Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (30/7/2025) mengumumkan pemangkasan bantuan luar negeri senilai lebih dari 13 miliar dollar AS. Kebijakan itu berdampak pada 213 proyek bantuan di berbagai negara, dengan total dana yang dipotong mencapai 13,7 miliar dollar AS. Sebanyak 11 proyek disebut akan dihentikan sepenuhnya, sementara proyek lainnya dipangkas sebagian. Keputusan ini menempatkan kembali sorotan pada peta penerima bantuan Amerika Serikat selama ini, sekaligus membantah asumsi umum bahwa Israel merupakan penerima terbesar.
Israel dan Mesir: Dua Penerima Teratas
Berdasarkan data USAspending.gov untuk periode 2023 hingga 2025, Israel menempati posisi puncak sebagai penerima bantuan AS terbesar. Sepanjang periode tersebut, Israel menerima dana sekitar 22,89 miliar dollar AS. Angka itu jauh melampaui negara lain dan menjadikannya penerima terbesar bantuan militer maupun ekonomi dari Washington.
Di posisi kedua terdapat Mesir, yang menerima sekitar 6,75 miliar dollar AS. Sebagai negara pertama di kawasan Arab yang menjalin perjanjian damai dengan Israel, Mesir secara konsisten menerima bantuan militer dan ekonomi dari AS selama beberapa dekade. Posisi kedua ini menegaskan pola hubungan strategis Washington dengan mitra-mitra utamanya di Timur Tengah.
Pada posisi ketiga, Ukraina menerima sekitar 5,53 miliar dollar AS selama periode 2023 hingga 2025. Meski jumlahnya tidak sebesar Israel dan Mesir dalam rentang waktu tersebut, Ukraina menjadi salah satu penerima terbesar dalam beberapa tahun terakhir seiring kebutuhan pembiayaan perang dan bantuan ekonomi. Urutan ini menunjukkan bahwa aliran bantuan AS tidak hanya dipengaruhi oleh faktor aliansi jangka panjang, tetapi juga oleh situasi keamanan yang mendesak.
Daftar 20 Negara Penerima Terbesar
Berikut daftar 20 negara penerima bantuan terbesar dari Amerika Serikat berdasarkan data periode 2023 hingga 2025:
Kelompok Penerima Teratas
1. Israel: 22,89 miliar dollar AS.
2. Mesir: 6,75 miliar dollar AS.
3. Ukraina: 5,53 miliar dollar AS.
4. Yordania: 3,24 miliar dollar AS.
5. Etiopia: 1,64 miliar dollar AS.
6. Somalia: 1,28 miliar dollar AS.
7. Nigeria: 1,23 miliar dollar AS.
8. Kongo: 1,05 miliar dollar AS.
9. Tanzania: 848 juta dollar AS.
10. Kenya: 837 juta dollar AS.
Kelompok Penerima Menengah
11. Sudan: 748 juta dollar AS.
12. Mozambik: 719 juta dollar AS.
13. Uganda: 708 juta dollar AS.
14. Zambia: 675 juta dollar AS.
15. Afganistan: 653 juta dollar AS.
16. Nigeria: 602 juta dollar AS.
17. Yaman: 599 juta dollar AS.
18. Lebanon: 587 juta dollar AS.
19. Kolombia: 552 juta dollar AS.
20. Bangladesh: 544 juta dollar AS.
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa selain mitra strategis di Timur Tengah, sejumlah negara di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan juga menerima aliran bantuan yang signifikan. Bantuan tersebut umumnya disalurkan melalui program kesehatan, pangan, pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan dan pembangunan infrastruktur.
Pemangkasan dan Dampaknya
Pengumuman pemangkasan bantuan senilai 13,7 miliar dollar AS menandai perubahan arah kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump. Dari 213 proyek yang terdampak, sebelas di antaranya dihentikan total, sedangkan sisanya mengalami pemotongan sebagian. Kebijakan ini berpotensi mengurangi pendanaan untuk program kemanusiaan, kesehatan, dan pembangunan di sejumlah negara penerima, termasuk di kawasan Afrika dan Asia.
Dampak jangka panjangnya masih menjadi perdebatan. Sebagian pengamat menilai pemangkasan dapat mengurangi pengaruh AS di kawasan yang bergantung pada bantuan, sementara pihak lain menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan peninjauan ulang prioritas bantuan luar negeri. Yang jelas, data menunjukkan bahwa Israel tetap berada di posisi teratas penerima bantuan AS, disusul Mesir dan Ukraina, dengan sejumlah negara Afrika dan Asia melengkapi daftar dua puluh besar.
Komentar (0)