22, 2026
Nasional

Daftar Lengkap Pemenang Ballon d'Or: Messi Terbanyak, Ronaldo Kedua

Daftar lengkap pemenang Ballon d'Or putra dan putri dari 1956 hingga 2025. Lionel Messi memimpin dengan delapan trofi, mengungguli Cristiano Ronaldo.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Daftar Lengkap Pemenang Ballon d'Or: Messi Terbanyak, Ronaldo Kedua

Daftar Lengkap Pemenang Ballon d'Or: Messi Terbanyak, Ronaldo Kedua

Ballon d'Or atau Bola Emas merupakan penghargaan individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola. Digagas oleh majalah Prancis, France Football, sejak 1956, trofi ini diberikan kepada pemain yang dinilai tampil paling impresif sepanjang satu periode penilaian. Hingga edisi terbaru, Lionel Messi masih menjadi pemegang rekor dengan delapan gelar, sementara Cristiano Ronaldo berada di posisi kedua dengan lima gelar.

Selisih tiga trofi membuat persaingan keduanya menjadi salah satu rivalitas paling panjang dalam sejarah sepak bola modern. Messi meraih Ballon d'Or pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, dan 2023. Adapun Ronaldo mengoleksinya pada 2008, 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Sejarah dan Perubahan Format Penilaian

Sejak pertama kali digelar, Ballon d'Or mengalami beberapa perubahan mendasar. Pada masa awal, penghargaan ini hanya diperuntukkan bagi pemain berkebangsaan Eropa yang berkarier di klub Eropa. Aturan itu berlaku hingga 1995, ketika France Football membuka peluang bagi pemain dari seluruh dunia. George Weah, penyerang asal Liberia, menjadi pemain non-Eropa pertama yang meraihnya pada tahun tersebut.

Perubahan lain terjadi pada 2010 hingga 2015, saat Ballon d'Or digabung dengan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA menjadi FIFA Ballon d'Or. Setelah kerja sama itu berakhir, France Football kembali menyelenggarakan penilaian secara mandiri mulai 2016. Sejak 2022, periode penilaian tidak lagi menggunakan tahun kalender, melainkan mengikuti musim kompetisi yang umumnya berjalan dari Agustus hingga Juli.

Penghargaan edisi 2020 tidak diberikan. France Football membatalkannya karena pandemi Covid-19 menghentikan hampir seluruh kompetisi sepak bola dunia pada paruh pertama tahun tersebut. Keputusan itu menjadi satu-satunya pembatalan sepanjang sejarah Ballon d'Or.

Era 1956-1969

Edisi perdana pada 1956 dimenangi Stanley Matthews, pemain sayap Inggris yang saat itu berusia 41 tahun. Setelah itu, nama-nama besar seperti Alfredo Di Stéfano (1957 dan 1959), Raymond Kopa (1958), Luis Suárez (1960), Omar Sívori (1961), Josef Masopust (1962), Lev Yashin (1963), Denis Law (1964), Eusébio (1965), Bobby Charlton (1966), Flórián Albert (1967), George Best (1968), dan Gianni Rivera (1969) silih berganti mengisi daftar juara.

Era 1970-1989

Dominasi pemain Belanda dan Jerman Barat mewarnai dua dekade ini. Gerd Müller membuka dekade pada 1970, disusul Johan Cruyff yang meraih tiga gelar (1971, 1973, 1974) dan Franz Beckenbauer dua gelar (1972, 1976). Oleg Blokhin (1975), Allan Simonsen (1977), serta Kevin Keegan (1978, 1979) turut mencatatkan nama. Karl-Heinz Rummenigge kemudian mengoleksi dua trofi beruntun pada 1980 dan 1981, sebelum Paolo Rossi (1982) dan Michel Platini memulai rentetan tiga gelar berturut-turut pada 1983, 1984, dan 1985. Igor Belanov (1986), Ruud Gullit (1987), serta Marco van Basten (1988, 1989) menutup periode tersebut.

Era 1990-2009

Lothar Matthäus membuka dekade 1990-an, diikuti Jean-Pierre Papin (1991), Marco van Basten (1992), Roberto Baggio (1993), Hristo Stoichkov (1994), George Weah (1995), Matthias Sammer (1996), Ronaldo (1997), Zinedine Zidane (1998), Rivaldo (1999), Luís Figo (2000), Michael Owen (2001), Ronaldo (2002), Pavel Nedvěd (2003), Andriy Shevchenko (2004), Ronaldinho (2005), Fabio Cannavaro (2006), dan Kaká (2007). Cristiano Ronaldo meraih trofi pertamanya pada 2008, lalu Lionel Messi memulai rangkaian empat gelar beruntun pada 2009 hingga 2012.

Era 2013-2025

Setelah Messi mendominasi 2009-2012, Cristiano Ronaldo kembali merebut trofi pada 2013 dan 2014. Messi mengembalikannya pada 2015, sebelum Ronaldo meraih dua gelar terakhirnya pada 2016 dan 2017. Luka Modrić memutus dominasi keduanya pada 2018, disusul Messi (2019), pembatalan edisi 2020, Messi (2021), Karim Benzema (2022), Messi (2023), Rodri (2024), dan Ousmane Dembélé (2025).

Dominasi Klub dan Catatan Unik

Barcelona dan Real Madrid menjadi dua klub paling produktif dalam melahirkan peraih Ballon d'Or. Sebagian besar gelar Messi dipersembahkan bersama Barcelona, sementara Ronaldo meraih empat dari lima trofinya bersama Real Madrid. Juventus dan AC Milan menyusul di bawahnya dengan kontribusi sejumlah pemain legendaris.

Beberapa catatan menonjol mewarnai sejarah penghargaan ini. Lev Yashin (1963) hingga kini menjadi satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Ballon d'Or. Fabio Cannavaro (2006) merupakan bek terakhir yang memenanginya. Matthias Sammer (1996) tercatat sebagai pemenang dengan posisi libero. Sementara itu, Stanley Matthews menjadi peraih tertua pada usia 41 tahun, dan Ronaldo Nazário menjadi salah satu peraih termuda ketika menang pada 1997.

Dari sisi kebangsaan, Argentina memimpin melalui delapan gelar Messi, diikuti Portugal lewat lima gelar Ronaldo. Prancis, Jerman, Belanda, dan Brasil juga tercatat sebagai negara dengan koleksi gelar terbanyak. Hingga edisi 2025, belum ada pemain Asia yang meraih Ballon d'Or, dan hanya segelintir pemain dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu masuk jajaran pemenang.

Ballon d'Or tetap menjadi tolok ukur prestasi individu tertinggi dalam sepak bola. Meski format dan cakupan penilaiannya berubah dari masa ke masa, penghargaan ini konsisten menjadi rujukan utama dalam menilai kualitas seorang pemain di tingkat global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter