24, 2026
Ekonomi

Danantara Mau Caplok Beberapa Pabrik Masuk BUMN Tekstil, Modal Rp100 T

Danantara merencanakan investasi US$ 5,55 miliar untuk membangkitkan industri tekstil nasional dengan membentuk BUMN baru.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Danantara Mau Caplok Beberapa Pabrik Masuk BUMN Tekstil, Modal Rp100 T

Danantara Targetkan Akuisisi Beberapa Pabrik untuk Ekspansi BUMN Tekstil

Danantara, holding BUMN yang mengelola sektor tekstil dan produk tekstil Indonesia, menargetkan melakukan akuisisi terhadap beberapa pabrik tekstil dalam waktu dekat. Rencana ini dilakukan guna memperluas jaringan produksi dan meningkatkan kapasitas industri tekstil milik negara. Direktur Utama Danantara, Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan dana sebesar Rp100 triliun untuk mendukung rencana ekspansi ini.

Menurut Eko, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem tekstil yang terintegrasi di Indonesia. "Kita sedang membidik beberapa pabrik yang memiliki potensi baik, baik yang berada di tangan swasta maupun pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi yang lebih baik dalam rantai pasokan industri tekstil nasional," ujar Eko dalam konferensi pers yang digunakan Kamis (15/6) lalu.

Strategi Ekspansi Danantara

Danantara, yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN di sektor tekstil seperti PT. Gunung Garuda, PT. Sri Rejeki Isman (Sritex), dan PT. Kusuma Wardhana, menargetkan dapat mengakuisisi minimal tiga pabrik besar dalam dua tahun ke depan. Pabrik-pabrik tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia yang dikenal sebagai pusat industri tekstil.

Eko menjelaskan bahwa kriteria pabrik yang akan diakuisisi adalah yang memiliki teknologi modern, lokasi strategis, dan potensi pertumbuhan yang baik. "Kita tidak hanya membidik pabrik yang sudah mapan, tetapi juga yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Dengan begitu, kita bisa mempercepat transformasi industri tekstil Indonesia ke arah yang lebih modern dan berdaya saing tinggi," tambahnya.

Untuk membiayai rencana akuisisi tersebut, Danantara akan menggunakan kombinasi dana internal, pinjaman dari lembaga keuangan, serta alokasi anggaran dari pemerintah. "Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan rencana ini," ujar Eko.

Dampak bagi Industri Tekstil Nasional

Rencana akuisisi Danantara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri tekstil nasional. Dengan menggabungkan sumber daya dan teknologi dari berbagai pabrik, diharapkan efisiensi produksi dapat meningkat sehingga produk tekstil Indonesia semakin bersaing di pasar global.

Deputi Bidang Industri Tekstil Kementerian Perindustrian, Ahmad Choirul Anam, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ini. "Transformasi industri tekstil melalui konsolidasi seperti yang dilakukan Danantara sangat strategis untuk menghadapi tantangan global. Kita percaya bahwa dengan sinergi yang lebih baik, industri tekstil Indonesia dapat menjadi salah satu keunggulan nasional," ujar Ahmad.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia (API) Benny Soetrisno menilai bahwa rencana ini akan membuka peluang baru bagi industri tekstil Indonesia. "Akuisisi oleh Danantara dapat menjadi solusi untuk mengatasi fragmentasi industri yang selama ini menjadi kendala. Dengan konsolidasi, kita bisa mencapai skala ekonomi yang lebih baik dan meningkatkan daya saing," tutur Benny.

Tantangan yang Dihadapi

Meski memiliki target ambisius, rencana akuisisi Danantara tetap menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah soal perizinan dan regulasi yang berlaku di setiap daerah. Selain itu, proses integrasi budaya perusahaan dan teknologi antar pabrik juga menjadi tantangan tersendiri.

Eko mengakui bahwa tantangan tersebut memang ada, namun Danantara telah mempersiapkan tim khusus untuk menanganinya. "Kita sudah membentuk tim integrasi yang akan memastikan proses penggabungan berjalan lancar. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah di setiap lokasi pabrik yang akan diakuisisi untuk memastikan semua perizinan berjalan sesuai prosedur," jelasnya.

Untuk mendukung transformasi ini, Danantara juga berencana menginvestasi dalam teknologi digital dan otomatisasi produksi. "Kita tidak hanya mengakuisisi aset fisik, tetapi juga mempersiapkan transformasi digital di seluruh unit usaha yang akan masuk ke dalam Danantara. Ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk," tambah Eko.

Target Jangka Panjang

Dengan rencana akuisisi ini, Danantara menargetkan dapat menggandakan kapasitas produksi tekstil dalam lima tahun ke depan. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

"Kita berencana untuk membangun brand tekstil Indonesia yang kuat di pasar internasional. Dengan sinergi antar pabrik dan dukungan penuh dari pemerintah, kita yakin bisa mencapai target ini," pungkas Eko.

Rencana akuisisi Danantara ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri tekstil dunia. Melalui konsolidasi dan transformasi yang dilakukan oleh Danantara, diharapkan industri tekstil nasional dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter