Dua pengguna eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih menjalani perawatan medis setelah mengalami insiden yang terjadi pada eskalator di stasiun tersebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan kedua korban hingga dinyatakan sembuh.
Kronologi Insiden di Stasiun Duri
Insiden bermula ketika sejumlah penumpang menggunakan eskalator di peron Stasiun Duri. Eskalator yang menghubungkan area peron dengan area keluar atau sebaliknya itu diduga mengalami gangguan teknis sehingga mengakibatkan para pengguna terjatuh. Dua orang dilaporkan mengalami luka yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan rujukan.
Pihak KAI melalui Vice President Public Relations perusahaan menyatakan bahwa kejadian tersebut segera ditindaklanjuti dengan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Petugas stasiun bergerak cepat memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa menggunakan ambulans. Selain itu, KAI langsung menghentikan sementara operasional eskalator yang bermasalah untuk keperluan pemeriksaan dan perbaikan.
KAI Tanggung Seluruh Biaya Perawatan
Manajemen KAI menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung oleh perusahaan. Hal ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab korporasi terhadap keselamatan pengguna jasa. KAI juga menyiagakan petugas pendamping untuk memastikan kebutuhan korban selama proses pemulihan terpenuhi, mulai dari administrasi rumah sakit hingga komunikasi dengan keluarga.
Menurut keterangan pihak perusahaan, koordinasi dengan rumah sakit tempat korban dirawat terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi keduanya. KAI berkomitmen tidak akan meninggalkan korban sampai proses penyembuhan selesai dan kondisi mereka dinyatakan stabil oleh tim medis.
Penyelidikan Penyebab Gangguan Eskalator
KAI menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti gangguan pada eskalator. Pemeriksaan melibatkan tim teknis internal serta pihak ketiga yang memiliki kualifikasi di bidang pemeliharaan peralatan mekanikal dan elektrikal. Fokus penyelidikan mencakup riwayat perawatan eskalator, kondisi komponen, hingga kemungkinan adanya faktor eksternal seperti beban berlebih atau penggunaan yang tidak sesuai prosedur.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, untuk memastikan hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan regulatif. Jika ditemukan kelalaian dalam prosedur pemeliharaan, KAI menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap standar operasional yang berlaku.
Evaluasi Keselamatan di Seluruh Stasiun
Insiden ini mendorong KAI melakukan inspeksi dan evaluasi terhadap seluruh eskalator serta fasilitas keselamatan di stasiun-stasiun yang dikelola, khususnya di wilayah Jabodetabek yang memiliki volume penumpang tinggi. Langkah tersebut mencakup pengecekan berkala terhadap komponen eskalator, pengujian fungsi pengaman, serta penambahan petugas pengawas di area rawan.
KAI mengimbau pengguna jasa agar tetap berhati-hati saat menggunakan eskalator, terutama pada jam sibuk. Penumpang diminta memegang pegangan tangan, tidak berdiri di area yang tidak semestinya, serta mengutamakan pengguna prioritas seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Petugas di lapangan juga dikerahkan untuk membantu mengarahkan pengguna.
Respons Publik dan Pengawasan
Insiden kecelakaan di fasilitas transportasi publik kembali menyoroti pentingnya pengawasan berkala terhadap perangkat keselamatan. Pengamat transportasi menilai pemeliharaan preventif harus menjadi prioritas, bukan sekadar tindakan responsif setelah terjadi kecelakaan. Mereka mendorong adanya audit berkala yang transparan serta pelaporan hasil inspeksi kepada publik.
Sejumlah pengguna jasa berharap KAI meningkatkan standar keamanan, termasuk mempercepat perbaikan eskalator yang rusak dan menambah jalur alternatif jika terjadi gangguan. Transparansi mengenai penyebab insiden dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Komitmen Layanan dan Keselamatan
KAI menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pengguna merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi. Perusahaan menyatakan akan memperkuat sistem pemeliharaan, meningkatkan kompetensi petugas, serta mempercepat respons terhadap setiap laporan gangguan fasilitas.
Sambil menunggu hasil investigasi, KAI memastikan layanan kereta di Stasiun Duri tetap berjalan normal dengan mengoptimalkan jalur dan fasilitas lain yang tersedia. Perusahaan juga membuka kanal pengaduan bagi pengguna yang ingin menyampaikan keluhan atau informasi terkait fasilitas stasiun. Kondisi terkini kedua korban akan terus diperbarui sesuai perkembangan dari pihak rumah sakit.
Komentar (0)