22, 2026
Nasional

Hadiri Apel Hari Santri, Gus Kikin Minta Santri Teladani Semangat Resolusi Jihad

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/22/6ad9ddb98f7b6-ketua-umum-pengurus-besar-nahdlatul-ulama-pbnu-kh-abdul-hakim-mahfudz-atau-gus-kikin_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gus Kikin: Santri Harus Menjadi Teladan Semangat Resolusi Jihad

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menegaskan bahwa santri harus menjadi teladan dalam meneladani semangat resolusi jihad. Pesan ini disampaikan oleh Gus Kikin saat menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional 2023 di kompleks Pondok Pesantren Al-Hidayah, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/11/2023).

Dalam pidatonya, Gus Kikin menekankan bahwa konsep jihad dalam Islam bukanlah sekadar perang fisik, melainkan perjuangan untuk mencapai kebaikan dan kebenaran. "Jihad itu bukan hanya melawan musuh fisik, tetapi melawan keburukan dan kezaliman di mana saja," ujar Gus Kikin di hadapan ribuan santri yang hadir.

Resolusi Jihad sebagai Perjuangan untuk Kebaikan

Gus Kikin menjelaskan bahwa resolusi jihad yang dimaksud adalah perjuangan untuk membangun masyarakat yang adil, merdeka, dan bermartabat. "Santri harus menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa ini. Jihad santri adalah jihad untuk mencerdaskan anak bangsa, memerangi kemiskinan, dan membangun persatuan," tegasnya.

Menurutnya, santri sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. "Kita butuh santri yang tidak hanya cerdas secara agama, tetapi juga cerdas secara intelektual dan memiliki jiwa kepemimpinan," tambah Gus Kikin.

Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Santri

Dalam kesempatan itu, Gus Kikin juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter bagi santri. Ia mengingatkan bahwa pesantren tidak hanya tempat mempelajari ilmu agama, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai luhur dan karakter mulia.

"Santri harus memiliki integritas yang kuat, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang akan menjadikan mereka pemimpin masa depan yang diidam-idamkan," ujarnya.

Gus Kikin juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi milenial dan Z saat ini, di mana berbagai isu negatif dan radikalisme mudah menyebar melalui media sosial. "Oleh karena itu, santri harus menjadi filter positif dalam masyarakat. Mereka harus mampu membedakan mana yang baik dan buruk, serta menjadi contoh nyata dalam menjalankan ajaran Islam," tegasnya.

Peran Pesantren dalam Menghadapi Era Digital

Menanggapi perkembangan teknologi digital, Gus Kikin menegarkan pesantren untuk tidak ketinggalan zaman. Ia mengapresiasi adanya inovasi dalam metode pengajaran di beberapa pesantren yang memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

"Digitalisasi tidak bertentangan dengan nilai-nilai pesantren. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi sarana untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan ajaran Islam yang lebih luas," ujarnya.

Gus Kikin juga meminta para kiai dan ustadz untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan esensi pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pesantren.

Komitmen Santri dalam Membangun Bangsa

Dalam apel tersebut, ribuan santri dari berbagai pesantren se-Jawa Barat menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Mereka membacakan resolusi yang isinya menekankan pentingnya persatuan, kebhinekaan, dan integritas sebagai santri Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana Apel Hari Santri, KH Abdullah Faqih, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar santri serta membangun kesadaran akan peran santri dalam konteks nasional.

"Kami berharap dengan adanya apel ini, santri-semtri dapat memahami sejarah perjuangan para santri sebelum mereka dan terinspirasi untuk terus melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara yang modern dan relevan untuk masa kini," ujar KH Abdullah Faqih.

Gus Kikin menutup pidatonya dengan doa agar para santri senantiasa menjadi penerang bagi masyarakat dan pelopor pembangunan bangsa yang berbasis nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter