kota yang dinamis dan selalu berinovasi. Saya yakin dengan berbagi pengalaman, kita bisa saling menguatkan dan menciptakan solusi yang lebih baik untuk warga kita," tambah Pramono.

Sementara itu, Mamdani menyambut baik proposal kolaborasi ini. Ia menyoroti bahwa New York memiliki pengalaman dalam bidang transportasi publik dan pengelolaan limbah yang bisa menjadi pelajaran bagi Jakarta, sebaliknya Jakarta memiliki program digitalisasi yang patut dipelajari.

Reaksi Publik dan Media

Kehadiran Pramono di forum internasional ini mendapat perhatian cukup dari media lokal maupun internasional. Beberapa media melaporkan bahwa pidato Pramono tentang transformasi digital di Jakarta mendapat respons positif dari para peserta forum.

"Pemimpin dari negara berkembang sering kali dianggap kurang kompeten dalam mengelola kota-kota besar. Namun, presentasi Pramono menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pemimpin yang memahami tantangan urban dengan baik," komentar salah satu analis urban dari universitas ternama di AS yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, di Jakarta, pihak Pemerintah Provinsi DKI menilai kunjungan kerja Pramono ini sebagai langkah strategis untuk mempromosikan Jakarta secara internasional. "Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi Jakarta dan mencari mitra untuk kolaborasi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta.

Masa Depan Hubungan Jakarta-New York

Dengan pertemuan ini, diharapkan akan terjalin kerjasama yang lebih erat antara Jakarta dan New York di berbagai bidang. Potensi kolaborasi tidak hanya terbatas pada pemerintahan, tetapi juga sektor bisnis, pendidikan, dan budaya.

Pramono menambahkan bahwa kunjungan ini juga membuka peluang bagi investor internasional untuk melihat potensi Jakarta sebagai kota yang menjanjikan. "Jakarta adalah pintu gerbang Indonesia bagi dunia. Kami terbuka untuk kolaborasi yang saling menguntungkan," tegasnya.

Dengan berakhirnya forum internasional ini, Pramono Anung kembali ke Jakarta dengan berbagai komitmen baru dan harapan bahwa Jakarta akan semakin dikenal di panggung internasional sebagai kota yang inovatif dan dinamis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter